Senin, 29 Desember 2014

Biografi Singkat Marco Polo, Seorang Tokoh Traveler Sejati



Marco Polo lahir 15 September 1254 di Venesia, Italia, dia merupakan seorang penjelajah dan pedagang berkebangsaan Eropa yang memiliki kisah petualangan yang mengesankan. Kisah petualangan Marco Polo begitu terkenal karena gambaran Marco Polo akan tempat-tempat yang ia singgahi begitu memikat. 

Marco Polo memulai perjalanannya ketika ia berusia 17 tahun. Ketika itu ia melakukan perjalanan bersama dengan ayahnya, Niccolo dan pamannya, Maffeo. Mereka merupakan orang barat pertama yang melakukan perjalanan ke Jalur Sutera ke Cina dan mengunjungi Kublai Khan. Marco Polo kemudian mencatat perjalanannya dalam sebuah buku Il Milione.

Sabtu, 20 Desember 2014

Melihat Pertunjukan Wayang Dalang Manteb Dengan Sinden Bule


Menyambut hari jadi Kabupaten Purbalingga ke 182 yang jatuh pada tanggal 18 Desember, Pemerintah menggelar beberapa hiburan untuk masyarakatnya, salah satu diantaranya adalah pementasan wayang kulit yang diadakan dua hari berturut-turut yakni hari selasa dan rabu kemarin. Sayangnya hujan turun pada pagelaran wayang yang pertama sehingga jumlah penontonnya hanya sedikit. Baru pada pementasan kedua yang digawangi oleh dalang beken Ki Manteb, jumlah penontonnya lumayan banyak. Padahal, sebelum pentas dimulai, hujan turun sangat deras. Namun ajaibnya saat acara dimulai, hujan perlahan-lahan mereda, seperti yang dikatakan oleh Ki Manteb sendiri " Tenang wae, nek wis mulai wayangane li insyaallah udane mandek, merga Gusti Allah". Ki Manteb merupakan dalang yang beken karena menjadi ikon salah satu obat sakit kepala.

Jumat, 19 Desember 2014

Tips Melatih Otot Supaya Bisa Traveling Berhari-hari



Supaya saat kita traveling selalu fit dan bugar, kita perlu memperkuat tiga bagian utama - bahu, pergelangan kaki, dan otot inti-dengan melakukan latihan ini, diharapkan kamu dapat melewati segala rintangan yang berat.

Kekuatan otot tidak hanya diperoleh dengan angkat beban saja. "Jika anda tersandung didalam medan yang sulit, latihan ini membantu anda untuk pulih lebih cepat dari biasanya" Kata juara angkat besi, Dan John. Latihlah gerakan ini tiga kali dalam seminggu, dan kegiatan backpackingmu bakal lebih mudah dan menyenangkan. simak tips dari backpacker.com berikut ini.

Kamis, 18 Desember 2014

Menyepi di Air Terjun Curug Kali Karang, Purbalingga


Jalan-jalan kali ini saya berkesempatan mengunjungi salah satu curug di Purbalingga yang berada di kecamatan rembang, yakni curug Kali Karang. Curug ini berada di desa Tanalum, dari terminal losari masih terus ke atas. Jika hendak kesana, tanyakan saja pada warga di sekitar situ, soalnya rute jalannya rumit. Untuk masuk ke area curug ini saya harus melewati jalan offroad yakni jalan berbatu dan berkerikil yang naik turun. harus sangat berhati-hati ketika mengendarainya, lengah sedikit bisa-bisa tergelincir. Kebetulan saya kesana pas hujan sedang turun, jadi saya harus extra hati-hati.

Senin, 15 Desember 2014

Pendakian Gunung Sindoro via Kledung

Sumbing, Merapi, dan Merbabu dilihat dari Sindoro
Beberapa bulan kemarin saya bersama dua orang teman melakukan pendakian ke puncak gunung Sindoro, Wonosobo, Jawa Tengah, namun baru sekarang ini saya sempat mempublikasikannyam mumpung lagi mood. Sindoro merupakan gunung yang masih perawan, karena dibagian badan gunungnya tidak terjamah oleh manusia, beda dengan sumbing yang pada bagian badan gunungnya sudah ditanami oleh penduduk. karena kealamiannya tersebut, Sindoro sering sekali mengalami kebakaran hutan.


Jumat, 05 Desember 2014

Tips Fotografi Landscape Saat Traveling


Helo sobat, di postingan ini saya akan berbagi beberapa tips dalam melaksanakan fotografi landscape. Tips ini diberikan oleh Mister Robert Caputo, selaku fotografer dari media National Geografi sebagai panduan singkat para fotografer pemula dalam melakukan hunting foto landscapenya. Simak baik-baik wejangan dari mister,

Sabtu, 29 November 2014

Menyibak Kabut Gunung Api Purba Nglanggeran

 
Jumat lalu teman-teman satu kos saya berangkat camping ke Gunung Purba Nglanggeran di Gunung Kidul, Yogyakarta. Berangkat sore hari dari Yogyakarta. Gunung Nglanggeran adalah sebuah gunung api purba berumur sekitar 60 juta tahun yang terletak di kawasan Baturagung, bagian utara Kabupaten Gunung Kidul pada ketinggian sekitar 200-700 mdpl.

Teletak di desa Nglanggeran Kecamatan Patuk, tempat wisata ini kurang lebih memakan waktu sekitar satu setengah jam dari kota Yogyakarta. Basecamp berupa pendapa dengan warung-warung makanan warga disekitarnya. Tarif untuk mendaki hanya Rp. 3000, bermalam hanya Rp. 5000, murah bukan? Tidak usah khawatir dengan persediaan makanan ketika naik gunung. Tinggal turun sebentar untuk beli makan kemudian naik lagi juga tak apa.

Jumat, 21 November 2014

Tips Fotografi Human Interest Dalam Traveling


 Halo sobat, kali ini saya akan berbagi pengetahuan tentang fotografi Human Interest (HI). Walaupun saya masih pemula dalam hal foto-memfoto, namun saya akan coba berbagi dengan sobat sekalian terutama tentang fotografi yang berhubungan dengan dunia traveling. Apa itu Fotografi Human Interest? merupakan suatu seni fotografi yang mengedepankan manusia sebagai objek interest-ketertarikannya. 

Fotgrafi HI ini sangat diperlukan dalam sebuah traveling terutama untuk mengabadikan objek manusia ditempat yang kita kunjungi. Kan ngga asik kalo cuman motret landscape-nya saja. Nah, dalam traveling yang menjadi fokus utamanya adalah kegiatan manusia sehari-hari, kegiatan budaya, kondisi fisik, dll yang mencerminkan sesuatu yang khas dari tempat yang kita tuju. Misalnya kalau kita ke Yogyakarta, yang menjadi human interest kita adalah ciri-ciri manusia yang khas kota Yogyakarta, misalnya bapak-bapak memakai baju tradisional Jogja, ibu-ibu pake kemben, dll. Contohnya berikut ini :

Jumat, 14 November 2014

Warung Kopi Sederhana yang Bersahaja


Seorang lelaki tua dengan uban sebagai warna rambutnya.
Keriput sebagai make-up-nya tengah sibuk meracik kopi di warungnya yang sederhana.
Bekerja seorang diri namun raut mukanya segembira pengantin muda.
Kadang si kuntum bunga mawar kecilnya membantu dengan semangat.
Warung kopi sederhana yang bersahaja.

Bukan AC sebagai penyejuk, hanya kipas angin tua tergantung di langit-langit sedang memusingkan dirinya sendiri.
Bukan sofa empuk yang kududuki, hanya kursi resepsi berwarna merah tua yang lapuk termakan usia.
Bukan TV layar datar sebagai temannya, hanya sebuah TV layar cembung 12 inch tua yang digerumuti semut-semut.
Bukan hasil karya fotografer ternama yang tertempel di dinding, namun lukisan sederhana dengan bingkai kayu tua menutupi dindingnya yang lapuk.
Bukan espresso machine  merk terkenal yang dia punya, hanya termos air panas kembang-kembang menyirami kopi ke sebuah cangkir tua.

35 toples bertuliskan macam-macam kopi lokal tersusun berderet-deret di sebuah rak abu-abu yang berdiri dengan gagah di tengah ruangan.
Jangan khawatir soal harga yang selangit, seperti di coffeeshop-coffeeshop terkenal itu.
Cukup uang sepuluh ribu yang nanti akan di kembalikan setengahnya.


Di warung kopi bapak tua bersahaja ini aku merasakan suasana pecinta kopi sejati.
Seorang tua yang selalu tersenyum di masa senjanya dalam kesederhanaan itu.
Sebuah warung kopi sederhana yang bersahaja.

Oemah kopi Oemah Sedulur, Yogyakarta

Sabtu, 08 November 2014

Photo Story: Pasar Hewan Purbalingga



Mumpung lagi mudik alias balik kampung, saya sempatkan untuk sekedar menengok pasar hewan Purbalingga yang letaknya berada di sebelah terminal utama kota Purbalingga dan di belakang pasar Segamas. Pasar ini ya sebenarnya pasar hewan biasa yang menjual beraneka jenis hewan, ibarat kebun binatang mini, mulai dari bermacam-macam jenis burung, ayam, sapi, kambing, kelinci, kucing, marmut, dan hewan-hewan langka dilindungi (entah ada ijinnya atau tidak) seperti burung kakak tua jambul kuning, kukang, lutung, dll. Yang spesial di pasar hewan pada hari ini adalah , hari ini merupakan hari pasaran yakni kamis. Pasar hewan Purbalingga mempunyai hari pasaran pada hari senin dan kamis. Nah, pada saat hari pasaran itu, tidak hanya pedagang hewan saja yang meramaikan pasar, namun juga turut serta pedagang baju, peralatan rumah tangga, peralatan pertukangan, barang antik, obat-obat tradisional, dan lainnya.

Pasar hewan purbalingga juga terdapat lapak-lapak permanen khusus penjualan sepeda, kayu gelondongan, gerabah, perkakas, dll. Asiknya jalan-jalan waktu hari pasaran disini yakni banyak dagangan aneh-aneh yang ditawarkan dari pedagang-pedagang yang datang dari berbagai kecamatan di Purbalingga, bahkan dari luar kota seperti Banjarnegara, Purwokerto, Banyumas, Cilacap, Pemalang, Tegal dan Kebumen.


Selain itu, suasana tawar menawarnya mengingatkan saya pada film-film tentang petualangan zaman dulu yang mengisahkan jual-beli pada pasar/ bazaar tradisionalnya dengan barang dagangan yang eksotis.Ya, hampir seperti itulah pasar hewan ini. Namun, bagi anda yang gampang mual , sebaiknya bawa masker / penutup hidung, soalnya bau hewan beserta kotorannya sangat menyengat, hehehe :D . So, cek foto-fotonya meen! (jelek ga papa, yang penting foto, hehe :P )

Sabtu, 11 Oktober 2014

Download Font Huruf Jawa (Ha Na Ca Ra Ka...), Hidup Jawa!!

Sekedar Intermezzo...

Siapa yang berasal dari Jawa?? Cung! Kalo kamu orang Jawa, kamu kudu download ni font aksara Jawa! kudu! (orang luar Jawa juga boleh kok, dengan senang hati :-) )



Kita sebagai orang Jawa seharusnya mengutamakan kebudayaan sendiri! masak bahasa Inggris lancar, Mandarin iso, Prancis lumayan, Jerman fasih, Jepang di luar kepala. Tapi bahasa dan huruf tempat kelahiran sendiri ga bisa? malu dong sama Gareng, Petruk, Bagong dan Semar. (saya juga lupa-lupa ingat sih, hehe ^^v)


Nah kehadiran font aksara Jawa yang di prakarsa oleh Budi Sayoga dkk dari Purwokerto ini (wah bahasane inyong kie!) memudahkan kita dan berjasa kepada kita, masyarakat Jawa untung melestarikan budaya kita sendiri supaya tidak tertinggal oleh pesatnya kemajuan teknologi di era globalisasi ini. Beliau-pun menciptakan website resmi bagi yang ingin mendownload font aksara Jawa ini beserta tutorial, pengenalan bahasa dan aksara Jawa, jenis-jenis, unggah-ungguh, dst.


Ini website resminya http://hanacaraka.fateback.com/

Tata caranya seperti ini :

1. Download font aksara Jawa atau Hanacaraka.


2. Download juga tutorial PDF penggunaan font aksara Jawa/ Hanacaraka tersebut.


3. Install Font pada control panel, fonts , File dan Instal New Font atau copy type Font dan paste di folder Font.

4. Baca dengan seksama dan teliti, atau jika capek melototin layar bisa di print saja kurang lebih berjumlah 12 halaman.

5. Lalu tinggal di pakai tuh font sesuai selera.

Sebenarnya ni udah lama ada, cuma saya baru tau sekarang, kalau yang sudah punya ya syukur, kalau yang belum pada punya ya ayo cepat download! aja kesuen!

Sabtu, 30 Agustus 2014

Berburu Batu Mulia Di Sungai Klawing

Jembatan Gantung Sindang, Purbalingga.
Purbalingga - Sungai Klawing merupakan sungai utama di Kabupaten Purbalingga yang juga merupakan sungai terbesar. Sungai ini membelah Purbalingga dari utara ke selatan. Bermula dari kaki gunung Slamet kemudian terus mengalir kebawah atau keselatan melewati beberapa kecamatan dan akhirnya bermuara di daerah Congot pada pertemuan antara Sungai Klawing dan Sungai Serayu.

Kamis, 21 Agustus 2014

Apakah Tuhan Itu Ada? Sebuah Renungan



Saya sudah menyelesaikan membaca buku Cogito Allah Sum! karya Lalu Mohammad Zaenudin. Buku yang amat bagus bagi para pencari tuhan, didalamnya banyak terdapat pertanyaan-pertanyaan tentang ke exist-an Allah. Saya akan membagi beberapa ilmu kepada teman-teman yang telah saya pahami dan mengerti dari buku ini. Bismillah.....

Selasa, 29 April 2014

Singgah di Rumah Kopi OBAMB



 Well sore tadi saya sempat mampir ke kota Purwokerto dengan tujuan pertama yaitu bersilaturahmi ke tempat teman saya, e teman saya ngajak ngopi-ngopi di salah satu  warung kopi, namanya Rumah Kopi OBAMB, teman saya akhirnya terdampar di jln brigjend encung no 9 Purwokerto, lokalisasi, eh maksudnya lokasi bersemayamnya Rumah Kopi Obamb ini, kalo dari arah Unsoed tuh lurus terus sampai pertigaan lapangan belok kanan, terus kanan lagi terus belok kiri, nanti di kanan jalan akan nampak sebuah ruko yang didepan-nya nampak kursi dan meja dari kayu gelondongan,hehe. Berhubung kunjungan ini bersifat mendadak jadi saya tidak sempat membawa kamera, jadi di posting ini saya pasang fotonya dari akun facebook-nya OBAMB sendiri, :-P. So, mari kita lihat ada apa saja didalamnya...

Minggu, 27 April 2014

Saatnya Membuat Outdoor Gear Sendiri


Saya sempat prihatin melihat fenomena di dunia pendakian dan backpacking beberapa tahun belakangan ini. Kenapa? Karena kok sepertinya menjadi sebuah ajang pamer yang bergengsi. Baik di alam maupun di sosmed, ramai-ramai memamerkan alat-alat outdoornya yang mahal dan bermerek. Bahkan yang bekasan alias awul-awul sisa impor juga laku keras, terutama yang bermerek (termasuk saya, :P). Upload foto di depan tenda berlogo daun. Upload foto lagi masak pake kompor keren. Upload lagi kedinginan pake jaket logo fosil burung purba, dll. Bahkan di lapangan juga jarang sekali saya lihat yang pake gear seadanya , kecuali yang masih pemula.

Tips Survival: Perencanaan Survival Kit


Perencanaan survival itu merupakan sebuah kesadaran bahwa mungkin sesuatu dapat terjadi dan menempatkan kita pada situasi dimana kita harus bertahan hidup. Hal ini dapat terjadi pada siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Dengan mengantisipasi dan membuat rencana survival, berarti kita sudah mencuri start dalam mempertahankan nyawa kita. Perencanan survival berarti adalah persiapan. Persiapan berarti menyiapkan alat-alat survival yang dibutuhkan dan tahu bagaimana menggunakannya.

Survival tidak hanya untuk orang yang akan mendaki gunung atau yang terdampar di pulau terpencil saja. Orang yang bepergian menggunakan kendaraan seperti touring juga membutuhkan survival. Masyarakat yang tinggal didaerah bersalju sudah mempersiapkan segala sesuatunya dalam menghadapi medan mereka. Misalnya mereka menggunakan roda salju pada kendaraan mereka, membawa serta sekop, garam, dan selimut tebal. Contoh lainnya adalah kita bisa menemukan pintu darurat baik di elevator, pesawat, kereta, bus trans, dll. Itu menandakan bahwa segala sesuatu sudah dipersiapkan untuk menghadapi segala kemungkinan terburuk.

Persiapan juga bisa dilakukan dengan sederhana, yaitu dengan mengetahui rute perjalanan kita dan buat familiar dengan daerah disekitar kita. Intinya, persiapan darurat itu sangatlah penting!

Pentingnya Perencanaan

Rencana kemungkinan darurat / pencegahan yang detail sangat berguna dalam menghadapi berbagai kemungkinan kondisi survival. Salah satu aspek penting dari perencanaan pencegahan ini adalah obat-obatan preventif. Dengan asumsi bahwa kita tidak punya masalah kesehatan dan immun tubuh kita kuat, maka dapat menghindarkan kita dari kemungkinan kematian lebih cepat. Itulah mengapa pada beberapa pendaftaran ekspedisi, atau kegiatan yang mempunyai tingkat survive yang tinggi mengharuskan surat keterangan sehat dari dokter.



Baca juga Tips Bila Tersesat di Alam Liar

Mempersiapkan dan membawa survival kit (alat-alat pendukung survival) juga tidak kalah pentingnya dari masalah kesehatan di atas. Alat-alat ini secara ajaib mampu menambah umur kita dan menunda kematian. Hampir semua pesawat terbang militer punya survival kit pada kursi lontarnya tergantung pada daerah mana yang akan mereka tuju. Ada kit untuk survival air, gurun, dan hutan.
Sebelum mempersiapkan survival kit mu sendiri. Ketahui dulu misi atau tujuan perjalananmu, kondisi lingkungan sekitar, dan alat-alat yang akan dibawa.

Survival Kits



Lingkungan merupakan kunci untuk mempersiapkan apa saja yang perlu di bawa dalam survival kit kita. Banyaknya peralatan survival yang akan kita bawa bergantung pada bagaimana kita akan membawanya. Survival kit yang akan dibawa bersama tubuh kita, tentunya haruslah lebih kecil dari yang ada pada kendaraan. Selalu lapisi survival kit kita, taruh alat yang paling penting bersama tubuh kita. Misal kompas, peta, pisau, harus selalu ada pada saku kita.


Selalu memilih alat yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan (multifungsi). Jangan bawa satu-satu, itu hanya akan menambah beban dan tempat. Tempat yang digunakan untuk menaruh alat-alat survival juga harus kuat, yang paling penting adalah tahan air atau waterproof, mudah dibawa, dan bisa dikaitkan bersama tubuhmu.

Dalam survival kit harus ada :
-P3K
-Tablet pemurni air ( water purification tablet), bisa dibeli di apotik atau toko kimia
-peralatan pemantik api
-perlengkapan pemberi sinyal
-perlengkapan untuk (membuat) makan dan minum
-perlengkapan kemah / shelter
Contoh dari peralatan diatas :
-korek api, pemantik api manual, korek api kayu tahan air
-senar kawat
-kaca sinyal / kaca SAR
-Kompas
-Alat pancing ikan
-lilin
-tablet untuk diare dan infeksi (oxytetracyline)
-Lablet pemurni air
-Selimut / Lembaran aluminium foil
-pisau operasi / scalpel,
- alat jahit, benang dan jarum
- Kondom untuk penyimpanan air
- Pisau
-dll

Ini merupakan gambaran umum tentang bagaimana pentingnya persiapan dalam bertahan hidup. Penjelasan detail mengenai apa yang harus dibawa ada pada artikel-artikel berikutnya. Tetep pantengin blog keren ini sob!

Baca juga Tips-Tips Lainnya, supaya persiapan perjalanan kamu semakin matang!

Sabtu, 26 April 2014

Tips Survival: Yang Harus Dilakukan Jika Tersesat atau Terdampar di Alam Liar


Beberapa waktu lalu berita-berita di televisi maupun surat kabar dan media online ramai dengan kasus pendaki hilang dan juga orang-orang yang terdampar karena kecelakaan kendaraan transportasi. Apa perbedaan antara tersesat dan terdampar? Tersesat itu jika kita tidak tau dimana kita berada dan tidak tau arah mana yang akan dituju, sedangkan terdampar itu kita tau sedang berada dimana tapi orang lain tidak tau. Tidak ada salahnya jika kita ikut waspada untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu hal tersebut terjadi pada kita. Sebenarnya, apa yang harus dilakukan sih jika kita tersesat? terutama di alam liar?  Menurut sebagian besar buku survival, tim SAR, website, dll, Ada beberapa tips dan peraturan yang harus kita ikuti dalam permainan "petak umpet" ini...

PERATURAN # 1 : Sebelum kita pergi jauh atau akan menjelajah alam liar, kita harus memberitahu seseorang kemana kita akan pergi dan kapan kira-kira akan pulang. Hal ini supaya jika kita tersesat dan tidak pulang-pulang, tim pencari akan tau dimana harus mulai mencari kita.


Baca juga Tips Merencanakan Survival Kit

PERATURAN # 2 : Jika kamu tersesat atau terdampar karena kendaraan yang macet atau kecelakaan pesawat. Lebih baik untuk tetap berada dekat dengan kendaraan atau pesawat. Akan lebih mudah bagi tim pencari untuk menemukanmu dalam posisi yang tetap daripada mencari orang yang bergerak atau gerombolan orang yang tidak tau kemana mereka berjalan.

Tapi jika tidak ada kendaraan ataupun pesawat karena kamu jalan kaki (mendaki gunung / jelajah hutan) dan kamu tidak tau dimana sekarang sedang berada,sekali lagi lebih baik untuk tetap berada pada satu posisi daripada mondar-mandir tidak jelas, yang ada malah kemungkinan semakin menjauh dari tim pencari.

Tapi jika kamu melanggar PERATURAN 1 dengan tidak memberitahu kemana kamu pergi, kamu bisa melewati PERATURAN 2, dan langsung menuju...

PERATURAN 3 : JANGAN PANIK! panik membuat kita tidak bisa berpikir jernih dan tenang, S.T.O.P! Stop, Think, Observe, Plan! Berhentilah sejenak, tenangkan pikiran dan rileks, berpikirlah kemungkinan sekarang kamu berada dimana, Perhatikan sekelilingmu dan coba balik arah siapa tau kamu mengenali sedikit daerah yang kamu lewati tadi. Jika tidak mengenali daerah sekitar, berhentilah dan duduk sebentar. Rencanakan apa yang harus dilakukan.

Coba dengarkan tanda-tanda peradaban, atau perkampungan. Dengarkan apakah ada suara mesin kendaraan, suara adzan, pabrik, suara gergaji mesin, dll yang akan menuntunmu ke luar dari belantara. Jika tidak ada, cobalah mencari tempat atau dataran yang lebih tinggi dan coba lihat dari atas adakah bangunan, masjid, jalan, kabel listrik, asap, yang bisa memberi petunjuk. Jika tidak ada dataran yang lebih tinggi, coba panjat pohon terdekat yang paling tinggi.
Jika kamu tidak menemukan adanya suara maupun bangunan yang menandakan peradaban maka coba cari jika ada sungai, atau aliran air kecil, dan ikutilah alirannya, tidak hanya bisa mensuplai air minum, biasanya aliran.akan membawa kita menuju sebuah perkampungan ataupun jalan raya.
Tapi jika belum menemukan apapun yang seperti disebutkan di atas, maka lebih baik berhenti dan mulai membangun sebuah kemah atau shelter sementara dan mulai membuat api sebelum hari mulai lembab dan gelap. Lakukanlah sebuah tindakan survival untuk menyelamatkan nyawamu dan nyawa teman-temanmu.

Panduan-panduan survival lainnya seperti cara membuat shelter, membuat api, mencari makan, air, dll akan di update kemudian, stay on track with me!


Minggu, 13 April 2014

Pendakian Gunung Merapi: Menggapai Puncak Garuda


Day 2: Puncak Garuda, Here I Come! - 05:00

Lanjutan dari Pendakian Gunung Merapi: Tersesat di Jalur Kartini

Capeknya dan hangatnya batu bara membuat tidur saya cukup lelap. Subuh, tiba-tiba serasa ada tangan lembut yang menyentuh pipiku, seakan ingin membangunkanku dai tidur pulas. Ah senangnya, di pagi yang dingin seperti ini saya dibangunkan oleh sentuhan lembut wanita idaman. Angan itu seketika lenyap karena ternyata itu bukanlah tangan lembut, melainkan kaki teman saya yang nempel di pipi. Sedih. 

Saya terbangun dan melihat handphone yang mendadak jadi sedingin es menunjukan pukul setengah lima. Teman saya yang lain terlihat sudah ada yang berangkat ke puncak. Sebagian lainnya masih meringkuk nikmat di atas matras. Kami, terutama cowok tidur tanpa tenda. Karena masih ngantuk, saya tetap dalam posisi tiduran sambil ikut meringkuk. 

Saat pikiranku sedang mengembara entah kemana, Anna, teman satu kelasku yang menurutku berparas dan berperawakan cukup 'menarik' mengajak saya untuk segera menyusul rombongan yang sudah berangkat duluan ke pasar bubrah. Dia tampak sudah segar dan siap bertempur. Rambutnya pendek model bob, mengenakan jumper distro warna hijau. Dia satu-satunya cewek tomboy di kelasku. 

Foto bersama Anna. Sumpah deh, kami tidak ada hubungan apa-apa kok.
Setelah membasahi muka dengan segenggam air, saya segera mengemasi barang-barang yang diperlukan. Sleeping bag, dan semacamnya saya tinggal untuk mengurangi beban. Toh tidak di pakai ketika summit attack. Ada beberapa bule yang lewat di depan saya. Waktu itu tempat camping kami berada di jalur pendakian, dan itu salah! jangan di tiru ya. Herannya, bule-bule itu hanya memakai t-shirt, celana pendek dan sebuah tas ransel kecil saja. Mungkin suhu sejuk begini bagi mereka masih terasa hangat yah?


Baca juga Kumpulan Tips-Tips Mendaki Gunung Biar Ngga Kewalahan Seperti Saya

Matahari sudah mulai bersinar dan mengeluarkan semburat kemerahan. Saya dan Anna mulai berjalan, di ikuti oleh beberapa teman yang memang sudah bersiap-siap sebelumnya. Saya menyusuri jalan sempit sepanjang igir. Jalannya terbuka dan berada di ketinggian sehingga kami bisa melihat pemandangan dibawah walaupun masih agak gelap. Gerombolan awan tampak sangat dekat di bawah kami, seperti sekumpulan kapas-kapas putih. Ah andaikan awan itu bersifat padat, ingin rasanya saya melompat ke awan tersebut.



Mulai mendaki tumpukan batu di depan pasar bubrah.
Sekitar setengah jam perjalanan di temani sunrise melewati jalan berbatu yang cukup datar saya sampai di pasar bubrah. Disini terdapat prasasti-prasasti dan monumen untuk mengenang rekan-rekan pendaki yang wafat dalam pendakian merapi. Di pasar bubrah sudah ada banyak orang. Sekitartiga puluh persennya adalah orang-orang bule. Beberapa merupakan pendaki dari India dan Jepang. 

Saya berhenti sejenak di pasar bubrah untuk melihat pemandangan yang amat mengagumkan, epic! Benar-benar Tuhan itu maha sempurna dan maha pencipta segalanya. Pemandangan di sebelah kanan saya adalah Gunung Merbabu yang dikelilingi awan yang benar-benar indah. Sayang saya tidak sempat melihat sunrise karena telat naik. Saya merasa seperti berada di negeri kahyangan. Di pasar bubrah sendiri ada sekitar tiga tenda. Setelah selesai foto-foto, saya melanjutkan Pendakian Puncak Gunung Merapi.


Saat mendongak ke atas, pemanangan seperti ini bakal membuat down siapa saja.
Sebelum sampai di puncak, saya harus mendaki tumpukan batu-batu vulkanis yang memebtuk sebuah gunung kecil dari batu dimana di balik itu adalah puncak sekaligus kawah Gunung Merapi. Pendakian lumayan sulit karena harus pandai-pandai memilih pijakan yang tepat, kalau salah bisa fatal akibatnya. Kenapa? karena sepanjang jalur adalah batu hidup - batu yang tidak setabil dan rawan longsor / jatuh sehingga bisa membuat kita terpeleset atau mengenai pendaki di bawah kita. Satu jam setengah adalah waktu yang saya perlukan untuk menaiki puncak pasar bubrah dalam Pendakian Gunung Merapi ini. Cukup lama karena jalur sempit, pendaki banyak, serta jalannya harus pelan dan hati-hati.


Kesabaran itu membuat kami akhirnya sampai di Puncak Gunung Merapi. Gunung paling aktif di Indonesia! Pemandangan yang ada di puncak hanyalah batu-batuan berwarna putih karena tertutup debu vulkanik dan di tebing-tebing yang di jurangnya terdapat sumber belerang. Kawah Merapi tampak mengeluarka kepulan asapnya, menggetarkan siapa pun yang melihatnya. Kami duduk-duduk di bebatuan sambil memandangi deretan awan di langit biru yang cerah. Langit yang cerah membuat Gunung Merbabu, Lawu, Sindoro-Sumbing terlihat di kejauhan. 


Anna di atas puncak Garuda sebelum erupsi 2010
Puncak Garuda Gunung Merapi terlihat menjulang menantang setiap pendaki untuk menaikinya. Puncak Garuda merupakan titik tertinggi dan simbol penaklukan merapi. Beberapa teman saya sudah antre di bawahya menunggu giliran untuk menaikinya. Saya tidak begitu antusias untuk mencobanya jadi saya hanya melihat mereka saja sambil menghisap sebatang kretek. Teman-teman yang tadi masih terlelap satu per satu mulai tampak dengan muka kegirangannya karena berhasil menaklukan Puncak Gunung Merapi ini. Saya pun begitu.

Day 2: Let's Go Home - 08 : 00


Pukul delapan pagi kami turun gunung dan mengemasi semua perlengkapan kemah. Semuanya terlihat puas. Sesampainya di basecamp, teman-teman kelihatan lebih dekat dan akrab dibandingkan waktu pertama kali. Bahkan beberapa dari mereka di kemudian hari menjadi sepasang kekasih. 

Mungkin ini salah satu alasan kenapa banyak orang suka mendaki gunung. Karena gunung itu teman, gunung itu cinta.


Minggu, 06 April 2014

Pendakian Gunung Merapi: Tersesat Di Jalur Kartini



Ini hanyalah cerita lama ketika saya masih awal-awal kuliah, sekitar tahun 2009. Sebuah reminder dikala Puncak Garuda masih berdiri kokoh sebelum hancur karena Gunung Merapi meletus pada 2010.


Beberapa waktu yang lalu tanggal 1 Agustus 2009 kemarin, saya dan kawan-kawan geografer mengadakan ekspedisi menuju puncak Gunung Merapi untuk memandu kawan-kawan dari KEMANGGA (Kesatuan Mahasiswa Purbalingga) yang akan mengadakan pendakian ke puncak merapi dengan jumlah keseluruhan sekitar 40 orang, sekitar lima belasnya perempuan. Perjalanan tersebut sudah seperti perjalanan wisata saja, mengingat pendakinya banyak dan tidak hanya berasal dari rombongan kami saja.


Truk pasir yang mengangkut kami
Day 1: Pemberangkatan - 14:00

Dimulai dengan acara pengecekan dan technical meeting yang rencananya diadakan sehabis duhur atau setengah satu. Karena mungkin sudah jadi tradisi dan budaya orang indonesia kali ya buat ngemolor-molorin waktu, akhirnya acara tersebut "ngaret" satu jam dari setengah satu ke setengah dua. 

Awalnya saya tidak berencana untuk ikut pendakian ini tapi pas pukul setengah satu tersebut, Ardhi, salah satu pemandu menghubungi saya untuk ikut pendakian, dan tanpa pikir panjang saya pun segera bersiap-siap. Berhubung tas carrier saya dipinjam oleh teman saya yang kebetulan juga ikut pendakian tersebut maka dengan buru-buru saya meminjam tas ransel ke teman saya yang lain. 

Selesai persiapan, saya langsung menuju ke lokasi pemberangkatan yang bertempat di depan kantor dekanat FIS UNY. Setelah pidato pemberangkatan dari ketua kemangga dan ketua mahameru (Pecinta Alam FIS UNY) kami langsung naik kendaraan yang sangat nyaman, murah, dan sejuk, yaitu sebuah truk pengangkut pasir. Tak apa lah, nyaman-nyaman saja selama tidak ada yang buang 'gas beracun'. Kami menggunakan jalur pendakian Selo, Boyolali yang memakan waktu dari jogja sekitar dua jam.

Saat itu kami belum mengenal pakaian outdoor branded layaknya pendaki gunung kekinian. Pakaian yang kami gunakan seadanya.
Day 1: Basecamp Selo - 16:00

Setelah sekitar dua jam kami digoncang dengan jalan yang naik turun dan berliku dalam posisi berdiri dan mungkin sebagian menahan hasrat buang air kecil yang dikarenakan udara dingin, kami sampai di basecamp selo yang berupa pendopo. Rencanya pendakian akan dimulai sehabis Sholat Isya. Tiga jam menunggu kami habiskan untuk mengisi perut, pemanasan, dan adaptasi udara yang dingin. Rombongan dari tim lain juga sudah hadir disitu,mereka dari UGM sekitar sepuluh orang.

seusai sholat isya,kami bersiap untuk berangkat, tim kami dibagi menjadi tiga kelompok. Satu kelompok diisi sekitar tiga belas orang. Saya kebagian berada di kelompok satu. Perjalanan dimulai dari basecamp selo melewati jalan aspal sekitar dua puluh menit menuju New Selo (menara pandang merapi), jalannya sangat menanjak. Karena sebelum pendakian saya tidak melakukan pemanasa, maka nafas saya terasa sangat berat, mungkin juga akibat saya terlalu banyak menghisap rokok.

Dari New Selo, perjalanan yang sebenarnya  akhirnya dimulai. Pertigaan new selo kami ambil jalan lurus. Jalan tanah melewati perkebunan penduduk. Namun tiba-tiba salah satu rekan saya mengalami sakit perut. Jadi terpaksa sebentar-sebentar kami berhenti. Setelah sekitar satu jam perjalanan, sakit rekan saya tadi mereda dan kami pun dapat melanjutkan perjalanan. 

Di akhir perkebunan, kami berhenti sejenak sekitar sepuluh menit untuk menjaga jarak dengan kelompok dua supaya tidak terlalu jauh. Kami melihat pemandangan yang lumayan beauty, dengan pemandangan Gunung Merbabu di depan saya yang samar-samar terlihat oleh cahaya bulan yang amat terang disamping kanannya lalu lampu-lampu kota yang berkerlap-kerlip bak bintang-bintang dibawahnya. Sayangnya dalam kelompok kami tidak ada yang membawa kamera jadi pemandangan yang langka tersebut tak ada publikasinya.

Anak-anak KEMANGGA angkatan 2009, dan beberapa penyusup.
Day 1: Lost? - 21:45

Jalur pendakian New Selo terdiri dari dua jalur yaitu jalur regular dan jalur Kartini yang curam dan terutup semak belukar karena jarang dipakai. Rencananya, kami tiga kelompok tersebut akan berkumpul dahulu di watu gajah atau pos pertama dan bersama sama lewat jalur biasa. Namun takdir berkata lain. Dalam kondisi gelap karena kami sudah memasuki hutan, jalannya sangat sulit untuk dilacak. Pemandu di depan kami, mas Aji (saya menjadi juru kunci yaitu penjaga belakang) sudah yakin bahwa jalannya sudah benar. Tapi lama-lama jalannya terasa aneh, semaknya semakin rimbun seperti belum pernah terjamah manusia. Jadi di jalur ini kami seperti sedang membuka jalur baru. Akhirnya kami sadari bahwa kami benar-benar tersesat.

Kami berhenti sejenak, kemudian memutuskan untuk terus berjalan kedepan. Mendaki terus dengan jalan yang terjal yang di kanan kiri nya adalah jurang. Bahkan kami sampai harus merangkak seperti sedang wall climbing. Kemungkinan saat di pos pertama kami salah jalan mengambil jalur sebelah kiri, yaitu jalur Kartini. Karena belum ada yang pernah lewat jalur ini maka kami sangat buta akan arah.


Biar tidak tersesat seperti saya, baca Tips Traveling Apa Yang Harus Di Lakukan Saat Tersesat.

Sementara itu, teman-teman perempuan sudah mulai panik dan mengeluh. Mereka minta istirahat sebentar, mengatur nafas dan pikiran yang sudah kalut. Sambil istirahat saya iseng berteriak "GEOGRAFI UNY!" sampai tiga kali namun belum ada jawaban. Lalu saya berteriak lagi "WOOOOOYYY!", teman-teman yang lain juga ikut berteriak. Selang berapa detik ada sahutan dari atas kami dan meneriakan "KEMANGGA?" dan kami jawab "YAAA!". Ternyata kami berada tidak jauh dengan kelompok lainnya. Setelah tersesat beberapa saat tadi. Perasaan kami semua pun menjadi lega. Dengan bersemangat kami langsung kembali berjalan lagi.

Jalanan sangat gelap, penerangan hanya menggunakan senter sawah.

Day 1, Reuni - 22:30

Sekitar lima belas menit melewati jalan yang juga dipenuhi oleh semak belukar, kami melihat ada sekitar tiga sorotan lampu senter dari atas. Kami langsung bergegas menuju arah lampu tersebut. Ternyata mereka adalah kelompok dua yang dipandu oleh mas Ardhi. Akhirnya kami ketemu juga dengan rekan-rekan yang lain. Memang benar bahwa kelompok saya tadi melewati jalur kartini karena kami bertemu mereka di sebuah persimpangan jalan. Lega sudah perasaan kami selamat dari liputan berita koran pagi.

Kami beristirahat lagi di persimpangan tersebut untuk regrouping. Banyak batu-batu besar disitu dan amat berdebu. Dalam sorotan cahaya senter, badan kami semua benar-benar kotor oleh debu karena cuacanya terang jadi tanahnya kering dan berdebu. Selang sepuluh menit, kami melihat beberapa sorotan lampu senter lagi yang ternyata itu adalah kelompok tiga. Akhirnya kami reuni juga dengan teman-teman yang lain.


Reuni dengan kelompok 1
Jalur di depan semakin menanjak dan berganti menjadi jalan kerikil berbatu. Badan benar-benar terasa pegal, apalagi bahu saya. Singkatnya sekitar jam dua belas malam kami sampai di pos kedua. Sebenarnya kami berniat mendirikan tenda di pasar bubrah. Namun pasar bubrah merupakan sebuah dataran luas di bawah kaldera yang berbatu jadi hembusan angin di pasar bubrah cukup kencang dan juga agak rawan oleh longsoran batu. Pasar bubrah sendiri yaitu sebuah dataran luas sebelum melakukan pendakian puncak Gunung Merapi. Di pasar bubrah pemandangannya lumayan indah dan biasanya yang tidak kuat lagi naik ke puncak akan merasa cukup puas hanya sampai disitu saja. Karena suasananya sudah seperti di puncak maka disebut puncak pertama. 

Kami mendirikan tenda di Pos 2 yang merupakan sebuah igir pegunungan atau tulang belakang sebuah gunung karena bentuknya yang memanjang di atas bukit. Tempatnya sangat sempit dan di kanan kirinya adalah jurang. Disitu angin menerpa kami dengan amat kencang, sampai-sampai kami sangat kepayahan saat memasang tenda. Batu bara yang kami bawa susah menyala, kami harus meniup sampai pipi kempot. Keadaan sangat amat tidak memungkinkan untuk tidur, namun para ladies sepertinya cukup mudah tertidur. Mungkin karena saking capeknya. 


Mengelilingi batu bara sambil bercengkrama
Kami beristirahat diisi dengan mengelilingi api batu bara sambil saling bercerita dan berbagi pengalaman. Tentunya ditemani oleh tembakau dan kopi. Tak terasa teman-teman yang tadinya semangat begadang satu persatu tertidur lelap oleh rayuan suara alam.

Baca lanjutannya Pendakian Gunung Merapi: Menggapai Puncak Garuda

Selasa, 25 Maret 2014

Camping dan Tanam Pohon di Gunung Prau via Patak Banteng


Gunung Prau terletak di Pegunungan Dieng, tepatnya di Desa Patak Banteng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Kalau kita mau ke Dieng dari arah Wonosobo, nanti di kiri jalan sebelum sampai di Dieng akan ada basecamp pendakian Gunung Prau Patak banteng yang terletak tepat di bawah kaki Gunung Prau disebelah masjid yang saya lupa namanya. Di Gunung Prau ini selain mendaki, saya bersama teman-teman infogunung Jogja juga melakukan kegiatan tanam pohon di sabana Gunung Prau

Baca Juga Pendakian Gunung Merapi, Sindoro, dan Lawu.
Saat saya kesana, untuk simaksi / ijin pendakian cukup membayar Rp. 5.000. Mas-mas penjaga basecamp sangat ramah dan asik buat ngobrol. Di basecamp ada warung kelontong, warung makan, dan mas-mas basecampnya juga jualan alat-alat outdoor import loh! semacam The North Face, Columbia, Mountain Hardware, Mammuth, dll , tapi kondisi bekas, alias awug-awug. Jangan heran kalau masyarakat disekitar basecamp memakai jaket gunung yang lebih branded dari pada yang kita pakai.

Minggu, 23 Maret 2014

Tips Membuat Itinerary Atau Rencana Perjalanan


Rencana perjalanan atau disebut juga itinerary merupakan satu hal yang penting dalam traveling. Bayangkan saja jika kamu bepergian tanpa ada rencana yang jelas, bisa-bisa waktu anda terbuang percuma hanya untuk ubek-ubek kebingungan mencari dan memikirkan sebuah destinasi.

Terkadang itinerary itu tidak begitu penting bagi beberapa traveler profesional. Namun merencanakan itinerary sebaiknya dilakukan bagi para pemula. Informasi tentang daerah tujuan juga dapat diperoleh dari portal-portal wisata yang tersebar luas di seantero penjuru internet, tinggal surfing saja. Berikut ada beberapa tips dalam menyusun itinerary :

1. Pastikan dulu berapa lama kita akan bepergian. Kapan berangkat dan kapan harus pulang. Dengan kepastian lamanya perjalanan, maka akan memudahkan kita dalam perencanaan selanjutnya.

2. Apa tujuan melakukan perjalanan tersebut. Tujuan bisa bermacam-macam, seperti hanya berwisata, kunjungan kerja, study tour, mengamati kehidupan masyarakat setempat, menikmati alam, mengamati budaya, dll. Dari tujuan kita, maka nantinya dapat diprioritaskan objek-objek utama yang akan kita kunjungi.

3. Pastikan dimana akan tinggal. Akankah kita tinggal di hostel, tempat teman, atau bahkan menggelandang. Tempat kita tinggal untuk sementara menjadi acuan penting dalam penentuan jam-jam kunjungan kita. Dengan kepastian dimana akomodasi kita, kita dapat menyesuaikan kapan waktu istirahat. Jadi kita bisa menentukan di mana saja kita akan berteduh.

4. Cari tahu segala informasi mengenai daerah tujuan. Yang paling utama adalah informasi mengenai fasilitas publik, transportasi, destinasi, dan akomodasi.

5. Perlu diingat, ada objek wisata yang hanya bisa dinikmati pada waktu-waktu tertentu. Selalu ada destinasi yang hanya bisa di kunjungi pada saat malam hari, atau pagi hari. Masing-masing destinasi akan memunculkan pesonanya pada waktu-waktu tertentu. Contohnya, sunset, sunrise, tempat nongkrong, jam kerja masyarakat (untuk pengamatak kegiatan masyarakat). Hal ini harus selalu diingat, terutama bagi backpacker dengan tujuan hunting travel photography. Jadi cek lagi apakah susunannya sudah benar.

6. Usahakan jadwal kunjungan dilakukan secara sambung-menyambung antara satu objek dengan objek lainnya dengan orientasi jarak.

7. terakhir, cara menulis itinerary yang baik adalah dengan sudah memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan terkecil (biasanya kemungkinan buruk) yang siap menghadang ditengah-tengah kunjungan kita. Jadi siapkanlah Plan B. Karena mungkin saja cuaca tidak mendukung, atau barangkali kita kehilangan sesuatu, tertinggal kereta, dll. Dengan adanya Plan B, maka kita masih punya cadangan rencana yang sudah diperkirakan sebelumnya.


Sekarang, buatlah rencana perjalananmu, namun jangan terlalu terpaku kepada rencana perjalanan. Biarkanlah petualanganmu mengalir secara fleksibel. Rencana perjalanan hanya sebagai fokus saja. Selamat mengeksplor!

Hati-hati juga dengan barang-barang yang kamu bawa didalam ranselmu, simak tips Mengamankan Ransel Saat Bepergian, biar aman!

Minggu, 16 Maret 2014

Tips Mengamankan Tas Ransel Saat Traveling

image wildcanvas-outdoor
Backpacker identik dengan ransel besar dan berat yang selalu dibawa kemana-mana. di dalam tas tersebut pastilah berisi barang-barang yang digunakan untuk menunjang kehidupan para backpacker sekalian selama dalam perjalanan. Misalnya saja didalamnya pasti terdapat baju-baju, surat-surat berharga, barang-barang elektronik seperti laptop, kamera, gadget, gps, dll. Nah barang-barang tersebut sangat rawan bila hanya dimasukan ke dalam ransel. Apalagi bila si pengguna ransel tersebut memiliki kepribadian yang sedikit ceroboh. 

Selain itu, keamanan di daerah tempat kita melakukan perjalanan juga menjadi salah satu faktor hilangnya ransel/backpack. Terutama di negara-negara terbelakang atau berkembang dimana mereka sangat antusias melihat turis-turis asing masuk ke dalam negeri mereka. Stigma yang menggelayuti pikiran penduduk tersebut adalah pikiran dimana mereka mengira turis itu pastilah mempunyai uang yang banyak, sehingga sekali saja anda lengah, maka say goodbye saja kepada ransel anda. seperti yang pernah dialami oleh Agustinus Wibowo saat hendak mengeksplor mongolia, "baru saja sepuluh menit sampai, kamera sudah raib!" katanya.

Maka simaklah beberapa tips agar terhindar dari kehilangan ransel beserta isinya :

1. pastikan ransel selalu tertutup. Terutama saat sedang berada di tempat umum. Sekali saja kita lengah, maka akan memberikan kesempatan bagi tangan-tangan jahil untuk menyusupkan tangannya kedalam ransel. Misalnya kita sedang naik kereta dan duduk berdesak-desakan, eh ternyata kita tidak sadar kalau ternyata ranselnya terbuka. Hal demikian merupakan kesempatan empuk bagi si pencuri.

2. Belilah gembok / kunci untuk ransel yang biasa di kuncikan pada resleting. Belilah gembok ransel tipe kode pengaman, jangan yang memakai kunci. Sekarang banyak tersedia gembok-gembok untuk traveler dengan ukuran kecil, ringan dan harga terjangkau. Hal ini cara mengamankan tas ransel yang paling rekomended

3. Usahakan isi didalam ransel berada pada titik minimum, namun efisien dan efektif. Jika ransel berat, maka kita akan sering meletakkannya. Jika lengah, maka bukan tidak mungkin ransel kita akan kecolongan.

3. Hati-hati dengan tanda atau label pengenal yang kita pasang di ransel. Logo semacam 'Apple' atau 'Canon' memberi sinyal bahwa mungkin ada peralatan elektronik yang mahal di dalam ransel. Contohnya bila kita menggunakan ransel hadiah dari produsen elektronik, atau tas tas laptop dan kamera.

4. Waktu melakukan packing, letakkan barang-barang berharga di bagian tengah ransel dan melapisinya atau membungkusnya dengan pakaian. Jika seandainya pencuri merobek ransel dengan pisau atau silet ketika kita sedang berada di tempat yang ramai, diharapkan mereka hanya mendapatkan pakaiannya saja.

5. Pastikan tali ransel dibalut atau diikatkan pada bahu atau kaki jika memungkinkan. Merupakan hal yang umum di beberapa negara modus operandinya adalah pencuri naik sepeda motor sambil merampok ransel dan langsung kabur (terutama negara yang banyak sepeda motornya, seperti di asia Tenggara).

6. Buatlah label identitas yang berisi segala sesuatu tentang identitas kita seperti nama, alamat, email, akun fb, twitter, dll. Kemudian pasangkan di ransel, tujuannya adalah, bila ada orang "baik hati" yang menemukan ransel kita, diharapkan dapat segera menghubungi kita.

7.  Ketika naik bis yang makan waktu lama, duduklah pada sisi yang sama dengan bagasi di mana ransel kita disimpan, sehingga tiap saat bis berhenti, dengan mudah kita bisa mengawasi dan memastikan ransel Anda tidak diturunkan.

Kehilangan ransel saat sedang melakukan perjalanan bukanlah suatu hal yang kecil. hal ini berdampak besar pada kelangsungan perjalanan anda. Kehilangan barang-barang bawaan bisa terjadi dalam waktu yang amat singkat, bahkan tanpa sepengatuhan kita. Jadi tetaplah dan selalu waspada!


Mungkin kamu juga butuh panduan membuat rencana perjalanan?

Rabu, 05 Maret 2014

Unprofessional Profession



Kita semua dulu pasti pernah ditanyakan oleh seseorang ketika kita masih kecil dan imut-imut, biasanya si penanya ngomong seperti ini "adek kecil, besok kalo udah gede cita-citanya mau jadi apa?". lalu sebagian dari kita ada yang menjawab "jadi tentara om!" "jadi dikter om!" "jadi guru om", dan jadi-jadian yang lainnya. Lalu kenapa dulu kita menjawab cita-cita kita? ya karena kita mungkin waktu kecil ingin melindungi negara ini, maka kita ingin menjadi tentara, mungkin kita ingin mengobati orang sakit maka kita bercita-cita ingin menjadi dokter. Harapan tersebut agaknya memang indah dan sesuai dengan tujuan apa yang harus dilakukan oleh profesi tersebut.

Minggu, 02 Maret 2014

Definisi, Sejarah, dan Jenis Backpacker


Backpacker dalam kamus besar bahasa inggris berarti "a hiker who wears a backpack". Namun semakin kedepan definisi tersebut semakin bertambah luas, tidak hanya difungsikan untuk "a hiker" saja, tapi juga untuk wisatawan, traveler, eksplorer yang melakukan kunjungan wisatanya dengan menggunakan ransel besar/backpack dengan tujuan supaya mudah dalam mobilitasnya.

Logikanya adalah, penggunaan backpack berarti si pengguna mempunyai mobilitas yang tinggi dalam setiap kunjungannya. Nah, mobilitas yang tinggi berarti si backpacker selalu berpindah-pindah tempat, tidak hanya pada satu tempat saja. Mungkin karena selalu naik transportasi umum, kemudian karena barang bawaannya juga banyak. Jadi kesimpulannya adalah Backpacker merupakan seseorang yang bepergian ke suatu tempat dengan tujuan tertentu dengan budget yang minim, serta perbekalan yang seadanya yang dapat digunakan untuk menunjang kehidupannya.

Rabu, 19 Februari 2014

Cara Membuat Secangkir Cappuccino Sederhana



Sore ini, saatnya melakukan kebiasaan 'kopi sore'. Menikmati kopi di sore hari sambil baca koran dan menghisap rokok, betapa nikmat hidup ini.

Tapi, sore ini saya tidak begitu ingin kopi hitam yang strong, ingin menikmati kopi yang smooth-smooth saja. Salah satu yang memenuhi persyaratan tersebut adalah latte dan cappuccino. Tapi berhubung saya lagi kere-hore alias ga punya uang, alias tanggal tua (bagiku setiap hari merupakan tanggal tua,huahaha), jadi saya ingin menikmati cappuccino namun tanpa pergi ke Coffehouse. Setelah saya buka-buka beberapa buku tentang kopi di rak buku saya, akhirnya saya menemukan suatu cara membuat Cappuccino sederhana tanpa espresso maker dan steamer. Mau tau caranya? let's check this out!

Selasa, 11 Februari 2014

12 Tips Menjadi Seorang Travel Writer Proffesional



Saya akhir-akhir ini sedang berminat untuk menekuni hobi travelling, selain mengasyikan, tentu saja menambah pengalaman dan kenalan baru. Bukan itu saja, selain hal-hal yang telah saya sebutkan tadi, ternyata ada beberapa keuntungan jika kita hobi traveling, yaitu menjadi Travel Writer. Apa itu Travel Writer dan bagaimana caranya? 

1. Apa Keistimewaan Travel Writer?

Traver writer adalah pekerjaan impian yang bikin orang lain iri. Sebab seorang travel writer terhindar dari pekerjaan yang membosankan: duduk di belakang  meja selama 8 jam sehari. Berkutat dengan belenggu rutinitas.
Inilah alasan mengapa Anda sebaiknya menjadi travel writer:

1. Menjadi traveler berarti menjadi lebih baik dan pintar.  (Sebelum traveling Anda harus riset : gooling, membaca Peta, literature buku pendukung, dan sebagainya).

2. Saat traveling, kita menaruh perhatian lebih besar terhadap apa yang kita lihat, alami, dan rasakan - pengalaman traveling menjadi lebih kaya.

3. Punya keistimewan untuk melihat tempat-tempat rahasia yang orang biasa tidak bisa menikmatinya. Misalnya : Cara pembuatan roti unyil, atau “behind the scene” sebuah produk.

4. Travel writer adalah profesi yang fun.

5. Tema-tema traveling yang bisa ditulis jumlahnya tidak terbatas. Media yang menulis tentang traveling makin banyak dan jika tulisan kita berkualitas maka kita akan kebanjiran order. Sisi lain travel writer  adalah : wisata kuliner, wisata religi, review hotel, review produk, resensi buku, dan sebagainya.

6. Bisa memeperoleh banyak penghasilan, jika tahu mengelola tulisan, foto, dan aspek-aspek penting traveling.

7. Banyak pihak yang ingin bekerja  sama atau dipromosikan oleh travel writer. Tourism board, airlines, hotel, resort, spa, café, club, restoran, pengusaha handicraft, produsen gadget, produsen makananan dan minuman, dan sebagainya.
2. Di manakah Posisi Kita Sekarang?
Ada 7 tingkatan yang harus dilalui sebelum menjadi travel writer sesungguhnya. Di manakah posisi kita sekarang?
  1. Berlatih menulis
  2. Berlatih memotret
  3. Posting di blog, facebook, twiter
  4. Kirim ke media
  5. Buat portfolio
  6. Gunakan portfolio untuk menjual diri
  7. Menjadi spesialis


3. Prinsip Penulisan Traveling
Prinsip penulisan traveling adalah kita sendiri yang harus traveling. Mulailah traveling di kota tempat kita tinggal. Tulisan traveling bukan fiksi, penulis di larang 'mengarang indah'.
Artikel harus menarik. Membuat pembaca seolah-olah bisa melihat dan mendengar. Mendorong pembaca untuk traveling ke sana. Saran saya : Belilah koran hari Minggu yang memuat beberapa artikel tentang traveling. Karena sekarang jamannya gadget, maka coba jalan-jalan / blog walking ke blog traveler terkenal dan pahami gaya penulisannya.
4.Tulisan Traveling yang Bagus
Tulisan traveling yang bagus meliputi hal-hal sebagai berikut.
  1. Berawal dari tempat atau subyeknya.
  2. Si penulis membuat tempat/subyek itu hidup melalui pemaparan fakta aktual, deskripsi yang detail, anekdot, informasi karakter, dialog berlian, atau humor yang konyol.
  3. Menunjukkan pemahaman si penulis dalam menguasi tempat/subyek tulisannya.
  4. Berhasil “membawa” pembaca ke di tempat itu.
  5. Sebaiknya berupa feature human interest- atau seperti cerpen. Dengan menggunakan kata ganti orang pretama.
  6. 90 % personal insight, 10% informasi yang disisipkan untuk memperkaya tulisan.
5. Tugas Utama Travel Writer
Kelima tugas utama seorang travel writer adalah:
  1. Nikmati
  2. Potret
  3. Tanya-interview
  4. Rekam
  5. Tuliskan
Selamat bersenang-senang. Seorang travel writer itu mirip seorang pembalap. Dibayar untuk bersenang-senang.
6. Become a Travel Fotografer
Seorang travel writer, harus memiliki 2 kemampuan yaitu pandai menulis dan mahir memotret. Jika Anda tidak mampu memotret lakukan hal-hal berikut ini.
  1. Bekerja sama dengan teman yang jago memotret.
  2. Minta foto dari hotel, restoran, café, yang Anda tuliskan reviewnya.
  3. Belilah foto dari penyedia jasa.
Sebab, kesalahan umum fotografer  “dadakan” adalah:
  1. Point of interest tidak jelas.
  2. Terlalu melebar. Foto sejuta umat.
  3. Foto rusuh, banyak objek pengganggu.
  4. Objek utama foto tidak rapi.
  5. Suka melawan matahari.
  6. Monoton, mati gaya.
  7. Warna buram, cuaca, setting  kamera tidak benar-ngaco.
  8. Foto kurang hidup karena tidak ada hiasan orang di dalamnya.
  9. Horizon miring, laut tumpah. Kepala orang terpotong garis horizon laut.
  10. Terlalu banyak foto narsis.
Inilah beberapa hal yang terkait dengan teknik dan peralatan memotret.
  1. Berapa banyak buku fotografi yang di punyai?
  2. Kurang berlatih, minim jam terbang.
  3. Kurang kreatif mencari angel berbeda-spot terbaik.
  4. Kurang memanfaatkan model.
  5. Baru belajar motret maunya pake mode manual.
  6. Motret pake file ext row/tik/psp –file besar, sebaiknya gunakan jpg.
  7. Lebih khawatir dengan peralatan memotret daripada dengan hasil foto.
  8. Mengandalkan photoshop untuk menyihir foto jelek daripada menghasilkan foto bagus di kamera. Syukuri saja kamera yang Anda miliki, manfaatkan kreatifitas. Gigih!Travel writer adalah seseorang yang traveling karena dia ingin memotret tak peduli apapun kameranya.
8 .Kriteria Foto Yang Bagus
Kriteria foto yang bagus adalah sebagai berikut:
  1. Nonjok, jika diupload  di fb komentar yang muncul : “Anjaay, keren banget gambarnya”
  2. Simple
  3. Clear
  4. Balance
9 .Pelajaran Paling Basic dari Fotografi
Ada 3 (tiga) pelajaran yang paling basic dari fotografi :
  1. Mengejar moment, moment yang sudah lewat tidak bisa diulang lagi. Mengejat-menunggu-memotret.
  2. Komposisi angel (sudut pengambilan foto). Terlarang motret asal-asalan (sampah)
  3. Menangkap warna.
Jika punya kamera, maka lakukan hunting foto, belajar dari kesalahan, dan teruslah berlatih untuk memperbanyak jam terbang. Setelah belajar workshop Become a travel writer Anda memperoleh peluang menjadi freelancer, kontributor majalah, atau bahkan editor , atau bahkan penulis . Tahap-tahapan itu melesat sesuai minat an kecepatan Anda dalam mengaplikasikan ilmu menulis dan memotret sebagai seorang travel writer.
10. Syarat Tulisan Diterima di Media
Syarat sebuah tulisan dapat diterima di media adalah sebagai berikut.
  1. Unik, menawarkan sesuatu yang baru.
  2. Gaya tulisan sesuai dengan media yang Anda kirimkan.
  3. Kualitas foto bagus.
  4. Informasi update
  5. Mengirimkan ke media yang tepat.
11. Cara Menjadi Freelancer yang Sukses
Cara menjadi freelancer yang sukses adalah sebagai berikut:
  1. Kreatiflah dengan ide-ide penulisan. Mulailah dengan kota Anda sendiri.
  2. Produktiflah menulis.
  3. Jalin hubungan dengan editor.
  4. Build your own portfolio, mintalah file PDF datau  JPG-nya.
  5. Gunakan portfolio untuk menjual diri ke media.
  6. Disiplin, delivery.
12. Cara Menjual Diri ke Pihak Luar Media (Hotel, Spa, Tourism Board)
Inilah cara menjual diri ke pihak luar media :
  1. Teleponlah.
  2. Kirim e-mail dan lampirkan contoh karya.
  3. Mintalah “sesuatu” – kirim surat cinta.
Contoh surat cinta:
Minggu, 8 Mei 2011
Dear  Manager Hotel Salak Bogor
Di tempat
Dengan hormat,
Perkenalkan nama saya Bobby Prabawa, saya  adalah seorang travel writer. Tulisan saya tentang review hotel telah dimuat di beberapa media (contoh tulisan terlampir). Saya juga memiliki blog yang ramai dikunjungi. Satu hari rata-rata dikunjungi 500 pengunjung.
Dengan segala hormat, saya menawarkan diri untuk mereview Hotel Salak yang bapak pimpin. Review  ini sangat berguna untuk ajang promosi, lewat media digital dari mulut lewat di blog, facebook, maupun twitter sehingga Hotel Salak dan segala keindahannya dapat diketahui oleh banyak orang.
Saya membutuhkan waktu 3 hari bersama seorang teman fotografer untuk merewiew Hotel Salak. Mengamati, memotret, mewawancara, lalu menuliskannya dalam sebuah review yang menarik.
Demikianlah, atas perhatian dan kesediaan bapak karena telah membaca surat ini saya ucapkan banyak terima kasih.
Salam hormat
Bobby Prabawa
0815-1325-7945
gemahalilintar@yahoo.com
http://matakuceritaku.blogspot.com
Semoga informasi ini bermanfaat buat teman-teman yang bercita-cita menjadi travel writer. Tetap semangat ya!