Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan

Sulit Memulai Kebiasaan Baru? Coba Ubah Sudut Pandangmu


Tahun 2021 sudah berjalan hampir satu bulan. Tidak sedikit dari kita yang mungkin membuat resolusi baru untuk kehidupan yang lebih baik di tahun ini. Salah satunya adalah dengan memulai kebiasaaan-kebiasaan baru, ya nggak?

Abraham Lincoln, Kepemimpinan itu Empati



Ada sebuah buku kepemimpinan yang bagus berjudul Leadership: In Turbulent Times. Buku ini ditulis oleh pemenang Penghargaan Pulitzer, Doris Kearns Goodwin yang menulis mengenai cara-cara kepemimpinan mantan presiden Amerika terdahulu di masa-masa sulit yakni, Abraham Lincoln, Theodore Roosevelt, Franklin Roosevelt, dan Lyndon Johnson.

Suka Menunda Pekerjaan? Teknik Pomodoro Solusinya!


"Klunting" bunyi notifikasi email kali ini menarik perhatian saya. Email tersebut merupakan email langganan dari blog Vincent Carlos (seorang pembaca buku, ya, pembaca buku) mengenai Teknik Pomodoro, solusi untuk yang suka menunda pekerjaan.

Balada Si Pencari Kerja


Yup, sekarang ini saya sedang menganggur. Malu? ngapain malu? menganggur kan juga merupakan salah satu proses kehidupan yang pasti, akan, dan pernah di alami oleh setiap umat manusia yang ada di planet earth ini.

Kenapa Harus Ikut Training Ahli K3 Umum?


Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, setelah mendaftar dari bulan Januari,  akhirnya sesi training alias pelatihan Ahli K3 Umum yang saya ikuti dimulai juga pada awal bulan April kemarin. 

Sempat was-was juga sih sebelumnya, apa jadi atau tidak ini training dilaksanakan. Karena jawaban dari penyelenggara selalu sama yaitu "pesertanya belum memenuhi kuota".  Tapi alhamdulilah akhirnya jadi juga, walaupun harus menunggu berbulan-bulan.

Biaya training yang tidak murah, hampir menyentuh angka 10 juta membuatnya cukup sulit untuk mendapatkan peserta. Maklum, training Ahli K3 umum ini bukan training atau kursus keterampilan. Melainkan sebuah pelatihan sertifikasi profesi sehingga tahap-tahapannya cukup banyak dan menguras biaya.

Apa itu K3?

K3 merupakan singkatan dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Kalau kalian pernah lewat di depan pabrik, proyek-proyek konstruksi, dsb pasti pernah lihat logo atau slogan di bawah ini kan?

Bendera K3

Logo roda gigi berwarna hijau dengan palang ditengahnya ini merupakan logo dari K3. Gerigi roda yang berjumlah sebelas itu merupakan perlambangan dari 11 bab yang ada pada Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja - dasar dari seluruh peraturan mengenai K3.

Jadi, di setiap tempat kerja yang memiliki lebih dari 100 orang pekerja ataupun tempat kerja yang mempunyai resiko bahaya yang tinggi diwajibkan untuk mempunyai petugas ahli K3.

Kenapa? karena nantinya petugas ahli K3 lah yang akan mengontrol, mengawasi, dan mendesain agar tempat kerja tersebut aman dari bahaya kecelakaan kerja.

Selain itu Ahli K3 juga berperan sebagai mediator atau perpanjangan tangan dari pemerintah untuk mengawal penerapan peraturan perundang-undangan K3 pada masing-masing perusahaan.

Jadi ahli K3 harus paham betul akan undang-undang mengenai K3 yang mana buku perundang-undangannya sangatlah tebal! modyaaarrr....

Ahli K3 harus hafal dan paham isi dari buku undang-undang K3 yang super tebal ini

Kenapa kecelakaan kerja sangat penting untuk diperhatikan? ya tentunya yang paling utama adalah untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan sejahtera, bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Jika terjadi kecelakaan kerja, tidak hanya pekerjanya saja yang terkena akibatnya tapi juga perusahaan dan lingkungan sekitar juga terkena imbasnya.

Keberadaan K3 di tempat kerja sangat sangat dibutuhkan. Perusahaan yang tidak mengaplikasikan K3 di perusahaannya bisa-bisa dicabut izinnya loh!

Bahasa keren dari K3 ini adalah HSE atau Health Safety and Environment. 

Kenapa saya ikut training K3?

Peserta training Ahli K3 Umum OTI batch 31

Lapangan kerja di bidang K3 saat ini sangat dicari oleh setiap perusahaan besar, karena ya tadi itu, K3 itu wajib hukumnya kalau perusahaan tersebut masih mau beroperasi.

Tidak hanya di Indonesia, hampir di seluruh negara pasti ada sistem K3. Justru sebenarnya Indonesia yang sedikit agak telat dalam mengimplementasikan sistem K3 ini. 

Untuk itu, lapangan kerja di bidang K3 di Indonesia juga masih cukup luas, karena semua perusahaan apapaun itu pasti membutuhkan orang-orang yang ahli di bidang K3.

Selain itu posisi saya saat ini juga sedang standby sehingga saya membutuhkan suatu kegiatan agar saya tetap produktif. Akhirnya saya pilih lah mengikuti training Ahli K3 Umum ini untuk memupuk pengetahuan saya dan juga melanjutkan karir di dunia K3.

Selain itu, mengikuti training semacam ini juga menambah relasi jaringan profesional di bidangnya. Bukan tidak mungkin teman-teman baru kita ini akan secara tidak langsung membantu kita untuk mendapatkan pekerjaan yang baru.

Jadi, biaya yang cukup besar tersebut cukup worth it lah dengan yang didapatkan. Bisa dibilang, ini adalah salah satu bentuk investasi jangka pajang bagi saya. 

Bagaimana Cara Mengikuti Training Ahli K3 Umum?

Training Ahli K3 Umum biasanya diselenggarakan oleh lembaga-lembaga training profesional yang sudah mendapat penunjukan dari Kementerian Tenaga Kerja sebagai sebuah Perusahaan Jasa K3 (PJK3) dalam bidang pelatihan. 

Di mesin pencari google banyak tersedia informasi lembaga-lembaga ini. Tapi sebelum memilih, pastikan bahwa perusahaan tersebut sudah terdaftar sebagai PJK3, kalau tidak maka sertifikat yang dikeluarkannya bisa jadi adalah sertifikat palsu. 

Lama training Ahli K3 Umum sesuai ketentuan yang berlaku adalah selama 12 hari yang termasuk dengan on the job training (PKL) dan ujian kompetensi langsung oleh asessor dari Kementrian Ketenagakerjaan Jakarta.

Jadi jika ada training yang tidak selama 12 hari dan tidak ada ujiannya, maka itu palsu yah.


Saya mengikuti pelatihan Ahli K3 Umum di Batam yang diselenggarakan oleh PT. Kiat Global Batam Sukses, atau lebih dikenal dengan OTI (Offshore Technology Institute) yang merupakan salah satu PJK3 (Perusahaan Jasa K3) terpercaya di Batam.

Saya sangat merekomendasikan OTI ini kepada teman-teman yang mau mengikuti training Ahli K3 Umum , khususnya yang berada di Batam kalau masih bingung dimana harus ikut training Ahli K3 Umum. *Ini bukan endorsement loh, murni review.

Kenapa? karena trainer atau pengajarnya benar-benar orang-orang yang profesional dibidangnya. Para pengajar di OTI selain dari pihak Dinas Ketenagakerjaan juga merupakan praktisi K3 di perusahaan-perusahaan besar di Batam, semuanya berposisi sebagai manager dengan pengalaman puluhan tahun di bidang K3.

Begitulah teman-teman, akhirnya sebentar lagi saya jadi Calon Ahli K3 Umum. Hore!, mungkin nanti blog ini sebagian kecil akan saya isi juga dengan info-info seputar dunia K3.

Salam safety first!

Wanita Berambut Pendek Itu Menarik!

Ilustrasi wanita karir berambut pendek

Tadi sore saya berpapasan dengan seorang wanita muda bersetelan ala wanita karir di basement parkiran motor sebuah mall. Kami saling bertukar pandang. Dia hendak pulang, sementara saya baru saja datang.

Bolehkah Iri Dengan Kesuksesan Teman?



Kenapa kok kita iri kalau melihat orang lain, teman atau saudara kita bernasib lebih baik? Apa yang membuat kita iri? Bolehkah kita iri kepada mereka-mereka yang lebih sukses?

Bodo Amat Dengan Resolusi Tahun Baru


Ya, sesuai judul, bullshit dengan resolusi tahun baru. Terutama untuk diri saya sendiri. Pada tahun-tahun sebelumnya, resolusi tahun baru seakan hanya sebagai penghias timeline sosial media saja. sebulan kemudian, buyarlah sudah, lupa semuanya, dan saya kembali hidup terombang-ambing tanpa tujuan.

Jadilah Pengangguran Yang Produktif!


Setiap tahun jumlah pengangguran di Indonesia semakin bertambah. Pengangguran baru ini berasal dari orang-orang yang baru lulus sekolah, kalian yang baru saja resign karena nggak betah, atau kalian yang baru di PHK.
 Terus, Apa yang harus di lakukan saat menganggur?

Nganggur seminggu, dua minggu, sampai sebulan masih bisa ditolerir karena masih punya tabungan untuk menghidupi masa-masa pengangguran. Namun, setelah dua bulan, tiga bulan, dan seterusnya, pasti kondisi psikologi mulai dipermainkan.

Selain rupiah di rekening mulai menipis, yang paling membuat tidak nyaman saat menganggur adalah pandangan sosial yang cenderung negatif terhadap pengangguran. Tidak hanya dari tetangga dan teman-teman, namun juga dari keluarga sendiri.

Menurut survey dari sebuah website karir terkemuka careerbuilder.com yang di lakukan secara online oleh Harris Interactive, dari 3.023 manajer rekruitmen, mengungkapkan bahwa kebanyakan perusahaan merasa bersimpati kepada para pengangguran yang berusaha mendapatkan pekerjaan. Para profesional HRD tersebut memahami masa resesi pengangguran dan bisa mentoleransinya.

Tapi jangan merasa lega dulu, meskipun HRD bersimpati kepada pengangguran, menganggur tanpa melakukan apapun juga merupakan sebuah kesalahan.

Masa pengangguran adalah kesempatan dimana kita bisa fokus memperbaiki dan memperkaya kualitas diri kita sendiri dan mencoba hal lain yang belum tentu bisa kita coba saat kita sibuk bekerja.

Lalu apa yang harus dilakukan di saat menganggur supaya kita tetap produktif?

1. Ikut kursus atau kelas pelatihan

Saya sangat menyarankan ikut kursus atau kelas-kelas pelatihan untuk mengisi waktu selama menganggur. Self improvement selain menambah keahlian juga mampu memperkaya nilai curriculum vitae kita. Kapan lagi kita bisa bebas ikut kursus selain saat menganggur?

Ikutilah kursus yang menambah skill pekerjaan yang kamu idamkan. Kalau kamu sedang mengincar pekerjaan di bidang media, maka ikutilah kursus yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut, misalnya kelas jurnalistik, kursus desain grafis, kursus videography, dan sebagainya.

Keuntungan lain ikut kursus adalah bisa memperluas jaringan relasi yang sesuai dengan passion kita.

2. Volunteer alias jadi sukarelawan

Ini adalah salah satu kegiatan favorit saya. Saat ini banyak sekali program sukarelawan di Indonesia mulai dari yang diselenggarakan oleh organisasi non-profit, oleh pemerintah, atau oleh perorangan. Ada juga beberapa web untuk volunteering seperti indorelawan.org , relawan.id , indonesiamengajar.org , dll.

Namun sayangnya beberapa kegiatan kesukarelawanan ini nampaknya sudah mulai berbayar. Jadi, kalau kita mau volunteer, kita harus bayar. Ada beberapa penyedia volunteer yang semacam ini, nyari sukarelawan untuk mendapatkan profit pribadi. What a shame.

Oh iya, hampir 60% rekruiter menyukai calon karyawan yang punya pengalaman volunteering. Menjadi volunteer menunjukkan bahwa kita punya passion pada hal tertentu dan peduli terhadap orang lain.

Perusahaan tidak hanya butuh orang yang mampu bekerja dengan baik, namun perusahaan juga membutuhkan orang yang punya karakter dan integritas.

3. Bikin usaha sendiri

Dulu selepas lulus kuliah saya sempat mencoba beberapa usaha, seperti jualan angkringan, jualan barang bekas, jualan motor bekas, namun belum ada yang berhasil.

Saya punya mindset bahwa usaha apapun jika kita tidak punya passion di bidang tersebut maka susah untuk berhasil. Karena mindset tersebut maka saya masih belum menemukan usaha apa yang cocok untuk saya coba. Ditambah lagi kendala tidak adanya modal yang semakin menjauhkan saya dari mencoba berwirausaha.
Baca Juga: Bekerja Sesuai Passion, Atau Passion Yang Menyesuaikan Kerja?
Jika kamu saat ini punya hobi atau passion dan juga punya modal. Maka segera jadikan passionmu itu menjadi sebuah usaha. Pelan-pelan saja dulu sambil mencari pekerjaan tetap. Jika suatu saat usahamu berhasil dan mampu menghasilkan profit yang banyak, maka kamu bisa berhenti mencari kerja dan mulai mencari pekerja.

Jika kamu akhirnya mendapatkan pekerjaan, toh kamu jadi punya skill tambahan yang mungkin akan berguna untuk pekerjaanmu.

4. Mulailah membuat blog atau youtube profesional

Membuat blog ataupun vlog tidaklah sulit. yang kita butuhkan cuma laptop, hape, dan internet. Kita bisa melihat kisah sukses beberapa blogger dan youtuber yang sudah berhasil meraup pendapatan puluhan bahkan ratusan juta dari adsense mereka.

Menulis blog ataupun membuat konten youtube yang sesuai dengan keahlian akan memberitahu pada rekruiter bahwa kita adalah ahli di bidangnya. 

Misalnya kamu sedang mencari pekerjaan sebagai programmer. Maka buatlah sebuah konten yang mengulas tentang programming. Dengan membuat konten secara profesional, kita bisa terus mengasah dan menambah kemampuan kita.

5.Ikuti info terbaru tentang dunia kerja

Mengikuti info terbaru dan mengetahui apa yang sedang dibutuhkan oleh perusahaan merupakan cara terbaik untuk memotivasi kita agar tetap semangat mencari pekerjaan.

Saat ini yang sedang banyak dibutuhkan adalah pekerjaan di bidang teknologi informasi, media, teknik, kesehatan, sales, dan customer service. Terus pantau lowongan dan jangan menyerah, rejeki siapa yang tahu.

6. Terus asah otak dengan ide-ide baru


Kita bisa berpura-pura sedang jadi seorang pekerja profesional dalam suatu bidang. Asahlah otak kita untuk memunculkan ide-ide baru tentang pekerjaan kita.

Misalnya, kita bisa memikirkan tentang sebuah strategi pemasaran yang baru, atau memikirkan tentang konsep-konsep produk baru yang bakal jadi bestseller.

Walaupun pengangguran, tidak dosa kok untuk berpura-pura sebagai seorang yang profesional. Siapa tau ide-ide tadi akan membuat kagum HRD karena kamu muncul sebagai seorang yang berwawasan dan tahu apa yang harus dilakukan di area keahlianmu.

7. Jalin relasi dan buat koneksi

Jangan cuma berdiam diri dirumah, beranjaklah keluar dan temui teman-teman. Saya pasti selalu meluangkan waktu saat weekend untuk berkumpul dengan teman-teman, sekedar ngopi bareng sambil bertukar kabar. Terkadang teman-teman kita akan membawa teman baru yang bisa jadi saat ini perusahaannya sedang membutuhkan karyawan baru.

Selain itu, coba ikutilah beberapa organisasi atau klub yang kamu sukai. Jangan malu untuk bertemu orang baru. Kita tidak tahu kejutan apa yang akan diberikan oleh orang-orang baru kepada kita.

Satu hal lagi, jangan malu untuk mengatakan bahwa kita sedang mencari pekerjaan karena informasi tidak datang tanpa dicari. Lamaran kerja yang dibawa oleh koneksi langsung antar personal, lebih dipercaya ketimbang lamaran dari orang asing yang tak dikenal.

8. Tekuni Hobi

Menurut sebuah penelitian dari Society for Personality and Social Psychology (SPSP), orang yang punya hobi cenderung lebih sehat dan bahagia. Siapa tau dari hobi jadi pundi. Sudah banyak orang-orang yang sukses dengan menyulap hobi menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan.

Hobi juga bisa menjadi ajang mencari relasi jika kita menjalin hubungan dengan orang-orang yang menekuni hobi yang sama.

Tidak bisa dipungkiri, salah satu faktor yang membuat kita lolos interview pekerjaan adalah adanya ketertarikan personal antara interviewer dengan pelamarnya. Siapa tau interviewermu punya hobi yang sama denganmu. 
...

Intinya, walaupun seorang pengangguran, bukan berarti kita harus benar-benar menganggur tanpa melakukan apapun. Menganggur hanyalah sebuah kesempatan untuk kita memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Semoga tulisan ini bisa memberi secercah harapan untuk teman-teman pencari kerja. Tetap semangat !

Sumber gambar feature: unemployedman.com

Kerja Sesuai Passion? Atau Passion Menyesuaikan Kerja?


Belakangan ini banyak orang yang ingin bekerja sesuai passion karena katanya kerja sesuai passion itu nikmat, jadi gak berasa kerja. Ah kata siapa? Gak berasa kerja itu impossible kecuali kamu passionnya nanem saham.


Keluar Dari Zona Nyaman Dengan Traveling


Traveling mungkin merupakan salah satu alasan saya untuk mencoba keluar dari zona nyaman. Pernah pada suatu ketika saat saya masih polos, saya bertemu dengan seorang backpacker bule asal Amerika di dalam kereta Pramex jurusan Jogja - Solo. Saat itu saya duduk disebelahnya dan sepanjang perjalanan kami banyak mengobrol. 


Salah satu obrolannya adalah tentang comfort zone.  Waktu itu saya belum tahu apa itu comfort zone. 

Seingatku dia bilang begini "I want to escape my comfort zone,  so i decided to travel around the world". 

Dari perkataanya, saya pikir zona nyaman itu ya cuma rasa bosan saja. Sudah, itu saja, rasa bosan.

Pernah mendengar istilah 'zona nyaman'? jika belum, maka beruntunglah saya karena bisa memberikan informasi ini kepada pembaca yang mungkin sekarang sedang berada dalam fase stagnant, merasa hidup kok begini-begini saja, tidak ada kemajuan.


Saya juga sekarang sedang berada dalam fase tersebut, tapi setidaknya saat ini saya sedang mencoba untuk keluar dari penjara 'zona nyaman' itu dengan melakukan sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. sesuatu yang di luar kebiasaan dan selama ini cenderung saya hindari.

Arti sebenarnya dari zona nyaman

(quotemaster)
Zona nyaman merupakan bagian dari masalah psikologi dasar manusia. Menurut pakar Behavioural Psychology Alasdair A. K. White dalam bukunya 'From Comfort Zone to Performance Management' mengatakan bahwa,
Zona Nyaman adalah sebuah keadaan dimana seseorang merasa terbiasa dan nyaman karena mampu mengontrol lingkungannya. Dalam keadaan ini, orang tersebut jarang merasa gelisah dan jarang mengalami tekanan yang mengakibatkan stress. 
Jadi, hal apapun yang membuat saya nyaman dan enggan beranjak pergi karena takut sesuatu terjadi jika saya meninggalkannya adalah merupakan Zona Nyaman. Takut mencoba sesuatu yang baru adalah definisi paling sederhana dari kalimat 'terjebak di zona nyaman'.

Skripsi, diet, olahraga, traveling, memulai sebuah bisnis, mencari pekerjaan - hal tersebut adalah sekian dari banyak hal yang ingin di sukseskan oleh banyak orang namun selalu gagal untuk dilaksanakan.

Kita gagal melaksanakan hal-hal tersebut bahkan sebelum dimulai karena takut akan kemungkinan-kemungkinan menyusahkan yang mengikutinya.


Jika ingin kurus maka kita harus mengorbankan makanan favorit kita, saat ingin memulai sebuah bisnis maka langsung terbayang kegagalan dan penderitaanya, saat ingin mulai mengerjakan skripsi, langsung terbayang wajah garang sang dosen.


Kita selalu menghindar dengan berbagai macam alasan dan kekhawatiran, alhasil kita akan terus terjebak dalam zona nyaman dan tidak bisa berkembang.

Keluar dari zona nyaman dengan traveling

Sumber: thegardenhale

Pasti ada yang berpikiran "Ah, saya kan juga sudah bahagia karena melakukan apa yang saya sukai". Pemikiran seperti ini merupakan pemikiran yang salah. itulah sikap avoidance. Sikap menghindar tersebutlah yang sebenarnya paling berbahaya, membuat kita terkurung di dalam zona nyaman. Bila kita mau melangkah keluar dari zona nyaman maka kita akan menemukan sumber kebahagiaan yang lebih luas lagi. 


Keluar dari zona nyaman berarti adalah keluar dari kebiasaan-kebiasaan dan berani menghancurkan pagar pembatas untuk melangkah menuju zona yang lebih besar dan bervariasi. 

Setelah keluar dari zona nyaman, untuk menuju zona misterius yang menyimpan berbagai keajaiban, kita harus melewati sebuah sungai yang cukup luas yang namanya sungai penderitaan.

Banyak yang sudah berusaha keluar zona nyaman namun balik lagi karena tidak kuat berenang menyeberangi sungai tersebut. Hanya orang-orang yang punya tekad dan semangatlah yang mampu menyeberanginya.

Zona nyaman kebanyakan adalah alasan kenapa seseorang melakukan sebuah perjalanan atau traveling ke tempat-tempat yang belum pernah kita kunjungi. Dengan mengunjungi sebuah tempat yang berbeda, kita akan dilatih untuk harus merasa nyaman di tempat yang bukan biasanya kita merasa nyaman.

Ditempat dimana kita akan bertemu orang-orang yang berbeda, bangunan yang berbeda, makanan yang berbeda, dan bahasa yang berbeda sehingga kita akan terlatih untuk merasa nyaman ditempat yang tidak nyaman.

Kita akan melihat sebuah dunia dimana banyak keajaiban dan kejutan menanti. Hidup kita akan lebih berwarna-warni seiring berlalunya sang mentari.

Featured post

Menuju Pedalaman Sumatera Selatan - Bermula di Muara Dua

"Ke pedalaman Sumatera!? Memangnya mau ngapain? Nanti diterkam macan loh! " Tanya eyang dengan polosnya saat saya menelepon be...

Paling Banyak Dibaca