Jumat lalu teman-teman satu kos saya berangkat camping ke Gunung Purba Nglanggeran di Gunung Kidul, Yogyakarta. Berangkat sore hari dari Yogyakarta. Gunung Nglanggeran adalah sebuah gunung api purba berumur sekitar 60 juta tahun yang terletak di kawasan Baturagung, bagian utara Kabupaten Gunung Kidul pada ketinggian sekitar 200-700 mdpl.
Menyibak Kabut Gunung Api Purba Nglanggeran
Tips Fotografi Human Interest Saat Traveling
Halo sobat, kali ini saya akan berbagi pengetahuan tentang fotografi Human Interest (HI). Walaupun saya masih pemula dalam hal foto-memfoto, namun saya akan coba berbagi dengan sobat sekalian terutama tentang fotografi yang berhubungan dengan dunia traveling. Apa itu Fotografi Human Interest? merupakan suatu seni fotografi yang mengedepankan manusia sebagai objek interest-ketertarikannya.
Fotgrafi HI ini sangat diperlukan dalam sebuah traveling terutama untuk mengabadikan objek manusia ditempat yang kita kunjungi. Kan ngga asik kalo cuman motret landscape-nya saja. Nah, dalam traveling yang menjadi fokus utamanya adalah kegiatan manusia sehari-hari, kegiatan budaya, kondisi fisik, dll yang mencerminkan sesuatu yang khas dari tempat yang kita tuju. Misalnya kalau kita ke Yogyakarta, yang menjadi human interest kita adalah ciri-ciri manusia yang khas kota Yogyakarta, misalnya bapak-bapak memakai baju tradisional Jogja, ibu-ibu pake kemben, dll. Contohnya berikut ini :
Fotgrafi HI ini sangat diperlukan dalam sebuah traveling terutama untuk mengabadikan objek manusia ditempat yang kita kunjungi. Kan ngga asik kalo cuman motret landscape-nya saja. Nah, dalam traveling yang menjadi fokus utamanya adalah kegiatan manusia sehari-hari, kegiatan budaya, kondisi fisik, dll yang mencerminkan sesuatu yang khas dari tempat yang kita tuju. Misalnya kalau kita ke Yogyakarta, yang menjadi human interest kita adalah ciri-ciri manusia yang khas kota Yogyakarta, misalnya bapak-bapak memakai baju tradisional Jogja, ibu-ibu pake kemben, dll. Contohnya berikut ini :
Foto dari berbagai sumber
Foto Human Interest selain untuk menunjukan seperti apa orang-orang yang berada di tempat yang kita kunjungi juga bisa menunjukan kondisi sosial masyarakat setempat. Misalnya pengemis, kesenjangan sosial, wabah, dll. Seperti contoh berikut :
Foto dari berbagai sumber
Sebenarnya masih banyak jenis objek yang bisa didapat dari fotografi human interest selain yang telah saya sebutkan diatas, seperti acara budaya, mata pencaharian lokal, kebiasaan, adat-istiadat, dll. Intinya dalam fotografi human interest untuk traveling adalah sebisa mungkin objek yang ditangkap benar-benar berhubungan dengan lokasi tempat kita berada. Untuk jenisnya bebas, terserah, dan sesuka kita saja.
Ada beberapa tips dan trik dalam melakukan fotografi human interest dari saudara Iskandar Bakrie/Novriyadi, yaitu :
1. Siapkan lensa tele
Biasanya para fotografer ketika hendak memotret human interest manusia dan aktivitasnya, kebanyakan pemotret menggunakan teknik candid atau cara memotret yang dilakukan dengan sembunyi-sembunyi sehingga objek tidak tahu jika dirinya sedang dipotret. Hal tersebut karena alasan untuk menghasilkan foto yang tampak baik dan menarik, spontan dan wajar.
Untuk itu, ada baiknya Anda menyiapkan lensa tele 80-200 mm atau 70-300 mm yang bisa dijadikan pilihan yang menarik untuk bisa digunakan saat kita hunting foto human interest. Akan tetapi bila memungkinkan menggunakan lebih dari satu buah kamera dengan tambahan lensa 28-85 mm, akan lebih baik. Sehingga dari hampir semua jarak dalam pemotretan, baik itu dekat, sedang dan jauh, dapat tercover semua bila diperlukan.
2. Lakukan pendekatan dengan objek foto.
Bagi Anda yang tidak membawa atau memiliki lensa tele, mungkin ada baiknya kita bisa melakukan pendekatan langsung dengan objek foto. Dengan melakukan pendekatan kepada objek, tentunya akan terasa lebih etis dan kita pun bisa lebih leluasa untuk mengatur pose, ataupun pencahayaannya.
3. Gunakan ISO sesuai dengan keperluan
Biasanya untuk memotret human interest, menggunakan ISO 100 sudah cukup memadai untuk menangkap aktivitas kegiatan manusia baik pagi, siang hingga sore hari di luar ruangan. Akan tetapi bila aktivitas manusia itu sangat berhubungan erat dengan gerak yang cepat, maka diperlukan ISO yang tinggi misalnya ISO 400. Tujuannya tak lain agar gambar atau peristiwanya dapat terekam dengan baik dan tidak goyang.
4. Gunakan angle (sudut pengambilan foto) yang terbaik
Ketika hendak memotret, gunakan sudut pandang atau sudut pengambilan foto yang tepat dan baik guna menghasilkan sebuah foto yang enak untuk dipandang. Janganlah terburu-buru ketika menekan tombol shutter, karena dengan terburu nafsu untuk “menjepret” mungkin Anda akan melupan angle foto yang baik untuk memotret.
Semoga bermanfaat ya gan buat mempertajam mata-kamera kita.
Semoga bermanfaat ya gan buat mempertajam mata-kamera kita.
Oemah Kopi Oemah Sedulur Yogyakarta
Bukan AC sebagai penyejuk, hanya kipas angin tua tergantung di langit-langit sedang memusingkan dirinya sendiri.
Bukan sofa empuk yang kududuki, hanya kursi resepsi berwarna merah tua yang lapuk termakan usia.
Bukan TV layar datar sebagai temannya, hanya sebuah TV layar cembung 12 inch tua yang digerumuti semut-semut.
Bukan hasil karya fotografer ternama yang tertempel di dinding, namun lukisan sederhana dengan bingkai kayu tua menutupi dindingnya yang lapuk.
Bukan espresso machine merk terkenal yang dia punya, hanya termos air panas kembang-kembang menyirami kopi ke sebuah cangkir tua.
35 toples bertuliskan macam-macam kopi lokal tersusun berderet-deret di sebuah rak abu-abu yang berdiri dengan gagah di tengah ruangan. Jangan khawatir soal harga yang selangit, seperti di coffeeshop-coffeeshop terkenal itu. Cukup uang sepuluh ribu yang nanti akan di kembalikan setengahnya.
Di warung kopi bapak tua bersahaja ini aku merasakan suasana pecinta kopi sejati.
Seorang tua yang selalu tersenyum di masa senjanya dalam kesederhanaan itu.
Sebuah warung kopi sederhana yang bersahaja.
Oemah kopi Oemah Sedulur
Jl. Prof. DR. Sardjito No.8A, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55233
Foto Feature ardiankusuma.com
Berkunjung ke Pasar Hewan Purbalingga
Mumpung lagi mudik alias balik kampung, saya sempatkan untuk sekedar menengok pasar hewan Purbalingga yang letaknya berada di sebelah terminal utama kota Purbalingga dan di belakang pasar Segamas. Pasar ini ya sebenarnya pasar hewan biasa yang menjual beraneka jenis hewan, ibarat kebun binatang mini, mulai dari bermacam-macam jenis burung, ayam, sapi, kambing, kelinci, kucing, marmut, dan hewan-hewan langka dilindungi (entah ada ijinnya atau tidak) seperti burung kakak tua jambul kuning, kukang, lutung, dll.
Yang spesial di pasar hewan pada hari ini adalah , hari ini merupakan hari pasaran yakni kamis. Pasar hewan Purbalingga mempunyai hari pasaran pada hari senin dan kamis. Nah, pada saat hari pasaran itu, tidak hanya pedagang hewan saja yang meramaikan pasar, namun juga turut serta pedagang baju, peralatan rumah tangga, peralatan pertukangan, barang antik, obat-obat tradisional, dan lainnya.
Yang spesial di pasar hewan pada hari ini adalah , hari ini merupakan hari pasaran yakni kamis. Pasar hewan Purbalingga mempunyai hari pasaran pada hari senin dan kamis. Nah, pada saat hari pasaran itu, tidak hanya pedagang hewan saja yang meramaikan pasar, namun juga turut serta pedagang baju, peralatan rumah tangga, peralatan pertukangan, barang antik, obat-obat tradisional, dan lainnya.
Pasar hewan purbalingga juga terdapat lapak-lapak permanen khusus penjualan sepeda, kayu gelondongan, gerabah, perkakas, dll. Asiknya jalan-jalan waktu hari pasaran disini yakni banyak dagangan aneh-aneh yang ditawarkan dari pedagang-pedagang yang datang dari berbagai kecamatan di Purbalingga, bahkan dari luar kota seperti Banjarnegara, Purwokerto, Banyumas, Cilacap, Pemalang, Tegal dan Kebumen.
Selain itu, suasana tawar menawarnya mengingatkan saya pada film-film tentang petualangan zaman dulu yang mengisahkan jual-beli pada pasar/ bazaar tradisionalnya dengan barang dagangan yang eksotis.Ya, hampir seperti itulah pasar hewan ini. Namun, bagi anda yang gampang mual , sebaiknya bawa masker / penutup hidung, soalnya bau hewan beserta kotorannya sangat menyengat, hehehe :D . So, cek foto-fotonya meen! (jelek ga papa, yang penting foto, hehe :P )
Selain itu, suasana tawar menawarnya mengingatkan saya pada film-film tentang petualangan zaman dulu yang mengisahkan jual-beli pada pasar/ bazaar tradisionalnya dengan barang dagangan yang eksotis.Ya, hampir seperti itulah pasar hewan ini. Namun, bagi anda yang gampang mual , sebaiknya bawa masker / penutup hidung, soalnya bau hewan beserta kotorannya sangat menyengat, hehehe :D . So, cek foto-fotonya meen! (jelek ga papa, yang penting foto, hehe :P )
![]() |
| Mencari sesuap nasi dari onderdil sepeda bekas |
![]() |
| Jual sarang semut, manfaatnya segudang meen! |
![]() |
| Ada barang antik, pipa rokok, cincin batu mulia, keris, tasbih, dll |
![]() |
| Macam-macam jenis ayam, dari bangkok, kalkun, kate, dll |
![]() |
| Musang |
![]() |
| Ni burung gagak siapa yang mau melihara yaa? |
![]() |
| Marmut yang imut |
![]() |
| Kucing gunung atau Blacan, kecilnya imut-imut :3 |
![]() |
| Biar imut, tapi galak men! tuh sepasang cuma Rp. 400.000, pengin beli, tapi masih ragu-ragu -_- |
![]() |
| Kucing campuran, buntutnya panjang dan melebar, kayak rubah, ini juga pingin belii, hehe |
![]() |
| Kukang, binatang nocturnal ini termasuk binatang langka yang pemalu, hanya dibandrol harga Rp.200.000 , hadeehh... |
![]() |
| Macam-macam burung kicau dan hias ada disini, mereka sedang berlomba-lomba siapa yang kicauannya paling merdu dan nyaring untuk menarik para pembeli. |
![]() |
| Mau pulang ada yang jualan macam-macam herbal men! tuh kaan, kayak kembali kemasa abad pertengahan! |
Langganan:
Komentar (Atom)
Featured post
Menuju Pedalaman Sumatera Selatan - Bermula di Muara Dua
"Ke pedalaman Sumatera!? Memangnya mau ngapain? Nanti diterkam macan loh! " Tanya eyang dengan polosnya saat saya menelepon be...
Paling Banyak Dibaca
-
Malam ini saya berdiskusi dengan teman saya, mendiskusikan berbagai hal, dari agama, teroris, Osama bin Laden, Amerika, kode-kode Leo...
-
"Kamu nggak peka! pokoknya kita putus!" itulah kalimat yang dilontarkan Juminten kepada Kuswanto saat mereka berdua berjalan di ...





















