Full width home advertisement

Jurnal Perjalanan

Opini

Post Page Advertisement [Top]


Batam mungkin belum jadi destinasi wisata favorit di Indonesia karena lebih terkenal sebagai kota industri, bukan kota wisata. Tapi sebenarnya untuk pecinta wisata pantai, Batam punya banyak sekali pilihan pantai yang indah, salah satunya adalah Pantai Mirota. 

Pantai Mirota merupakan salah satu pantai favorit warga Batam. Kenapa? Karena Pantai Mirota mempunyai pasir putih dengan air laut yang berwarna biru cerah. Garis pantai dari Pantai Mirota ini langsung menghadap ke laut lepas dengan sebuah pulau kecil tak berpenghuni menghiasi salah satu sudutnya. Air lautnya juga cukup dangkal sehingga pengunjung bisa berenang hingga beberapa meter dari bibir pantai.

Mendengar kata 'Mirota' saya langsung terbayang toko swalayan langganan sewaktu masih kuliah di Jogja. Swalayan ini bisa dibilang salah satu ikonnya kota Jogja, karena di mana ada Mirota, disitu ada mahasiswa. Mirota selalu dihati. Eh, kok malah jadi bahas jogja, jadi bikin kangen mantan pengen ke Jogja lagi.

Baca juga: 10 Hal Yang Membuat Jogja Selalu Ngangenin

Saya bertandang ke Pantai Mirota untuk menghabiskan malam tahun baru bersama teman-teman di Batam. Rencananya kami mau menyewa sebuah villa tapi ternyata sudah fully booked. Akhirnya kami hanya menyewa sebuah gazebo saja untuk berteduh kalau-kalau cuaca tidak mendukung.

Lima Jembatan Ku Lewati Demi Pantai Mirota


Pantai Mirota berada di Pulau Galang, sebuah pulau di sebelah selatan Pulau Batam yang dihubungkan oleh enam jembatan penghubung antar pulau yang bernama Jembatan Barelang (singkatan dari Batam, Rempang, Galang). Pantai Mirota ini berada di jembatan ke lima.

Jadi untuk menuju ke Pantai Mirota pengunjung tidak harus menyeberangi pulau menggunakan kapal seperti pada beberapa dekade lalu. Kita bisa naik mobil atau motor dengan waktu tempuh dari kota Batam sekitar satu jam perjalanan.



Di dekat Pantai Mirota juga terdapat objek wisata sejarah yang bernama Camp Vietnam. Sebuah camp pengungsian warga Vietnam dari perang yang terjadi pada tahun 1960an lalu antara Vietnam dan Amerika Serikat yang akhirnya dimenangkan oleh Vietnam (hore!). Sebuah bukti bahwa negara super power super canggih mampu dikalahkan oleh kekuatan rakyat hanya dengan menggunakan strategi gerilya.

Setelah melewati jembatan ke lima nanti di kanan jalan akan ada tulisan Pantai Mirota. Kita tidak perlu turun dari kendaraan karena petugas ticketing akan menghampiri kita dan memberikan tiket masuk seharga Rp. 10.000 per orang.

Warna-Warni Kembang Api di Langit Pantai Mirota

Saya sampai di pantai sekitar jam delapan malam. Pantainya ternyata sudah ramai sekali. Sudah banyak pengunjung lain yang mengisi tiap-tiap gazebo. Bahkan beberapa langsung merubah gazebo menjadi rumah dadakan. Tikar di gelar, alat masak disiapkan, dan arang dinyalakan. Saatnya bakar-bakar!

Semerbak aroma daging dan ikan bakar langsung tercium dari segala penjuru Pantai Mirota. Lantunan musik karaoke terdengar bising tapi juga meriah, begitu juga dengan saut sautan suara gitar dan nyanyian merdu yang kadang sumbang dari satu gazebo ke gazebo lainnya.

Selesai meyantap bebakaran, saya menuju ke sebuah pier atau dermaga untuk nyoba mancing ikan sambil menunggu datangnya pergantian tahun. Sayang sekali tidak ada ikan yang nyangkut di mata kail saya, mungkin ikan-ikannya juga lagi pesta kali yah.

"Perhatian, untuk semua pengunjung Pantai Mirota, sebentar lagi jam dua belas malam, kami akan mematikan seluruh lampu yang ada di pantai ini supaya nanti kembang apinya jadi lebih indah". Begitu kata pengelola pantai saat jam sudah menunjukan pukul 11:50 menit.

Kalau mau lihat gimana meriahnya kembang api di Pantai Mirota silahakan nonton di video ini yah, subscribe sekalian juga boleh, hehe



Waktu yang ditunggu-tunggu tiba, kami bersama-sama menghitung mundur pergantian tahun dari 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1.... DOOOR! kembang api di langit Pantai Mirota bermekaran satu persatu, menghiasi langit hitam dengan warna-warni harapan baru ditahun yang baru. 

Lampion-lampion kami nyalakan dan kami terbangkan bersama dengan doa-doa dan harapan di tahun ini. Saya berharap agar di tahun yang baru ini hidup jadi semakin berwarna, semoga semakin banyak kebahagiaan yang datang menemani saya dan juga teman-teman serta pembaca di tahun ini.

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

4 komentar:

  1. Lama tidak mengunjungi pantai Mirota... Pernah denger dari pemiliknya, Mirota ada kaitannya dengan Jogja sih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh benarkah mas? Wah perlu penyelidikan lebih lanjut nih, jangan2 yang punya pantai mirota adalah bu..eh pak raminten itu sendiri

      Hapus
  2. Keren banget malam taun baruan dihabiskan di pantai.. Bener sih batam emang kurang dikenal sebagai kota wisata, padahal kalau mau dikembangin lagi pariwisatanya bisa sangat menguntungkan, salah satunya ya pantai mirota ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, dan masih ada puluhan pantai dan pulau yang menawarkan keindahan alam yang bikin adem sanubari

      Hapus

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib