Sabtu, 08 Oktober 2016

Cara Mendapatkan Air Bersih di Alam Liar


Saat kita berada di alam dimana tidak ada sumber air langsung seperti mata air, sungai, dan danau, mungkin kita dapat mencoba metode ini. Dehidrasi akan membunuh kita jika kita tidak ada persediaan air sama sekali ketika berada di alam liar yang ganas, dimana "hukum yang kuat yang bertahan" berlaku disini. Secara medis, manusia dapat bertahan tanpa makan paling lama selama satu bulan itu pun jika kita terus konsisten minum air. Namun sayangnya berbeda jika yang kita hadapi adalah kelangkaan air. Manusia hanya bisa bertahan tiga sampai enam hari tanpa air. Nah, kali ini saya akan berbagi mengenai salah satu cara mendapatkan air di alam liar yang idenya dari saudara Blue-Jazz di Instuctables.com
Untuk membuatnya, kita butuh :
  • Sekop, untuk menggali tanah. Tidak harus sekop sih, apa aja bisa dijadikan alat, termasuk tangan.
  • Wadah, kaleng bekas atau apa saja yang bisa digunakan untuk menampung air.
  • Tumbuhan / Daun, 
  • Plastik / terpal yang agak lebar.
  • Batu atau jika tidak ada bisa memakai tanah bekas galian sebagai penahan.
Langkah 1 : Gali Lubang
Gali tanah dengan ukuran sekiranya hampir sama dengan yang ada di gambar. Tidak perlu terlalu besar. Kedalaman lubangnya sekitar setengah meter. Galilah lubang ini pada malam / pagi hari karena jika siang hari tubuh akan mudah berkeringat sehingga air dalam tubuh kita akan cepat berkurang dan itu sangat berarti jika kita berada di tempat yang tidak ada sumber air sama sekali.Jika lubangnya sudah tergali, taruh wadah kaleng tadi ditengah-tengah lubang. Wadahnya harus cukup dangkal, jangan terlalu dalam. kira kira jaraknya sekitar 5 cm dari ujung lubang.


Langkah 2 : Dedaunan
Cari tumbuhan dengan daun yang berwarna hijau, semakin hijau dan lebar daunnya semakin baik, contohnya daun pisang. Taruh daunnya didalam lubang disektar wadah tadi. Pastikan lubang itu penuh dengan daun, jangan sisakan ruang sedikitpun. Saat matahari terbit sampai matahari tenggelam akan membuat air yang ada didalam tumbuhan ber-evaporasi dan terkumpul di atas penutupnya.


Langkah 3 : Penutup
Pastikan plastik penutupnya meregang menutupi keseluruhan lubang. Taruh pemberat di sisi plastik, dan taruh satu kerikil pemberat di bagian tengah di atas wadah sehingga membentuk kerucut kebawah dengan bagian tengahnya adalah wadah penampung airnya. hal ini supaya air hasil evaporasi tumbuhan akan terpusat dan jatuh di wadah penampung air.


Saat malam tiba, cek apakah air sudah terkumpul. Jika sudah maka nikmatilah kesegarannya dan hilangkanlah dahagamu.

Kamis, 06 Oktober 2016

Pantai Nongsa Pelabuhan Pulau Putri, Akan Lebih Indah Jika Tanpa Sampah




Saya kembali lagi ke perempatan yang terdapat Pos Infromasi Pariwisata dan menanyakan arah ke Pantai Nongsa yang disitu terdapat makamnya Nong Isa, salah satu tokoh penting di Pulau Batam dan menjadi asal dari nama 'Nongsa'. Penjaga dengan ramah mengarahkan saya untuk terus ke arah barat nanti di kanan jalan akan ada papan penunjuk arah Pantai Nongsa. 


Foto dari atas jembatan di Jalan Raya Nongsa
Kembali saya pacu motor kali ini agak ngebut karena sudah sore. Jalanannya kali ini lebih lebar dan lebih halus dari sebelumnya. Kanan kiri jalan juga ditumbuhi pohon-pohon lebat dengan akarnya yang besar. Saya pelankan laju motor ketika melewati sebuah jembatan dengan sungai air payau / sungai yang masih menyambung dengan laut dibawahnya yang lumayan jernih. Karena terbius dengan pemandangannya sayapun berhenti sebentar di jembatan itu. Banyak orang, muda-mudi berjejer dipinggiran jembatan saling berselfie bersama. Setelah saya perhatikan lagi ternyata ada pelabuhan / dermaga di bawah dengan satu kapal ferri kecil berlabuh. Tidak mau kalah dengan orang-orang disekitar saya pun ikut mengambil foto pemandangan dari jembatan tersebut karena matahari yang hampir tenggelam terlihat indah dari jembatan ini.


Pelataran Makam Nong Isa, Batam
Melanjutkan perjalanan, saya akhirnya sampai di sebuah papan bertuliskan 'Pantai Nongsa' dan 'Makam Nong Isa' di sebelah kanan jalan sebuah pertigaan. Saya ikuti arah sesuai dengan papan tersebut. Sekitar 50 meter di kanan jalan terdapat sebuah pelataran parkir makam Nong Isa yang berdekatan dengan masjid. Tidak jauh dari situ, tampak deretan pohon kelapa dan warung-warung pinggir pantai. 


Saung sederhana yang bisa di sewa wisatawan.

Pantai Nongsa ini cukup panjang dan berdiri beberapa saung diatas air yang seakan-akan menyekat pantai ini menjadi terlihat seperti beberapa pantai yang berbeda. Satu hal yang disayangkan adalah sampahnya buanyak banget! walaupun sudah ada tulisan dilarang buang sampah tapi tetap saja ada sampah disepanjang hamparan pasir putihnya. 


Sampah, sebuah momok yang selalu menghantui setiap tempat wisata di Indonesia.

Banyak kapal yang bersandar di peraduannya sambil terombang-ambing ombak yang bergerak pelan. Nampaknya kapal-kapal tersebut merupakan kapal penyeberangan menuju Pulau Putri, 15 menit perjalanan menggunakan kapal tradisional bermesin solar. Sayangnya jam sudah terlalu sore jadi saya tidak bisa menyeberang ke pulau putri. Pelabuhan menuju Pulau Putri sendiri terletak di paling ujung utara pantai. Saya mampir di salah satu warung dan memesan segelas kopi hitam sebagai pencair suasana dan pelicin kata-kata. Saya mengobrol beberapa hal tentang Pantai Nongsa ini dengan si abang penjaga warung, alih-alih sebenarnya saya ingin menitipkan tas, hehe.



Saya jalan dari ujung ke ujung, mendengarkan deru angin pantai yang syahdu karena sore hari ini Pantai Nongsa benar-benar sepi, hanya ada sedikit pengunjung saja, salah satunya adalah rombongan anak sekolah yang sedang asik bermain volley di depan sebuah penginapan. Setelah puas, saya kembali ke warung tadi. Abang warung masih asik bermain dengan asap rokoknya sembari menyapa saya. “Udah puas bang?” tanya dia dengan nada seolah kami sudah berkawan lama. “Sebenarnya belum puas aku bang, tapi sudah mulai gelap ini, besok lagi saja kalau ada waktu aku main sini lagi” jawabku. Setelah ngobrol-ngobrol sedikit, saya pun beranjak pulang setelah sebelumnya membayar kopi nikmat ini yang cuma seharga Rp. 5000 saja, tidak pakai mahal, parkir disini juga gratis, pokoknya asik lah Pantai Nongsa ini. Apalagi kalau tidak banyak sampahnya pasti lebih asik lagi.


Di Batam ada Pantai dimana kulit kita ga bakal gosong walaupun main pasir seharian. Tempatnya ada di pulau paling ujung Barelang.

Kapal-kapal penyeberangan ke Pulau Putri.

Ngga dapet sunset karena ternyata posisi matahari tertutup tebing

Sampah lagi, luar biasa ya?

Makam Nong Isa.

Pantainya Nongsa bagus kalau bersih.

Kapal penyeberangan antar pulau kecil.

Sebuah resort yang penuh dengan yacht terlihat dari Pantai Nongsa 

Sendiri dalam syahdu ditemani lagu rindu yang tak menentu.

Senin, 19 September 2016

Pantai Kampung Nongsa, Pantai Tanpa Ombak di Batam





So..akhirnya saya sampai di persinggahan tepat pukul setengah sepuluh. Masih terlalu pagi untuk kemana-kemana dan motor baru tersedia jam dua siang. Akhirnya siang itu saya habiskan hanya dengan bermalas-malasan sambil browsing tempat-tempat yang wajib di kunjungi di Batam. Saya juga download offline maps-nya Google Maps siapa tau nanti disana tidak ada sinyal. Kenikmatan saya bermalas-malasan terganggu dengan panasnya udara di Batam, sampai anginnya juga ikut panas. Menurut sebuah wangsit yang datang kepadaku, panasnya Batam dikarenakan Batam dikelilingi oleh laut sehingga angin-angin hambar tanpa oksigen menyelimuti pulau Batam. Kebetulan juga di daerah saya tinggal tak nampak pohon-pohon besar sebagai pemasok oksigen, alhasil udaranya panas dan agak lembab.

Minggu, 18 September 2016

Selamat Datang di Batam, Negeri 1001 Ruko


Batam. Siapa sih yang tidak tau Batam? Kota industri dan perdagangan yang ada di bagian barat Indonesa, salah satu pulau terdepan Indonesia yang paling maju diantara pulau garis depan lainnya. Aura dan wangi lembaran rupiah yang cukup kuat di Batam mampu menjadi magnet yang menarik para perantau dari seluruh Indonesia untuk mencari peruntungan di sini. Konon dari sumber yang tidak begitu bisa dipercaya menyebutkan bahwa jumlah perantau di Batam mencapai 75% dari total populasi warga Batam, hampir seperti Jakarta. Jumlah pulau yang ada di Batam mencapai 329 pulau dengan pulau utamanya yakni Pulau Batam, Rempang, dan Galang atau biasa disingkat Barelang. Nama Barelang sendiri menjadi salah satu nama Jembatan yang menghubungkan pulau-pulau ini, yakni Jembatan Barelang yang menjadi salah satu ikon Kota Batam. Katanya, belum afdhol ke Batam kalau belum foto di Jembatan Barelang.

Dari hanya sebuah pulau nelayan orang Melayu menjadi sebuah pulau perdagangan yang sukses, itulah Batam. Dulu katanya, orang Melayu yang disebut sebagai “Orang Selat” sudah menempati pulau ini sejak tahun 231 masehi (sumbernya wikipedia) dengan persebaran kampungnya berada di bibir-bibir pantai. Pulau inilah yang menjadi medan perjuangan Laksamana Hang Nadim dalam menumpas penjajahan bangsa Portugis di Kerajaan Melaka. Namanya sekarang menjadi nama bandara dengan landasan pacu terpanjang di Asia yang panjangnya mencapai 4km, mengalahkan Changi dan Narita, yaitu Bandara Hang Nadim, Batam dengan kode IATA : BTH.

Gerbang masuk alun-alun Batam
Saya menumpang pesawat Lion Air dari JOG menuju BTH jam 07.00 AM, dengan rasa was-was ketinggalan pesawat karena saya baru check in jam tujuh kurang seperempat, sampai-sampai nama saya berulang kali dipanggil lewat intercomm, hehe. Saya menuju ke nomor bangku dimana saya sudah check in memilih duduk disamping jendela tapi ternyata oh ternyata sudah ada yang punya. Sebenarnya mau saya tegur karena dia merebut tempat duduk saya tapi ya sudahlah karena dia cewek siapa tau bisa dapet nomer teleponnya. Bla bla bla ternyata cewek ini orang Aceh yang baru lulus kuliah di Jogja, lumayan dapet nomer :P .


Sampai di Batam jam sembilan pas. Saya sudah dijemput keluarga yang ada di Batam. Begini nih asiknya punya banyak saudara dan teman, bisa numpang-numpang. Dari Bandara menuju rumah keluarga saya sangat dekat, hanya sepuluh menit perjalanan. Namun, ada satu hal yang tidak saya sukai di Batam yaitu mereka menggerus bukit-bukit subur yang asri menjadi rata untuk dibangun perumahan dan ruko-ruko. Sepanjang jalan, yang saya lihat adalah tanah tandus berdebu dengan traktor dan alat-alat berat lainnya. Pemandangan semacam ini bakal selalu kita lihat jika berkunjung ke Batam terutama di pinggiran kota. Perluasan pembangunan di Batam dilakukan secara masif, kalau di ibaratkan, Batam ini surganya para kontraktor pembangunan. Seakan-akan kota ini sedang ngebut untuk menyaingi tetangganya, Singapura. 


Walaupun pertama agak kecewa dengan pemandangan di Batam untuk pertama kalinya, namun setelah beberapa hari disini saya agak lebih lega karena melihat pusat kota Batam yang asri dan hijau terutama daerah Baloi. Ditengah-tengah kota terdapat daerah resapan air yang berupa danau yang luas dikelilingi oleh pohon-pohon yang rimbun. Pemandangan elok ini bakal kita jumpai jika hendak menuju daerah Batu Aji melewati jalur Simpang Jam. Pemandangan di daerah Nongsa yang terkenal dengan resort dan pantainya yang katanya indah juga ditumbuhi pohon-pohon yang hijau dan rimbun. Mungkin sekarang Batam sedang banyak-banyaknya menelan pil pahit demi kesehatan di masa yang akan datang.

Banyak tempat yang akan saya kunjungi di Batam karena saya cukup lama berada disini. Jalan di batam sangat mudah untuk di hapalkan. Tata kota dan jalannya juga bagus. Beberapa tempat yang saya kunjungi adalah pantai-pantai di Pulau Rempang dan Galang, pantai-pantai di daerah Nongsa, pantai di daerah kota, pulau-pulau di sekitar Batam dan juga wisata belanja. Jadi dengan senang hati, saye mempersilahken anda anda semua untuk menyimak kelanjutan kisah saye di Batam berkiut ni :


Wisata Pantai di Batam, Pantai Nongsa (1)



Pantai Cakang, Pantai di ujung Kepulauan Barelang

Minggu, 03 April 2016

Pantai Mandorak, Surga Kecil di Balik Batu Karang


….Lanjutan Cerita di Danau Weekuri. 

Selepas kami puas bermain-main di Danau Weekuri, kami menuju pantai yang sebelumnya kami lewati saat perjalanan menuju danau Weekuri yaitu Pantai Mandorak dengan sebuah rumah adat milik warga Perancis. Tidak ada pos penjagaan, tidak ada portal. Kami tinggal masuk saja. Tidak ada orang selain kami berdelapan. Pantai Mandorak jadi berasa pantai pribadi saja. Ada sebuah perahu nelayan yang tengah bersandar di atas pasir putih pantai mandorak yang menambah indah pemandangan. Pohon-pohon kelapa di belakang pantai juga seakan menambah dekorasi keindahan pantai ini. Ombak yang masuk lewat celah diantara dua batu karang membuat ombaknya berhempas agak kuat jadi harus agak hati-hati kalau bermain air karena tarikan ombaknya cukup kuat.



Party time! Langsung kami ceburkan diri ke dalam air laut yang berwarna biru kehijauan itu, menyegarrkaan sekaliii! Kontur pasirnya yang agak landai membuat saya bermain guling-gulingan dari atas sampai jatuh ke air, asik coy! Wes, pokoke terserah sampeyan mau guling-guling mau salto mau kayang, terserah wes, soale mau ngapain aja bakal asik kalau disini. Paket Pantai Mandorak dan Danau Weekuriini  merupakan paket Combo yang wajib kamu dapatkan kalau berkunjung ke Sumba Barat Daya. Jangan sampai di lewatkan. Pemandangan sepanjang jalan juga bagus, hutan dan sabana, kuda, babi dan anjing. Kita juga bakal melewati kampung-kampung adat dan warganya yang ramah-ramah. Saran saya sih kalau ke Sumba jangan terlalu eksklusif lah, naik mobil ber AC yang penting sampai tujuan terus foto-foto tanpa ada interaksi dengan desa dan masyarakat sekitar mana asik bro, ga ada esensinya, ga ada pelajaran yang bisa kamu dapet, CMIW, hehe.


















Selasa, 08 Maret 2016

Jalan-Jalan Malam di Makam Raja Mataram


Hayoo..denger kata jalan-jalan ke makam atau kuburan di malam hari pasti bulu kuduk kalian pada berdiri?? hehe. Tapi makam yang satu ini beda loh dengan makam-makam lainnya yang angker atau dalam bahasa jawa disebut wingit. Makam Raja Mataram yang terletak di Kota Gede merupakan makam dari Panembahan Senopati, Ki Ageng Pemanahan, dan orang-orang penting lainnya di Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat.

Selasa, 02 Februari 2016

Seramnya Kuntilanak Dibalik Indahnya Bukit Ayu di Kaki Gunung Slamet


Masih di sekitar Purbalingga, jadi mumpung saya lagi mudik maka saya sempatkan untuk menjelajah tempat-tempat yang belum terjamah di daerah Purbalingga untuk menggali potensi-potensi pariwisata di kota Purbalingga ini supaya industri pariwisatanya semakin maju. Mbolang kali ini,  saya di temani tiga orang ekpslorer Purbalingga yang sudah malang melintang di ranah petualang Purbalingga yaitu Jipeng, Ole, dan Fito. Tujuan kali ini sebenarnya adalah Gunung Kelir yang terletak di kaki Gunung Slamet. Bukan gunung sih, hanya bukit yang terlihat menantang langit dari jalan, membayangi kebun-kebun strawberry disekitarnya.

Kamis, 21 Januari 2016

Air Terjun Eksotis di Curug Sumba, Purbalingga


Tidak saya sangka ternyata di kota kecil Purbalingga yang dikalangan para pelancong hanya dikenal dengan Gunung Slamet, sementara untuk para pebisnis dikenal dengan industri rambut dan knalpotnya terdapat sebuah air terjun atau bahasa daerahnya "curug" yang menurut saya sangat eksotis dan keren abis. Letak curug ini juga ternyata tidak disangka berada dibawah sebuah jembatan kecil di sebuah desa bernama Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Bobotsari. Sebelumnya saya pernah mencoba kesini saat saya pulang dari Desa Wisata Limbasari dan mendapat info dari penduduk sekitar kalau ada sebuah Curug yang letaknya tidak jauh dari Jalan Raya Bobotsari - Karangreja namun setelah saya kesana teryata zonk! karena sungainya sedang banjir. 

Senin, 18 Januari 2016

Camping Asik di Pantai Krakal, Gunung Kidul, Yogyakarta


Weekend kemarin untuk menyegarkan kondisi otak beberapa teman yang sudah bekerja (baca : saya pengangguran) saya mengajak mereka untuk refreshing. Kasihan melihat muka kusut dan bete mereka karena kerjaan yang numpuk, sementara saya muka kusut karena nyari kerjaan, keren kan? Tujuannya yaitu pantai Guung Kidul (lagi) karena langsung di pinggir jalan dan tidak repot, begitu sampai bisa langsung mendirikan tenda, hehe. Berbekal mobil dan perlengkapan camping sewaan kami pun meluncur hari sabtu sore menuju Pantai Krakal. Rute menuju pantai Krakal bisa dilihat disini, lokasinya bersebelahan dengan Pantai Sadranan, hanya dipisahkan tebing karang saja.

Sewa Alat Outdoor / Camping Murah Berkualitas di Yogyakarta - Kanopi Adventure



Jika kalian naik gunung atau sekedar camping ceria pastinya kalian akrab dengan yang namanya persewaan alat outdoor kan? keberadaan rental alat outdoor sangat membantu karena bisa meringankan beban biaya buat yang uangnya pas-pasan untuk membeli kelengkapan olahraga outdoor dan juga bisa meringankan beban bawaan terutama jika kalian berasal dari luar kota. Yogyakarta mempunyai banyak sekali spot-spot camping, seperti di pantai-pantai Gunung Kidul, Gunung Nganggeran, Kulonprogo, dll. Selain itu Jogja juga dekat dengan beberapa Gunung ternama seperti Merapi, Merbabu, Lawu, Sindoro dan Sumbing. Kebanyakan para traveler pasti transit di Jogja dulu entah itu naik pesawat atau kereta api sebelum melanjutkan ke tujuan utamanya. Salah satu faktor yang menyebabkannya adalah karena Jogja itu ngangenin!

Jumat, 15 Januari 2016

Melihat Kepercayaan Marapu di Kampung Adat Wee' Lewo


Dataran tinggi Wewewa di Sumba Barat Daya menyimpan ke eksotisannya tersendiri. Alam yang hijau dan alami berbaur dengan misteriusnya sebuah kampung adat yang bernama Wee' Lewo, di Desa Mareda Kalada, Wewewa, Sumba Barat Daya. Kunjungan kali ini, kami full team, sepuluh orang dengan motor sewaan mendaki bukit-bukit terjal membelah hutan dan terseok-seok di jalan pengerasan yang belum keras sama sekali. Alhasil, yang mbonceng harus turun karena jalannya sangat eksentrik. Jika dari Tambolaka bisa melewati jalur utama Tambolaka-Waikabubak (Sumba Barat) dengan jarak sekitar 30 km.

20 Tips Sebelum Berangkat Traveling Ke Luar Negeri

Ismir, Turkey, by Meg Mitchell
Jika kamu baru mau bepergian atau liburan ke luar negeri untuk pertama kalinya, mungkin kamu butuh sedikit pencerahan supaya nantinya liburanmu mulus dan lancar tanpa ada masalah. sebagai pemula world traveler ada baiknya kamu terlebih dahulu mengunjungi negara-negara yang dekat-dekat saja, seperti traveling ke Singapore misalnya. Berikut ini 20 tips yang harus kamu siapkan sebelum memulai perjalananmu ke luar negeri.

Kamis, 14 Januari 2016

Menyibak Kabut Gunung Beser Purbalingga


Cuaca sore hari ini begitu buruk. Petir bersahut-sahutan di angkasa. Saya hanya bisa memandang pasrah karena acara nge-camp sore ini batal karena hujan . Sebenarnya saya berencana untuk eksplorasi sebuah gunung di Kecamatan Karang Jambu, Kabupaten Purbalingga bersama seorang teman. Sebuah gunung yang terlihat menjulang bila dilihat dari jalan dan belum pernah di eksplorasi untuk kegiatan wisata. Gunung ini juga terlihat di cerita saya sebelumnya saat saya berada di Desa Wisata Limbasari. Nama gunung itu adalah Gunung Beser.

Minggu, 10 Januari 2016

Camping Asik Di Pantai Sundak Gunung Kidul



Waktu menunjukan pukul delapan malam ketika para bujangan ini gegap gempita sibuk sendiri menata peralatan camping yang harus dibawa. Rencananya kami bertujuh akan mengadakan camping bujangan di pantai Gunung Kidul yang nyaman, aman, dan tenteram. Setelah browsing sana-sini maka ketemulah tempat camping asyik di Gunung Kidul bernama Pantai Sundak. Selesai packing langsung meluncurlah kami dengan mobil sewaan seharga Rp. 250.000 untuk waktu sewa selama 24 jam. 

Sabtu, 09 Januari 2016

Tips Recommended Untuk Mendapatkan Tiket Pesawat Murah


Tiket pesawat oh tiket pesawat…tinggi sekali kamu disana. Pasti banyak dari kita yang pengen melancong tapi bingung karena waktu liburan yang super singkat. Ingin lewat jalur darat atau laut tapi lama dan ribet sampe pusing tujuh keliling. Pesawat itu memudahkan kita untuk pergi kemana saja dalam waktu yang singkat dan tanpa ribet walaupun sebenarnya esensi dari proses perjalanan atau berpetualang itu sendiri hampir tidak ada. Bayangkan kita kan mau traveling, tapi gak lucu dong masa baru dua jam langsung sampai tujuan. Dimana kesannya coba? Haha

Jumat, 08 Januari 2016

Jalan-Jalan Sore di Desa Wisata Limbasari Purbalingga


Masih saja belum habis wisata yang ada di Purbalingga. Purbalingga mempunyai banyak sekali obyek wisata, dari wahana wisata buatan, beberapa spot untuk rafting, puluhan air terjun, dan puluhan lokasi tracking bukit yang menyuguhkan pemandangan alam yang indah. Tidak mengherankan, karena Purbalingga mempunyai letak geografis pegunungan terutama di daerah utara.

Mumpung lagi mudik, saya coba-coba nyari hestek Instagram dan hasilnya waoww…banyak sekali tempat yang ajiib yang harus dikunjungi di Purbalingga. Kemarin sore saya sempatkan waktu untuk mengunjungi Desa Limbasari di Kecamatan Bobotsari Purbalingga. Desa Limbasari menyuguhkan Panorama Perbukitan yang berjejer dan juga sungai klawing dengan batu-batu besar yang eksotis. 

Perjalanan dari kota Purbalingga menuju Limbasari ditempuh dengan waktu 30 menit mengendarai supra butut saya. Cara menuju kesana cukup mudah. Jadi kalau dari arah Purbalingga terus ikuti jalan utama menuju Bobotsari. Sesampainya di Bobotsari ikuti jalan menuju Kec. Karangreja / Pemalang. Sekitar 10 menit nanti di kanan jalan ada plang DESA WISATA LIMBASARI. Dari situ masuk masih sekitar 10 menit. Kalau bingung tanya saja dengan penduduk sekitar.

Rabu, 06 Januari 2016

Pantai Menganti, Melihat Laut Lepas Dari Atas Bukit


Haloo om..tante, balik lagi karo nyong, Abeng Sagara di acara idiotraveler ( baca : Idios Travelos). Sapa sih sing ora ngerti kebuman? kae lho jalur ngidul sing arep ming jogja nek koe sekang arah kulon...lah sori gaes saya kebablasan pake bahasa daerah sendiri :p . Yup, Kalau kamu dari arah barat ( Jawa Barat so on) mau wisata ke Jogja lewat jalur darat bagian selatan pasti akan melewati kota Kebumen. Kota yang dibesarkan oleh para sopir truk, bus, angkot, dll, dikarenakan Kebumen merupakan kota yang dilewati oleh jalur utama Jalan Nasional dari arah barat menuju timur.