Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan

Jadi PNS Internasional, Pengalaman Bekerja di Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN)


Akhirnya saya bisa menulis lagi setelah beberapa bulan absen, bersamaan dengan berakhirnya kontrak kerja saya di salah satu badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa atau yang secara internasional disebut United Nations, dimana saya berkesempatan menjadi 'PNS Internasional' selama setahun. (update: sekarang saya kembali bekerja disini untuk project lain)

Abraham Lincoln, Kepemimpinan itu Empati



Ada sebuah buku kepemimpinan yang bagus berjudul Leadership: In Turbulent Times. Buku ini ditulis oleh pemenang Penghargaan Pulitzer, Doris Kearns Goodwin yang menulis mengenai cara-cara kepemimpinan mantan presiden Amerika terdahulu di masa-masa sulit yakni, Abraham Lincoln, Theodore Roosevelt, Franklin Roosevelt, dan Lyndon Johnson.

Suka Menunda Pekerjaan? Teknik Pomodoro Solusinya!


"Klunting" bunyi notifikasi email kali ini menarik perhatian saya. Email tersebut merupakan email langganan dari blog Vincent Carlos (seorang pembaca buku, ya, pembaca buku) mengenai Teknik Pomodoro, solusi untuk yang suka menunda pekerjaan.

Mencicip Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan


Alhamdulilah, setelah mencurahkan isi hati soal betapa susahnya mencari kerja pada tulisan 'Balada Si Pencari Kerja', selang beberapa hari kemudian saya dapat tawaran kerja dari salah satu teman training K3 Umum yang saya ikuti beberapa waktu lalu.

Walau hanya kerja proyekan yang di gaji perhari, tetapi pengalaman yang saya dapatkan dengan terjun langsung ke lapangan itu sangat berharga. Yang penting pengalaman dahulu, soal gaji kemudian.

Nah, sekarang terbukti kan manfaat pentingnya menjalin relasi saat menganggur (baca tulisan 'Jadilah Pengangguran Produktif'). Karena, dalam mencari kerja, tidak cukup hanya bermodalkan Curriculum Vitae dan surat lamaran saja. Relasi mempunyai peranan penting dalam pengembangan karir kita. 
...

Singkat cerita saya bekerja lah sebagai asisten safety officer di salah satu perusahaan persewaan kapal dan bongkar muat kargo. 

Ini adalah kali pertama saya bekerja di pelabuhan bongkar muat dengan pengetahuan yang masih 'nol'. Untung safety officernya baik hati dan mau mengajari saya. Alhasil saya jadi mulai terbiasa dengan istilah-istilah yang ada di dunia bongkar muat. 

Pekerja di perusahaan bongkar muat ini terbagi menjadi dua. Pertama adalah pekerja dari perusahaan bongkar muat (PBM) yang bertindak sebagai 'event organizer'-nya. Kedua adalah pekerja lapangannya yang berasal dari koperasi TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat) Pelabuhan Batu Ampar, Batam.

Safety Induction Pelabuhan Batu Ampar
Safety induction oleh pak Wawan sebelum pekerjaan dimulai







Jam 8 pagi, pekerja sudah mulai berkumpul. Rata-rata pekerjanya berbadan kekar. Walaupun ada yang tidak kekar, setidaknya badan mereka kencang, bukti bahwa mereka bekerja menggunakan fisik. 

Yang menarik perhatian, sekitar 30% dari para pekerja bongkar muat ini adalah kakek-kakek, dengan rambut dan jenggotnya yang sudah memutih. Sisanya ya antara umur 25-40an.

"Memang mereka masih kuat kerja begini pak?" tanya saya kepada pak Wawan, safety officer. "Eh jangan salah, mereka itu walaupun sudah tua tapi tenanganya masih luar biasa beng." jawab pak Wawan.

Banyaknya pekerja usia lanjut ini tak lepas dari kurangnya regenerasi pekerja.

Buruh bongkar muat merupakan tipe pekerjaan kasar dan berat serta tidak membutuhkan kualifikasi pendidikan yang tinggi. Sedangkan anak muda jaman sekarang sepertinya lebih memilih pekerjaan kantoran yang nyaman dan tidak panas.

Pembagian Kerja

Perusahaan Bongkar Muat Pelabuhan Batu Ampar
Rigger menyeimbangkan muatan agar posisinya sejajar dengan bak truk di bawahnya

Para pekerja bongkar muat ini terbagi menjadi beberapa posisi kerja yakni rigger (juru ikat), crane operator, mandor, foreman, safety officer, counter, dan agensi.

Crane operator tugasnya menjalankan mesin crane dan mengangkut kargo dari kapal ke darat atau sebaliknya. 

Rigger atau juru ikat tugasnya mengikat atau memastikan barang/kargo terikat dengan baik pada kaitan crane sehingga bisa dilakukan pengangkatan dengan aman

Mandor, tugasnya mengawasi kerjaan rigger dan crane operator yang berada di bawah pengawasannya.

Foreman, adalah pemimpin para pekerja bongkar muat ini, dialah kunci dari proses bongkar muat ini.

Safety Officer tugasnya membuat desain kerja agar pekerjaan yang dilakukan crane dan rigger aman dari kecelakaan. Kalau dilapangan tugas safety hanya melakukan pengawasan saja.

Counter, tugasnya menghitung barang atau kargo yang masuk.

Agensi, bekerja jika kapal yang di bongkar adalah kapal asing. Mereka bekerja mengurus ijin dan dokumen keimigrasian serta bea cukai.

Loading kargo pelabuhan batu ampar
Bekerja 24 jam dari pagi sampai malam

Proses kerja bongkar muat kargo ini berlangsung 24 jam loh, terbagi menjadi shift siang dan shift malam.

Jenis kargo banyak macamnya, ada kontainer, ada pipa, ada lembaran-lembaran besi, dll.

Proses kerjanya ya hanya berkisar soal mengikat kargo untuk dikaitkan ke crane, lalu crane mengangkat kargo untuk diturunkan ke darat dimana truk-truk besar sudah mengantri.

Berasa Keluarga

Pelabuhan Kargo Batu Ampar
Pelabuhan Batu Ampar, berseberangan langsung dengan Singapura. Dari sini kita bisa melihat gedung-gedung dari negeri tetangga


Walaupun terlihat simple, pekerjaan kuli bongkar muat ini membutuhkan tenaga yang besar karena tali yang digunakan bukan tali biasa, melainkan tali besar dengan berat berkilo-kilo. Belum lagi kondisi pelabuhan bongkar muat itu kalau siang hari panasnya bukan main. 

Suasana kekeluargaan begitu terasa ketika waktu istirahat tiba. Wajah-wajah ramah dan sumringah terlihat jelas dari raut wajah mereka. Mereka terlihat puas dengan pekerjaannya. 

"Bapak yang pakai wearpack (baju kerja) biru itu biasa kita panggil 'abah' mas, dia sudah kami anggap orang tua sendiri" kata Imam, salah satu pekerja TKBM yang usut punya usut ternyata kami berdua berasal dari daerah yang sama, yaitu Purbalingga. 

Suasana akrab dan serba kekeluargaan ini mungkin dipicu oleh kesamaan latar belakangnya, yakni sama-sama perantau. Jauh dari keluarga memaksa para perantau membuat keluarga baru di daerah rantauannya sehingga tidak heran pekerja-pekerja ini sangat ramah. 

Ada semacam rasa senasib sepenanggungan di pelabuhan ini.

Tak butuh waktu lama bagi saya untuk cepat akrab dengan mereka. Sama-sama buruh harian, sama-sama perantau, sama-sama cari rezeki halal.

"Uang sikit tak pe, yang penting kite punye kerja halal, barokah. Uang banyak tapi haram, tapi riba, buat ape je?" itulah 'nasehat harian' dari abah dengan logat melayunya yang kental saat kami sedang istirahat.

Yah, mulai saat ini saya akan banyak-banyak bersyukur mengikuti nasehat dari abah. Tak apa sedikit, yang penting halal dan hasil keringat sendiri.

Tiga hari berlalu dan proyek bongkar muat kapal Gertrudis ini pun berakhir.  Saya kembali menganggur, namun rasanya puas sekali. 

Makasih abah, makasih teman-teman TKBM. Besok kalau ada bongkaran lagi saya ikut yaa, hehe.

...

Baca Juga:

Balada Si Pencari Kerja


Yup, sekarang ini saya sedang menganggur. Malu? ngapain malu? menganggur kan juga merupakan salah satu proses kehidupan yang pasti, akan, dan pernah di alami oleh setiap umat manusia yang ada di planet earth ini.

Tips Lengkap Cara Menjadi Travel Writer Dari A-Z


Saya akhir-akhir ini sedang berminat untuk menekuni hobi traveling, selain mengasyikan, tentu saja menambah pengalaman dan kenalan baru.

Bukan itu saja, selain hal-hal yang telah saya sebutkan tadi, ternyata ada beberapa keuntungan jika kita hobi traveling, yaitu menjadi Travel Writer.

Apa itu Travel Writer dan bagaimana caranya? 


1. Apa Keistimewaan Travel Writer?

Traver writer adalah pekerjaan impian yang bikin orang lain iri. Sebab seorang travel writer terhindar dari pekerjaan yang membosankan: duduk di belakang  meja selama 8 jam sehari. Berkutat dengan belenggu rutinitas.

Berikut adalah alasan mengapa kamu sebaiknya menjadi travel writer:
  1. Menjadi traveler berarti menjadi lebih baik dan pintar.  (Sebelum traveling kamu harus riset : googling, membaca peta, literatur buku pendukung, dan sebagainya).
  2. Saat traveling, kita akan menaruh perhatian lebih besar terhadap apa yang kita lihat, alami, dan rasakan - pengalaman traveling menjadi lebih kaya.
  3. Punya keistimewan untuk melihat tempat-tempat rahasia yang orang biasa tidak bisa menikmatinya. Misalnya : Cara pembuatan roti unyil, atau “behind the scene” sebuah produk.
  4. Travel writer adalah profesi yang menyenangkan!
  5. Tema-tema traveling yang bisa ditulis jumlahnya tidak terbatas. Media yang menulis tentang traveling makin banyak dan jika tulisan kita berkualitas maka kita akan kebanjiran order. Sisi lain travel writer  adalah : wisata kuliner, wisata religi, review hotel, review produk, resensi buku, dan sebagainya.
  6. Bisa memeperoleh banyak penghasilan, jika tahu mengelola tulisan, foto, dan aspek-aspek penting traveling lainnya.
  7. Banyak pihak yang ingin bekerja  sama atau dipromosikan oleh travel writer. Tourism board, airlines, hotel, resort, spa, cafĂ©, club, restoran, pengusaha handicraft, produsen gadget, produsen makananan dan minuman, dan sebagainya.

2. Dimana Posisimu Sekarang?

Ada 7 tingkatan yang harus dilalui sebelum menjadi travel writer sesungguhnya. Di manakah posisimu berada sekarang?
  1. Baru berlatih menulis
  2. Baru berlatih memotret
  3. Sudah posting di blog, facebook, twiter
  4. Sudah mengirim ke media
  5. Sudah membuat portfolio
  6. Sudah menggunakan portfolio untuk menjual diri
  7. Professional Travel Writer

3. Prinsip Travel Writing

Prinsip penulisan traveling adalah 
  1. Kita sendiri yang harus traveling. Mulailah traveling di kota tempat kita tinggal
  2. Tulisan traveling bukan fiksi, penulis di larang 'mengarang indah'
  3. Artikel harus menarik. Membuat pembaca seolah-olah bisa melihat dan mendengar. Mendorong pembaca untuk traveling ke sana. 
Saran saya : Belilah koran hari Minggu yang memuat beberapa artikel tentang traveling. Karena sekarang jamannya gadget, maka coba jalan-jalan / blog walking ke blog traveler terkenal dan pahami gaya penulisannya.

4. Tulisan Traveling yang Bagus

Tulisan traveling yang bagus meliputi hal-hal sebagai berikut.
  1. Berawal dari tempat atau subyeknya.
  2. Si penulis membuat tempat/subyek itu hidup melalui pemaparan fakta aktual, deskripsi yang detail, anekdot, informasi karakter, dialog berlian, atau humor yang konyol.
  3. Menunjukkan pemahaman si penulis dalam menguasi tempat/subyek tulisannya.
  4. Berhasil 'membawa' pembaca ke di tempat itu.
  5. Sebaiknya berupa feature human interest- atau seperti cerpen. Dengan menggunakan kata ganti orang pertama.90 % personal insight, 10% informasi yang disisipkan untuk memperkaya tulisan.

5. Tugas Utama Travel Writer

Ada lima tugas utama seorang travel writer, yaitu:
  1. Nikmati
  2. Potret
  3. Tanya-interview
  4. Rekam
  5. Tuliskan

6. Become a Travel Photographer

Seorang travel writer, harus memiliki 2 kemampuan yaitu pandai menulis dan mahir memotret. Jika kamu tidak ahli memotret, maka lakukanlah hal-hal berikut ini:
  1. Bekerja sama dengan teman yang jago memotret.
  2. Minta foto dari hotel, restoran, café, yang kamu tuliskan reviewnya.
  3. Belilah foto dari penyedia jasa.

Sebab, kesalahan umum fotografer “dadakan” adalah:
  1. Point of interest tidak jelas.
  2. Terlalu mainstream. Foto sejuta umat.
  3. Foto rusuh, banyak objek pengganggu.
  4. Objek utama foto tidak rapi.
  5. Suka melawan matahari.
  6. Monoton, mati gaya.
  7. Warna buram, cuaca, seting kamera tidak benar alias ngaco.
  8. Foto kurang hidup karena tidak ada hiasan orang di dalamnya.
  9. Komposisi foto tidak estetik.
  10. Terlalu banyak foto narsis.

Beberapa hal yang mempengaruhi tingkat kemahiran memotret seorang travel writer:
  1. Berapa banyak buku fotografi yang di punyai?
  2. Kurang berlatih, minim jam terbang.
  3. Kurang kreatif mencari angel berbeda atau spot terbaik.
  4. Kurang memanfaatkan model.
  5. Baru belajar motret maunya pake mode manual.Motret pake file ext row/tik/psp –file besar, sebaiknya gunakan jpg.
  6. Lebih khawatir dengan peralatan memotret daripada dengan hasil foto.
  7. Mengandalkan photoshop untuk menyihir foto jelek daripada menghasilkan foto bagus di kamera. 

Syukuri saja kamera yang kamu miliki, manfaatkan kreatifitas. Gigih!Travel writer adalah seseorang yang traveling karena dia ingin memotret tak peduli apapun kameranya.

8 .Kriteria Foto Yang Bagus

Kriteria foto yang bagus adalah sebagai berikut:
  1. Nonjok! kalau diupload  di instagram komentar yang muncul : “Anjaay, keren banget gambarnya”Simple
  2. Clear
  3. Balance

9 .Pelajaran Paling Basic dari Fotografi

Ada tiga pelajaran paling dasar dalam fotografi :
  1. Mengejar moment, moment yang sudah lewat tidak bisa diulang lagi. Mengejar-menunggu-memotret.
  2. Komposisi angel (sudut pengambilan foto).
  3. Komposisi warna.

Jika punya kamera, maka lakukan hunting foto, belajar dari kesalahan, dan teruslah berlatih untuk memperbanyak jam terbang.

10. Syarat Tulisan Diterima di Media

Syarat sebuah tulisan dapat diterima di media adalah:
  1. Unik, menawarkan sesuatu yang baru.
  2. Gaya tulisan sesuai dengan media yang kamu kirimkan.
  3. Kualitas foto bagus.
  4. Informasi update
  5. Mengirimkan ke media yang tepat.

11. Cara Menjadi Freelancer yang Sukses

Cara menjadi freelancer yang sukses adalah sebagai berikut:
  1. Kreatiflah dengan ide-ide penulisan. Mulailah dengan kota kamu sendiri.
  2. Produktiflah menulis.
  3. Jalin hubungan dengan editor.
  4. Build your own portfolio, buatlah file PDF atau JPG-nya.
  5. Gunakan portfolio untuk menjual diri ke media.
  6. Disiplin, delivery.

12. Cara Menjual Diri ke Pihak Luar Media (Hotel, Spa, Tourism Board)

Inilah cara menjual diri ke pihak luar media :
  1. Teleponlah.
  2. Kirim e-mail dan lampirkan contoh karya.
  3. Mintalah “sesuatu” – kirim surat cinta.

Contoh surat permintaan review hotel:


Minggu, 8 Mei 2011
Public Relation
Hotel Salak Bogor

Di tempat

Dengan hormat,

Perkenalkan nama saya Abe Sagara, saya adalah seorang travel writer. Tulisan saya tentang review hotel telah dimuat di beberapa media (contoh tulisan terlampir). Saya juga memiliki blog yang ramai dikunjungi. Satu hari rata-rata dikunjungi oleh 1000 pengunjung.

Dengan segala hormat, saya menawarkan diri untuk mereview Hotel Salak yang bapak pimpin. Review  ini sangat berguna untuk ajang promosi, lewat media digital seperti blog, facebook, instagram, maupun twitter sehingga Hotel Salak dan segala keindahannya dapat diketahui oleh banyak orang.

Saya membutuhkan waktu 3 hari bersama seorang teman fotografer untuk merewiew Hotel Salak. Mengamati, memotret, mewawancara, lalu menuliskannya dalam sebuah review yang menarik.

Demikianlah, atas perhatian dan kesediaan bapak karena telah membaca surat ini saya ucapkan banyak terima kasih.

Salam hormat


Abe Sagara

0812-3456-7890

abenx.sagara@gmail.com

https://www.abesagara.com

Semoga informasi ini bermanfaat buat teman-teman yang bercita-cita menjadi travel writer. Tetap semangat ya!

Featured post

Menuju Pedalaman Sumatera Selatan - Bermula di Muara Dua

"Ke pedalaman Sumatera!? Memangnya mau ngapain? Nanti diterkam macan loh! " Tanya eyang dengan polosnya saat saya menelepon be...

Paling Banyak Dibaca