Dulu, kali pertama menginjakan kaki di Batam, hal pertama yang saya cari adalah dimana tempat ngopi yang paling asyik di Batam? Yang bisa buat numpang wifi berjam-jam dengan nyaman.
Tampilkan postingan dengan label Cerita Kopi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Kopi. Tampilkan semua postingan
Jogja Sebagai Destinasi Wisata Kopi, Kenapa TIdak
Siapa sih yang belum pernah minum kopi? Saya yakin 100% pembaca artikel ini pasti pernah ngopi walau hanya satu seruputan saja.
Dari Sabang sampai Merauke, dari Gayo sampai Wamena, kopi seperti sudah menjadi nadi-nadi kehidupan masyarakat Indonesia. Sudah mendarah daging dan sulit untuk dipisahkan dari keseharian masyarakat.
Oemah Kopi Oemah Sedulur Yogyakarta
Bukan AC sebagai penyejuk, hanya kipas angin tua tergantung di langit-langit sedang memusingkan dirinya sendiri.
Bukan sofa empuk yang kududuki, hanya kursi resepsi berwarna merah tua yang lapuk termakan usia.
Bukan TV layar datar sebagai temannya, hanya sebuah TV layar cembung 12 inch tua yang digerumuti semut-semut.
Bukan hasil karya fotografer ternama yang tertempel di dinding, namun lukisan sederhana dengan bingkai kayu tua menutupi dindingnya yang lapuk.
Bukan espresso machine merk terkenal yang dia punya, hanya termos air panas kembang-kembang menyirami kopi ke sebuah cangkir tua.
35 toples bertuliskan macam-macam kopi lokal tersusun berderet-deret di sebuah rak abu-abu yang berdiri dengan gagah di tengah ruangan. Jangan khawatir soal harga yang selangit, seperti di coffeeshop-coffeeshop terkenal itu. Cukup uang sepuluh ribu yang nanti akan di kembalikan setengahnya.
Di warung kopi bapak tua bersahaja ini aku merasakan suasana pecinta kopi sejati.
Seorang tua yang selalu tersenyum di masa senjanya dalam kesederhanaan itu.
Sebuah warung kopi sederhana yang bersahaja.
Oemah kopi Oemah Sedulur
Jl. Prof. DR. Sardjito No.8A, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55233
Foto Feature ardiankusuma.com
Singgah di Rumah Kopi OBAMB
Well sore tadi saya sempat mampir ke kota Purwokerto dengan tujuan pertama yaitu bersilaturahmi ke tempat teman saya, e teman saya ngajak ngopi-ngopi di salah satu warung kopi, namanya Rumah Kopi OBAMB, teman saya akhirnya terdampar di jln brigjend encung no 9 Purwokerto, lokalisasi, eh maksudnya lokasi bersemayamnya Rumah Kopi Obamb ini.
Kalo dari arah Unsoed tuh lurus terus sampai pertigaan lapangan belok kanan, terus kanan lagi terus belok kiri, nanti di kanan jalan akan nampak sebuah ruko yang didepan-nya nampak kursi dan meja dari kayu gelondongan,hehe. Berhubung kunjungan ini bersifat mendadak jadi saya tidak sempat membawa kamera, jadi di posting ini saya pasang fotonya dari akun facebook-nya OBAMB sendiri, :-P. So, mari kita lihat ada apa saja didalamnya...
Kalo dari arah Unsoed tuh lurus terus sampai pertigaan lapangan belok kanan, terus kanan lagi terus belok kiri, nanti di kanan jalan akan nampak sebuah ruko yang didepan-nya nampak kursi dan meja dari kayu gelondongan,hehe. Berhubung kunjungan ini bersifat mendadak jadi saya tidak sempat membawa kamera, jadi di posting ini saya pasang fotonya dari akun facebook-nya OBAMB sendiri, :-P. So, mari kita lihat ada apa saja didalamnya...
Menu yang ditawarkan disini lumayan banyak dan harganya amat sangat terjangkau bagi kantong mahasiswa kere seperti saya ini, lol. Menu untuk kopinya lumayan lengkap, untuk kopi originalnya ada arabika, robusta, toraja, lampung, aceh, dll. Lalu untuk mixed coffee-nya pula ada banyak variasi yang disajikan, ada banana coffee, rum coffee, zinger bread, vanilla coffee, cappuccino (sayang tidak memakai froth, jadi rasanya seperti kopi susu saja. hehe), kopi moka, dll.
Cara meracik kopi-nya bukan hanya ditubruk, tapi ada pilihan cara penyajiannya, kita bisa milih mau pake moka pot atau vietnam drip. Dan Rumah Kopi OBAMB ini juga menyediakan kopi luwak asli dengan banderol harga cuma Rp. 25 ribu saja, kok murah ya? katanya si kopi luwaknya nda seratus persen, masih ada campuran-campurannya, kalo kopi luwaknya seratus persen pastinya mahal dan belum tentu bakal laku kecuali untuk para maniak kopi.
Suasananya lumayan santai, kita bisa ngobrol-ngobrol sampai bibir berbusa, bukan karena ayan tapi karena saking nikmatnya mengobrol. sambil ngopi, kita bisa memesan beberapa teman minum kopi, seperti roti bakar, pisang bakar, dan pancake.
Waktu itu saya memesan Rum Coffee dengan pancake yang super ajib rasanya. Dan selain kopinya yang menjadi daya tarik utama, ada daya tarik sekunder-nya lho teman-teman, yaitu pengunjung-nya. Kekhasan OBAMB telah menarik para customer-customer yang..mmmhhh...TOP, yaitu wanita-wanita kampusnya, haha. Biasanya pada malam hari cewe-cewe yang mau pada clubbing mampir dulu kesini. Lumaya buat cuci mata nggak tuh?haha.
Waktu itu saya memesan Rum Coffee dengan pancake yang super ajib rasanya. Dan selain kopinya yang menjadi daya tarik utama, ada daya tarik sekunder-nya lho teman-teman, yaitu pengunjung-nya. Kekhasan OBAMB telah menarik para customer-customer yang..mmmhhh...TOP, yaitu wanita-wanita kampusnya, haha. Biasanya pada malam hari cewe-cewe yang mau pada clubbing mampir dulu kesini. Lumaya buat cuci mata nggak tuh?haha.
bravo buat Rumah Kopi OBAMB,kalo saya ke purwokerto lagi, pastilah daftar kunjungan utama saya adalah mampir ke rumah kopi ini. :-)
Membuat Secangkir Cafe Latte Ala Anak Kosan
Hari sudah sore, saatnya melakukan kebiasaan 'kopi sore' saya. Menikmati kopi di sore hari sambil baca koran dan menghisap rokok, betapa nikmat hidup ini.
Tetapi, sore ini saya tidak begitu ingin kopi hitam yang strong, cuma ingin menikmati kopi yang smooth-smooth saja. Salah satu yang memenuhi persyaratan tersebut adalah latte dan cappuccino.
Sekarang ini saya lagi kere-hore alias ga punya uang, biasa lah, tanggal tua (sebenernya sih tiap hari berasa tanggal tua). Saya ingin minum cappuccino tapi tanpa harus pergi ke Cafe, mahal euy.
Setelah buka-buka beberapa buku tentang kopi di rak buku saya, akhirnya saya menemukan satu cara membuat cafe latte sederhana tanpa espresso maker dan steamer. Mau tau caranya? Begini nih,
Pertama yang harus dilakukan adalah membeli susu kemasan rasa plain (bukan susu sachet), yang UHT itu lho, di minimarket pasti ada.
Kedua, siapkan kopi tubruk hitam, namun kali ini kopinya ngga sembarang tubruk, kopinya dibuat dengan metode saring / drip. Biasanya sih pakai V60 atau Vietnam drip. Tapi kalau tidak punya, cukup di saring saja kopi yang sudah di seduh tubruk tadi agar tidak ada ampasnya.
Ketiga, rebus susu UHT rasa plain yang tadi sudah dibeli sampai benar-benar mendidih, kemudian masukkan setengah dari rebusan susu tadi ke termos kecil, tutup rapat kemudian dikocok-kocok dengan cepat sekitar 30 detik.
Setelah proses pengocokan itu, nanti susu akan muncul busanya. Nah busa ini nanti ditaruh di paling atas kopi. Karena itu, pisahkan dulu antara busa dan susunya.
Keempat adalah penghidangan, sekarang susun kopi, susu, dan foam susu dengan perbandingan masing-masing 1:3. Cangkir yang digunakan kali ini merupakan cangkir yang ukurannya agak sedikit lebih besar dari cangkir normal, tapi jangan terlalu besar.
Tuangkan kopi hitam pekat hingga memenuhi 1/3 cangkir, kemudian tuang susu diatas kopi tadi (masih 1/3), lalu yang terakhir tuangkan foam susu diatasnya, setelah itu tinggal dikasih hiasan pake bubuk coklat ato pake susu coklat bubuk sedikit diatasnya.
Dan...cafe latte ala anak kos siap untuk dinikmati dengan sepotong bolu kukus dan sebatang superfine clove cigarettes. Asta la vista beibeee,.....
Cara Menyeduh Kopi Tubruk Yang Nikmat ala Mbah Putri
Saya sangat suka minum kopi, apalagi kalau yang menyeduh kopinya tuh mbah putri alias nenek saya. Jadi sekarang saya akan berbagi mengenai bagaimana cara menyeduh kopi tubruk yang nikmat ala nenek saya. Kopi seduhan mbah saya pokoknya tidak ada yang menandingi deh.
Pertama, yang harus kita lakukan adalah menyiapkan kopinya. Diutamakan kopinya yang masih fresh, karena semakin lama kopi itu terbuka, maka kualitas kopi semakin berkurang, karena udara yang masuk akan membuat kualitas kopi menurun.
Kedua, siapkan cangkir biasa, dengan ukuran normalnya cangkir. Lalu masukan kopi satu sendok makan munjung/penuh/full. Perlu diingat, jangan menaruh gula diatas kopi karena nanti kopinya tidak akan terseduh dengan maksimal dan mengurangi cita rasanya.
Ketiga, tuangkan air panas yang mendidih (direbus sampai bergelembung) kedalam kopi, menuangkannya dengan jarak yang agak tinggi antara cangkir dengan ceret airnya.
Cara menuangkannya dengan cara diputar ceretnya mengelilingi lingkaran. Seperti diaduk, tapi pakai airnya. Bila prosesnya benar nanti kopi akan sedikit keluar busa/buih/cremanya.
Keempat, masukkan gula secukupnya, namun saran saya sih, jangan memasukkan gula terlalu banyak, perbandingan normalnya 1 : 1 antara kopi dengan gulanya. Karena jika gulanya terlalu banyak itu sama saja kita meminum air gula, bukan kopi. Essensi dari meminum kopi adalah dari pahitnya. Kalau bisa sih tidak usah pakai gula.
Kelima, kopi siap diminum, namun sebelum meminumnya, saya sarankan untuk berkumur terlebih dahulu supaya rasa kopinya dapat tersebar merata diseluruh permukaan lidah dan mulut, dan tentunya kopi akan terasa lebih mantap!
Tata cara meminum kopi yang benar : hirup dan rasakan aroma kopi hingga memenuhi aluran penciumanmu, kemudian sruput kopi secara perlahan-lahan, mili demi mili, srup...srup...srup...sruppuuut. Lalu jangan telan dulu kopi tersebut amun rasakan dulu dan ratakan keseluruh lidah anda dengan mengeap-ngecapnya baru ditelan.
selamat, kamu telah meminum kopi ter enak ala nenek saya!
Langganan:
Postingan (Atom)
Featured post
Menuju Pedalaman Sumatera Selatan - Bermula di Muara Dua
"Ke pedalaman Sumatera!? Memangnya mau ngapain? Nanti diterkam macan loh! " Tanya eyang dengan polosnya saat saya menelepon be...
Paling Banyak Dibaca
-
Bagi yang sudah pernah mendaki gunung Arjuno pasti sudah tidak asing lagi dengan cerita mistis mengenai hutan yang bernama Lali Jiwo ini. ...
-
Manusia sebagai makhluk hidup yang paling bijaksana — itu lah mengapa kita disebut sebagai homo sapiens, yang berarti manusia bijaksana — se...






