Full width home advertisement

Jurnal Perjalanan

Self Note

Post Page Advertisement [Top]


Lanjutan dari Menghabiskan Malam Tahun Baru di Pantai Mirota

Sekitar jam tiga pagi saya tertidur beralaskan tikar di atas pasir Pantai Mirota. Baru saja tidur beberapa jam saya terbangun karena kaki saya berasa menyentuh air, eh ternyata air laut sudah naik ke pantai.

Matahari sudah menerangi Pantai Mirota dan memberi warna pada air laut yang tadinya hitam sekarang berubah jadi biru cerah. Mungkin tadi laut membangunkan saya untuk mengajak saya bersenang-senang dengannya.

Bersantai pakai hammock emang paling pas dilakukan di pantai.
Mata masih mengantuk, sambil terhuyung-huyung saya menuju ke dapur camp, wah ternyata sudah ada yang berbaik hati membuatkan kopi satu ceret penuh. Sungguh nikmat mana lagi yang kau dustakan, minum kopi di pagi hari sambil memandang birunya air laut. beuh!

Baca juga: Pantai Paling Ujung di Deretan Pulau Batam Barelang

Pandangan saya teralihkan dengan laju kapal motor kecil yang perlahan-lahan mendekati bibir pantai dan tidak lama kemudian berlabuh. Pengemudi kapal yang seorang bapak-bapak paruh baya menghampiri kami.

"Mau naik kapal keliling laut dek? murah saja, murah" kata dia menawarkan jasanya kepada kami yang nyawanya masih setengah ini.

"Berapa pak?" seloroh salah satu teman saya.

"Seratus ribu dek, satu kapal, boleh isi sepuluh orang" jawabnya.

"kurang-kurangi lah pak, tak ada duit kita ini, tujuh puluh dapat lah" tawar temanku, ahli sekali dia kalau soal tawar menawar.

"oke lah, ayo naik. Sepuluh orang maksimal ya dek" jawab bapak itu dengan muka tersenyum lebar. Penglaris awal tahun.

Selesai membawa kami, bapak kapal tadi langsung dapat penumpang lagi. Semoga selalu laris pak.
Kami bersepuluh naik kapal menyusuri bibir Pantai Mirota sampai ke pantai-pantai sebelahnya. Jarak antar kapal dengan permukaan air laut cukup dekat sehingga saya agak khawatir kalau-kalau kapal ini overload. 

Sepanjang perjalanan, hijaunya buit-bukit di sebelah kiri kapal berpadu apik dengan birunya air laut hari ini yang membuat laut tampak berwarna cyan, yaitu warna biru kehijauan yang mampu menyegarkan mata siapa saja yang memandangnya.

Camping menghadap birunya air laut dan perbukitan hijau di Pantai Mirota
Kami mengelilingi laut sekitar dua puluh menit saja. Sebenarnya agak kurang puas sih. Ingin rasanya berlama-lama di atas laut dan berlagak layaknya seorang pelaut tangguh. 

Setelah kapal berlabuh, kami langsung melompat kelaut dan berenang-renang cantik. Laut di Pantai Mirota aman untuk berenang karena lautnya cukup dangkal sampai sekitar 50 meter dari bibir pantai dengan ombak yang tenang, tidak terlalu besar. Bapak-ibu, kakak-adek, dewasa-anak bisa berenang di kolam renang alami yang luas ini.

Baca juga: Pantai Nongsa Akan Lebih Indah Jika Tanpa Sampah

Pantai Mirota terlihat sempit karena di pagi hari air lautnya naik. Kalau sedang surut bisa buat main futsal.
Pagi itu kami habiskan waktu sampai tengah hari bermain-main di Pantai Mirota, ada yang berenang, memancing, susur pantai, bermalas-malasan, dan aktivitas mengasyikan lainnya.

Jadi kalau pembaca berkunjung ke Batam, sempatkanlah sejenak mengunjungi Pantai Mirota ini karena pantai ini berada dekat dengan kawasan wisata favorit Batam lainnya seperti Camp Pengungsian Vietnam, Pantai Cakang, Jembatan Barelang, dll.

Tonton juga videonya di youtube, biar makin tahu gimana indahnya Pantai Mirota, Batam

2 komentar:

  1. Pantai Mirota cukup cantik ya, kalau main ke Batam lagi boleh deh singgah kemari

    BalasHapus

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib