Air Terjun Eksotis di Curug Sumba, Purbalingga


Tidak saya sangka ternyata di kota kecil Purbalingga yang dikalangan para pelancong hanya dikenal dengan Gunung Slamet, sementara untuk para pebisnis dikenal dengan industri rambut dan knalpotnya terdapat sebuah air terjun atau bahasa daerahnya "curug" yang menurut saya sangat eksotis dan keren abis.

Letak curug ini juga ternyata tidak disangka berada dibawah sebuah jembatan kecil di sebuah desa bernama Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Bobotsari.

Sebelumnya saya pernah mencoba kesini saat saya pulang dari Desa Wisata Limbasari dan mendapat info dari penduduk sekitar kalau ada sebuah Curug yang letaknya tidak jauh dari Jalan Raya Bobotsari - Karangreja namun setelah saya kesana teryata zonk! karena sungainya sedang banjir. 


Akhirnya saya kembali kesini dalam perjalanan pulang dari pendakian Gunung Beser untuk sekedar mandi-mandi lucu. 

Berada ditengah areal persawahan, menantilah sebuah Curug indah dengan air yang berwarna hijau karena refleksi lumut dan tanaman-tanaman yang berada diatasnya.

Untuk menuju Curug ini saya harus melewati sebuah jalan tanah sekitar 300 meter dari jalan raya, kemudian motor saya parkir di pinggir jembatan. Dari jembatan saya jalan turun melewati pematang sawah sekitar lima menit dan... inilah Curug Sumba yang keren itu.


Airnya jernih dan segar, namun pada bagian kolam utamanya terlihat dalam karena saya tidak bisa melihat dasarnya. Dasar kolam tersebut mungkin menyatu dengan warna air yang kehijauan tersebut.

Dibagian tebingnya ada sebuah celah gua kecil yang terdapat air mengalir dari dalamnya. Untuk air terjunnya sendiri tidak besar, namun saat banjir bisa menjadi sangat besar dan ganas. Tidak ada orang disini selain saya dan Fito, teman perbolangan saya.


Tidak menunggu lama, langsung saya ceburkan badan berlemak ini kedalam segarnya air kolam Curug Sumba, aiih....rasanya badan ini seperti hidup kembali dari penatnya pendakian Gunung Beser dan panasnya cuaca di siang hari itu.

Buat kamu yang mau mandi di kolamnya dan tidak bisa berenang harus menggunakan pelampung yah, karena dalamnya lebih dari dua meter. Tapi buat yang tidak sempat membawa pelampung bisa berenang dipinggirannya yang airnya dangkal, sama segarnya kok, cuman beda sensasinya saja, hehe.

Curug ini wajib dikunjungi jika kamu berkunjung ke Purbalingga, apalagi jika kamu mendaki Gunung Slamet, pulangnya harus mampir kesini, saya jamin semua penat akan hilang, apalagi lokasinya masih satu jalur dengan jalur menuju basecamp Bambangan.

foto-foto lain :





Camping Asik di Pantai Krakal, Gunung Kidul, Yogyakarta


Weekend kemarin untuk menyegarkan kondisi otak beberapa teman yang sudah lelah bekerja, saya mengajak mereka untuk refreshing. Kasihan melihat muka kusut dan bete mereka karena kerjaan yang numpuk, sementara saya muka kusut karena nyari kerjaan, keren kan?

Tujuannya adalah pantai Gunung Kidul (lagi) karena langsung di pinggir jalan dan tidak repot, begitu sampai bisa langsung mendirikan tenda, hehe.

Berbekal mobil dan perlengkapan camping sewaan kami pun meluncur hari sabtu sore menuju Pantai Krakal. Rute menuju pantai Krakal bisa dilihat disini, lokasinya bersebelahan dengan Pantai Sadranan, hanya dipisahkan tebing karang saja.

Mendekati pantai, semburat sinar matahari menyeruak di sebelah barat atau di sebelah kanan kami. Setelah bayar parkir mobil Rp. 10.000, kami bergegas mencari spot yang aman dan damai.

Ternyata di situ sudah ada beberapa orang yang mendirikan tenda juga, dan beberapa diantaranya adalah segerombolan wanita muda ala ala socialita. Bakal asik nih, kiranya ada seorang gadis yang khilaf masuk tenda kami, haha. Begitu tenda berdiri, kami langsung segera mencari kayu bakar dan apa saja yang kiranya bisa dibakar. Untungnya malam hari ini cuacanya bagus, bintang-bintang terlihat. 

Hari mulai gelap, kami mencoba menyalakan kayu bakar yang tadi kami kumpulkan sementara Diki, teman kami yang mantan seorang barista di sebuah cafe terkenal di Yogyakarta menyiapkan biji kopi dan grinder.

"Esrek..esrek..esrek" suara grinder kopi mulai menggiling biji kopi menjadi butiran-butiran debu di angkasa. Semerbak wangi kopinya amat menyegarkan. 

Api unggun berhasil dinyalakan, kopi Aceh Gayo sudah terseduh dengan aromanya yang semerbak di udara dan alunan suara gitar mengiringi sebuah lagu dari Payung Teduh yang kami nyanyikan dengan buas. Sayup-sayup juga terdengar suara cekikikan gadis-gadis sosialita dari tenda berwarna hijau, mbak sini mbok melu nyanyi karo aku.

Bang Dik, The Barista
Paginya kami bangun jam setengah tujuh, dan seperti biasa, sudah banyak pengunjung di pantai Krakal. Banyak bule juga ternyata. Beberapa warung sudah buka dan juga ternyata di Pantai Krakal ada penyewaan alat snorkeling.

Kami nikmati suasana pagi hari dipantai berpasir putih yang harmonis ini ditemani kopi Aceh Gayo ala Bang Dik. Setelah ngopi, kami menuju ke bukit karang krakal, untuk menikmati pantai dari ketinggian, dan ternyata pemandangannya asoooyy, keren sekali cah! 

Di Bukit ini ada yang namanya Batu Gemuruh. Jadi batu ini bersuara gemuruh beberapa detik sekali karena batu ini bolong dan lubang bolongannya ini tembus sampai ke laut Ketika ombak menabrak bukit karang ini maka suara gemuruh ombak akan teresonansi melewat batu diatas bukit ini.

Kami tidak berlama-lama diatas bukit ini karena panasnya luar biasa. Setelah turun, kami langsung membeli es kelapa muda seharga Rp. 10.000 per orang yang kami nikmati dibawah warung beratapkan sabut kelapa dengan angin yang sepoi-sepoi genit.

Pantai Krakal dari atas bukit
Karena matahari mulai nakal, maka kami putuskan untuk pulang ke Kota Jogja yang sekarang bertambah sumpek dan macet itu. Simple memang, hanya sekedar camping, tapi mampu menyingkirkan pikiran penat setelah bekerja selama seminggu. Coba deh kapan-kapan kalian camping ceria bersama teman-teman, dan jangan lupa ajak diriku juga ya.

It's Me!
Susilo, Sang Wartawan Kompas

Ikan-ikan terlihat saat surut
Nelayan hendak mencari ikan


Melihat Kepercayaan Marapu di Kampung Adat Manola, Tena Teke, Sumba

Dataran tinggi Wewewa di Sumba Barat Daya menyimpan sejumlah ke eksotisannya tersendiri. Alam yang hijau dan alami berbaur dengan misteriusnya sebuah kampung adat yang bernama Manola, di Desa Tena Teke, Kecamatan Wewewa Selatan, Sumba Barat Daya.

Untuk menuju ke kampung adat Manola, Jika berangkat dari Tambolaka bisa melewati jalur utama Tambolaka-Waikabubak (Sumba Barat) dengan jarak sekitar 30 km.

Kunjungan kali ini, kami full team, sepuluh orang dengan motor sewaan mendaki bukit-bukit terjal membelah hutan sampai terseok-seok di jalan pengerasan yang belum keras sama sekali. Alhasil, yang mbonceng harus turun karena jalannya sangat eksentrik.

Kuda sedang merumput di dekat kubur batu.

Setelah melalui jalan pengerasan setidaknya dua kilometer itu, kami disambut oleh deretan kubur batu dengan beberapa ekor kuda yang sedang merumput. Di belakang kubur batu, atap-atap rumah berbentuk kerucut terlihat menyembul sebagai latar belakangnya.

Anak-anak berlarian malu-malu menghindari kedatangan kami. Orang tua menyambut dan menyalami kami sambil menanyakan maksud kedatangan, dari mana gerangan kami berasal, dan lain sebagainya.

Baca juga: Potret Kehidupan Masyarakat Sumba - Sebuah Asa Ditengah Keterbatasan

Acara penyambutan tersebut berlangsung sampai kedalam rumah ketua adat. Kami disuguhi kopi khas dari Wewewa yang rasanya mantep dan juga sepiring ubi. Kopinya mempunyai rasa earthy sebagaimana umumnya rasa kopi robusta.

"Natara" Tempat penyembelihan hewan / pengorbanan yang berada di halaman rumah.

Kepala Suku bercerita bahwa dalam bahasa lokal, “Manola” berarti “sekelompok yang berpindah-pindah”. Legenda Manola menyebut bahwa leluhur mereka berkali-kali berpindah tempat untuk mencari tempat tinggal. Perpindahan ini disebabkan oleh kebutuhan untuk dekat dengan sumber daya alam penunjang kehidupan, serta mencari tempat strategis dalam rangka pertahanan perang antar suku. Hingga pada akhirnya diputuskan mereka tinggal di lokasi, dimana saat ini masyarakat Manolamempertahankan kekayaan budayanya.

Terdapat 42 rumah adat dan ratusan kubur batu di kampung ini. Terdapat juga beberapa pusaka keramat seperti parang dengan gagang gading, tambur dari kulit manusia, patung-patung keramat, dan benda pusaka lainnya.


Pada beberapa bagian sudut desa juga terdapat tempat-tempat yang dikeramatkan. Salah satunya adalah sebuah tempat pengorbanan atau penyembelihan hewan yang oleh masyarakat sekitar dinamakan 'Narata' berada tepat ditengah-tengah perkampungan.

Totem atau patung pemujaan kepercayaan Marapu di Sumba.

Beberapa totem atau patung pemujaan juga terlihat dibawah sebuah pohon yang rindang. Masyarakat kampung adat ini masih memelihara kepercayaan Marapu yang membuatnya menjadi salah satu atraksi wisata budaya yang unik.

Selesai ngopi, kami mengelilingi desa dan melihat-lihat kehidupan disini. Pada beberapa rumah terlihat nona-nona manis dan juga mama-mama cantik sedang menenun menggunakan mesin tenun tradisional dari kayu di teras rumah panggung mereka.

Baca juga: Danau Weekuri - Hidden Paradise Pulau Sumba

Anak-anak bermain-main sambil membuntuti kami dari belakang dan berpose malu-malu saat diajak berfoto. Dibawah rumah terdapat ternak seperti babi dan ayam. Sementara kerbau dan kuda terlihat sedang merumput liar.

Rumah dan kuburan berbaur akrab seperti tidak ada pembatas bagi yang masih hidup dan yang sudah meninggal. Tidak heran jika orang sumba sangat bersifat kekeluargaan. 

Anak-anak kampung adat yang malu-malu saat di foto

Hari sudah hampir menjelang malam dan kami pun berpamitan dengan segenap perangkat kampung adat yang ada dengan tidak lupa membawa beberapa kain tenun sebagai cindera mata.

Perjalanan pulang kami disuguhi dengan pemandangan matahari terbenam yang cukup indah di salah satu jalan di atas bukit sehingga kami sempatkan untuk berfoto-foto dahulu.

Kalau kalian berkunjung ke Sumba Barat Daya, kalian harus berkunjung kesini dan menikmati kebudayaan dan keramahan yang tidak bisa kamu dapat di manapun juga.

Foto bersama para tetua di Kampung Adat Manola

20 Tips Sebelum Berangkat Traveling Ke Luar Negeri

Ismir, Turkey, by Meg Mitchell

Jika kamu baru mau bepergian atau liburan ke luar negeri untuk pertama kalinya, mungkin kamu butuh sedikit pencerahan supaya nantinya liburanmu mulus dan lancar tanpa ada masalah. sebagai pemula world traveler ada baiknya kamu terlebih dahulu mengunjungi negara-negara yang dekat-dekat saja, seperti traveling ke Singapore misalnya. Berikut ini 20 tips yang harus kamu siapkan sebelum memulai perjalananmu ke luar negeri.

KEAMANAN & KESEHATAN

1. Cek kesehatan. pastikan kamu dalam keadaan sehat dan tidak ada penyakit beresiko tinggi yang bakal menghantui perjalanan kamu. Pastikan juga kamu mendapatkan vaksinasi yang diperlukan, khususnya jika bepergian ke negara-negara dengan epidemi penyakit yang tinggi.
 2. Bawa salinan passport. Jika passport kamu hilang atau tercuri setidaknya kamu punya bukti identitas kewarganegaraan sehingga akan memudahkan kamu berurusan dengan pihak berwenang seperti kantor keimigrasian setempat.
3. Backup salinan passport kamu. Untuk keamanan tambahan, tinggalkan salinan passport kamu dirumah atau kepada orang yang kamu kenal dengan baik. Salinan passport dalam bentuk hasil scan juga perlu di upload ke internet supaya kamu bisa mengunduhnya kapan saja saat dibutuhkan. Hal ini untuk mengantisipasi jika kamu tidak membawa salinan passport dalam bentuk fisik saat berada di luar negeri.
4. Daftarkan diri kamu ke kedutaan setempat. Pendaftaran atau penginformasian ini bisa dilakukan secara online atau via telepon. Jika ada masalah di negara tempat kamu berkunjung, maka kedutaan setempat bisa dengan mudah menghubungi dan membantumu.
UANG

5. Cek kurs keuangan saat ini. Kurs Rupiah saat ini sedang dalam kondisi yang sangat lemah, menembus angka Rp. 14.000 per dollarnya. Jadi sebaiknya kamu cek dulu kurs rupiah terhadap mata uang tujuan, biar tidak terkejut.
6. Pastikan keberlakuan kartu kredit atau kartu bank kamu. Ini sangat penting karena biasanya kita jarang membawa uang cash dengan alasan repot dan tidak aman jadi kita menggunakan kartu bank atau atm yang bisa digunakan secara internasional. Jika kartu bank tidak berlaku di negara tujuan, maka pastikan kamu bawa uang cash yang banyak.
7. Tukarkan uang dengan menggunakan ATM. Jasa penukaran uang di airport maupun di jasa-jasa penukaran uang lainnya biasanya memberi charge yang tidak sedikit. ATM bisa menjadi solusi karena mereka menerapkan charge yang standar dengan kurs yang terkini.
8. Selalu bawa uang receh. simpan recehan mata uang setempat kamu karena sangat berguna untuk membayar ini itu, dan juga dengan alasan keamanan misalnya supaya saat kamu beli barang di pasar tradisional tidak diincar oleh penjambret yang mengira kamu sebagai traveler kaya karena membayar menggunakan uang yang besar.
9. Hubungi pihak bank. Kadang-kadang bank akan menganggap ada tindak penipuan atau penggelapan jika transaksi kartu kredit tiba-tiba terjadi di Zimbabwe padahal kamu berasal dari Bandung, dan pihak bank akan menutup akun kamu.
10. Cek bea masuk atau keluar sebuah negara. Beberapa negara mengharuskan para pelancong membayar untuk bisa masuk atau keluar dari negaranya. Biaya ini bervariasi dari $25 - $200, biaya ini biasanya tidak dimasukan ke dalam harga tiket pesawat.
Perlu tips rekomended mendapatkan tiket pesawat promo? baca artikelnya disini
RISET
11. Beli tiket duluan untuk tempat-tempat yang ingin kamu kunjungi. Jika kamu ingin mengunjungi wahana wisata seperti disney world, atau ingin berselancar di salju pegunungan alpen kamu bisa membeli tiketnya dulu. Biasanya pembelian jauh hari akan mendapat promo khusus. Dengan membeli tiket duluan juga membuat kamu fokus dan mudah dalam mengatur pengeluaran.
12. Dapatkan panduan tempat yang akan kamu kunjungi. Panduan-panduan ini bisa berasal dari website-website traveler yang telah membahas tempat yang akan kamu kunjungi. Rangkum tips-tips tersebut dan print. Biasanya banyak buku panduan yang bisa kamu download secara gratis dan kamu print sebagai buku pegangan kamu saat menjelajah. Download juga aplikasi smartphone untuk panduan wisata seperti trip advisor, dll.
13. Cari tahu event-event yang sedang berlangsung di negara tujuan. Hal ini membuatmu tidak akan kehilangan momen-momen berharga. Acara-acara menarik seperti pertunjukan, festival, upacara adat, atau kejadian alam. Pastikan juga kamu cari tahu makanan lokal yang harus dicicipi. Kamu pastinya tidak mau meninggalkan sebuah negara tanpa mengalami apa yang membuatnya terkenal kan? 
Elektronik
14. Cek kembali kelengkapan gadget kamu. Jangan sampai ketika sudah berada di negara tujuan charger handphone atau kamera kamu ketinggalan. Bakalan repot jika kamu harus mencari-cari  charger yang sesuai untuk gadget kamu.
15. Bawa adaptor untuk charger. Setiap negara mempunyai jenis colokan yang berbeda-beda. Pastikan kamu membawa adapter yang bisa mengantisipasi perbedaan colokan tersebut
16. Cek voltase barang elektronik kamu . Masing-masing standar voltase setiap negara berbeda-beda, jangan sampai beberapa barang elektronik kamu tidak bisa digunakan karena mempunyai  tegangan di bawah atau diatas standar voltase negara tersebut.
PACKING & BARANG BAWAAN
17. Barang penting harus dibawa kedalam kabin. Jangan taruh barang-barang pentingmu didalam bagasi karena bisa saja terjadi kehilangan tas bagasi. Taruhlah paspor, gadget, uang, dan barang penting lainnya di dalam tas yang kamu bawa kedalam kabin
18. Bawa pakaian tambahan di dalam tas kecil. Pastikan kamu membawa sebuah tas yang bisa dibawa kedalam kabin. Untuk jaga-jaga bila ada masalah terjadi pada tas besar kamu yang ditaruh di bagasi, jadi kamu punya pakaian cadangan sembari menunggu tindak lanjut dari pihak maskapai. 
19. Check limit bawaan maskapai penerbanganmu. Biasanya setiap maskapai punya limit barang bawaan per kilo. Jadi cek kembali berat bawaan kamu apa melebihi limit atau tidak. Jika barang bawaan kamu seabreg banyaknya, maka siapkan uang tambahan untuk chek in bagasi berlebih.
20. Bawa snack atau makan kecil. Bepergian ke luar negeri itu menyenangkan, tapi terkadang selalu timbul masalah kebutuhan perut dimana makanannya tidak sesuai lidah dan kantong atau tidak halal bagi seorang muslim. Keberadaan makanan yang kita bawa bisa menjadi solusi selagi kita mencari tempat makanan yang sesuai.
Segitu dulu tips sebelum berangkat bepergian ke luar negeri, Kalau kamu punya tips lainnya atau jika ada yang perlu di ralat bisa ditambahkan di kolom komentar. 

Menyibak Kabut Gunung Beser Purbalingga


Cuaca sore hari ini begitu buruk. Petir bersahut-sahutan di angkasa. Saya hanya bisa memandangnya dengan pasrah karena acara ngecamp sore ini jadi batal karena hujan.

Sebenarnya saya bersama seorang teman berencana untuk mengeksplor sebuah gunung di Kecamatan Karang Jambu, Kabupaten Purbalingga. Gunung ini terlihat begitu menjulang saat dilihat dari jalanan dan nampaknya belum pernah di eksplorasi untuk kegiatan wisata.

Gunung ini juga terlihat di cerita saya sebelumnya saat saya berada di Desa Wisata Limbasari. Nama gunung ini adalah Gunung Beser.

Camping Asik Di Pantai Sundak Gunung Kidul


Waktu menunjukan pukul delapan malam ketika para bujangan ini gegap gempita sibuk sendiri menata peralatan camping yang harus dibawa. Rencananya kami bertujuh akan mengadakan camping bujangan di pantai Gunung Kidul yang nyaman, aman, dan tenteram. Setelah browsing sana-sini maka ketemulah tempat camping asyik di Gunung Kidul bernama Pantai Sundak. Selesai packing langsung meluncurlah kami dengan mobil sewaan seharga Rp. 250.000 untuk waktu sewa selama 24 jam. 


Perjalanan selama satu setengah jam berlangsung sangat fun dan santai karena disepanjang perjalan kami selalu bercanda, tertawa, dan bernyanyi bersama. Perjanjian kami sebelum berangkat adalah ME-NON-AKTIFKAN SEMUA GADGET kecuali satu untuk keperluan navigasi. Kenapa? karena ngga asik dong kalau fun camp malah sibuk sendiri dengan gadget masing-masing.

Pantai Sundak masih berada dideretan pantai-pantai selatan Gunung Kidul dengan koordinat google maps 8°08'49.1"S 110°36'28.8"E. Tepatnya disebelah timurnya Pantai Sadranan dan merupakan sebuah pantai berkarang. Sesampainya di area pantai tak nampak satu pengunjung pun yang mendirikan tenda disitu padahal ini adalah malam minggu. Hanya ada beberapa pasang muda-mudi yang nampaknya terganggu dengan kedatangan kami. Maaf lho mas mbak kalau kita mengganggu quality time kalian. Kan jadi kentang, hehehe

Letaknya yang berada di pinggir jalan membuatnya tidak repot. Lokasi camping juga berada tepat disebelah mobil, sekalian ngejaga mobil biar aman. Kan ga lucu kalau bangun tidur mobil sewaannya raib. Sebenernya bisa saja sih tidur di mobil atau sekedar gelar tiker, tapi biar lebih greget jadi kami pasang tenda. Singkat cerita, sekitar jam 11 malam tenda sudah berdiri dan api unggun telah berkobar. Kami keluarkan ayam yang sebelumnya kami rebus dulu dari rumah dan diberi bumbu kuning. It's bakar-bakar time!

Setelah sesi bebakaran, berikutnya adalah sesi ngopi sambil cerita seram. Kami bertujuh bergantian menceritakan cerita seram yang ujungnya malah jadi cerita humor dan cerita "malam". Suasana malam itu sungguh mendukung untuk mewujudkan camping asoy ini. Langit berbintang dengan milkyway yang samar-samar terlihat. Angin malam yang syahdu menerpa tubuh kami dan menggoyang-goyangkan bayangan dari api unggun. Yang terpenting untuk mewujudkan camping yang seru adalah suasana keakraban bersama teman kita.


Suara berisik dari luar tenda bertambah keras, saya terbangun dan membuka tenda. Diluar, matahari sudah agak naik, dan disekeliling tenda kami sudah ada beberapa orang wisatawan yang ikut menikmati keindahan Pantai Sundak di pagi hari. Saya menghirup nafas dalam-dalam dan membatin "ini baru yang namanya hidup". Bayangkan, bangun tidur langsung disuguhi pemandangan pantai berpasir putih dengan air laut yang biru dibawah pohon kelapa yang melambai-lambai. Aiih saya jadi semakin bersemangat jadi travel writer.


Air laut sedang surut, saya melihat para pencari hewan-hewan laut dan juga rumput laut sedang beraksi. Mereka dengan semangatnya mencari nafkah dari laut ini sedangkan kami hanya bersenang-senang di laut yang sama. Ironis memang, namun begitulah kehidupan, saling melengkapi. Penduduk sekitar juga semakin meningkat kondisi ekonominya dengan semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung. Mereka yang pagi ini mencari hewan dan rumput laut juga mungkin semakin bertambah penghasilannya, karena permintaan dari pengumpul pasti bertambah untuk memenuhi permintaan wisatawan akan oleh-oleh makanan khas Pantai Gunung Kidul. 

Pagi itu kami lalui dengan berenang-renang asik, bermain pasir, dan susur pantai. Semakin siang air laut semakin bertambah tinggi. Matahari juga semakin bertambah terik. Tepat pukul sebelas siang kami cabut pulang ke Yogyakarta tercinta dengan pemandangan di sepanjang jalan dari arah berlawanan adalah kemacetan panjang bus-bus dan mobil pribadi.

Tips Recommended Untuk Mendapatkan Tiket Pesawat Murah


Tiket pesawat oh tiket pesawat…tinggi sekali kamu disana. Pasti banyak dari kita yang pengen melancong tapi bingung karena waktu liburan yang super singkat. Ingin lewat jalur darat atau laut tapi lama dan ribet sampe pusing tujuh keliling. Pesawat itu memudahkan kita untuk pergi kemana saja dalam waktu yang singkat dan tanpa ribet walaupun sebenarnya esensi dari proses perjalanan atau berpetualang itu sendiri hampir tidak ada. Bayangkan kita kan mau traveling, tapi gak lucu dong masa baru dua jam langsung sampai tujuan. Dimana kesannya coba? Haha.

Tapi ya mau gimana lagi, traveling jaman sekarang beda dengan jaman nenek moyang dulu yang benar-benar menghargai prosesnya. Kita dijaman modern walau semuanya serba canggih dan serba cepat namun kok rasanya waktu yang kita punya lebih sempit. Nah karena waktu yang dirasa semakin sempit inilah, manusia modern maunya yang serba instan. Mau bepergian juga pengiinnya langsung sampai tujuan yaitu memakai pesawat!

Buat para traveler pemula macam saya, pesawat merupakan sesuatu yang bergengsi dan semacam hal tersier yang membuat teman berkata “Cieeee naik pesawat cieeee”  Dikarenakan harga tiket pesawat yang tidak murah apalagi untuk ke luar negeri sana. Jangankan luar negeri, harga tiket pesawat untuk tujuan dalam negeri macam papua sana juga ya ampun mahalnya, bisa buat dp rumah. Tapi kalau luar negerinya macam Singapore, Malaysia, dan tetangga-tetangga dekat lainnya sih masih terjangkau. 

Untuk itu saya mau berbagi tips yang saya rangkum dari berbagai sumber di internet yang juga mereka rangkum dari berbagai sumber, yang sumber mereka juga merangkum dari berbagai sumber  xD . Ini tipsnya…..

Cara Mencari dan Mendapatkan Tiket Pesawat (Murah) Untuk Traveling

1. (Kalau Bisa) Hindari Hari Libur
Harga tiket pesawat sangat bervariasi tergantung apakah itu hari liburan atau hari kerja efektif. Di Indonesia, hari libur sekolah (bulan januari-februar dan Juli-Agustus), libur lebaran, dan libur natal-tahun baru akan sangat banyak orang yang liburan menggunakan pesawat (kalau di Eropa, peak seasons ada di bulan Agustus) maka sesuai hukum ekonomi, tiket pesawat juga akan berada pada titik termahal karena banyaknya pelanggan.

 Tiket pesawat juga murah saat hari-hari efektif bekerja seperti hari senin-kamis, jadi cutilah pada hari sibuk karena pengguna jasa penerbangan tergolong minim jumlahnya pada hari tersebut. Waktu penerbangan tengah malam sampai subuh juga tergolong murah karena rata-rata orang bakal malas bepergian pada jam-jam itu. Jadi kalau kamu bisa menyesuaikan jadwal traveling kita denganhari-hari efektif, dijamin bakal dapet tiket pesawat termurah sepanjang masa. Tapi kalau kita Cuma bisa pergi saat hari-hari libur ya siap-siap lah dapet peak season price.

2. (Kalau Bisa) Hindari Lokasi Wisata Yang Mainstream
Tempat wisata sejuta umat seperti Bali, Yogyakarta, Singapore, Thailand, dll bakal mempunyai harga tiket yang mahal karena ya pengunjungnya juga banyak jadi maskapai penerbangan tidak akan khawatir akan kekurangan penumpang. Sebaiknya carilah tempat-tempat yang belum terkenal dan belum terlalu banyak pengunjungnya ( Timor Leste misalnya, hehe) karena harga tiket juga bakalan diskon besar-besaran bro.

3. Carilah Tiket Promo!
Kalau yang ini pasti sudah pada tau kan? Tiket promo berperan penting dalam mendapatkan tiket pesawat yang murah. Banyak sekali maskapai yang mengadakan promo tiket, seperti Lion Air dan Airasia kecuali Garuda (kayaknya). Tiket promo maskapai luar negeri juga banyak yang mengadakan promo, contohnya teman saya mendapatkan tiket Bangkok-Norwegia menggunakan Norwegian Airlines seharga $200 saja! Bahkan ada yang promonya kebangeten! Jakarta-Singapore cuma bayar Rp. 49.000 katanya hanya untuk ganti aftur saja! Murah kan?
                                                                    
Tapi biasanya tiket promo berlaku untuk pemesanan jauh-jauh hari. Untuk penerbangan domestik biasanya 60 hari sebelum pemberangkatan, sedangkan penerbangan Internasional sekitar 150 hari. Ini tiket promo model jauh-jauh hari sangat bermanfaat untuk perencanaan rencana traveling kita. Jadi sebelum hari H kita masih punya waktu untuk mengumpulkan cuti, mengumpulkan uang, mengumpulkan rencana sehingga traveling kita bakal terorganisir dengan baik. 

Untuk mendapatkan tiket promo sangat mudah, kamu tinggal kunjungi website-website penyedia jasa layanan tiket seperti traveloka, pegipegi.com, dll. Atau bisa langsung kunjung situs resmi maskapai penerbangannya. Tapi jika melalui penyedia jasa tiket traveling biasanya mereka mempunyai promosi khusus yang tidak ada di website resmi maskapai penerbangan. Jadi jika kamu melihat sebuah promo tiket pesawat murah yang hits banget! Segera booking! Karena yang mau booking juga banyak gaes!

4. “Clear Cache Browser” Sebelum nge-Cek Harga Tiket
Kenapa harus di clearin dulu cache browsernya? Karena biasanya kalau kita berkunjung ke jasa pemesanan tiket pesawat online lebih dari satu kunjungan maka harganya akan lebih mahal walau Cuma sedikit. Biasanya pada kunjungan pertama harganya Rp. 268.000 maka pada kunjungan kedua bisa Rp. 298.000. Jadi pastikan kamu clear cache dan hapus history browser sebelum memesan.


5. Cobalah Rute Alternatif
Yang dimaksud rute alternatif disini adalah menggunakan rute terbang yang beragam. Misalnya nih, jika menggunakan penerbangan langsung / direct flight dari Jakarta – Bangkok harganya Rp 1.500.000, tapi karena kita coba cari rute alternatif Jakarta – Singapore Rp. 300.000 dan dari Singapore – Bangkok Rp. 700.000. Jadi total kita bisa ke Bangkok dengan harga tiket Cuma Rp. 1.000.000, lumayan kan sisa Rp.500.000 bisa buat jalan-jalan dulu di Singapore!

6. Jangan Beli Tiket Borongan!
Jika kalian pergi dalam sebuah party atau rombongan lebih baik beli tiketnya satu-satu saja, jangan beli tiket pesawat langsung empat tiket karena biasanya harga borongan itu lebih mahal dari pada beli satu-satu. Jadi mendingan kalian booking tiket pada waktu bersamaan tapi pesennya sendiri-sendiri. Walaupun nantinya kalian tidak bisa duduk barengan tapi setidaknya masih satu pesawat lah.

7. (Recommended) Kerja Keras & Nabung Biar jadi Orang Kaya
Nah ini yang paling penting gaes! Jika kita jadi orang kaya (banget) yang banyak duitnya maka semua tiket pesawat dari berbagai maskapai baik kelas atas maupun kelas rakyat bakal jadi murah. bahkan  mengeluarkan uang untuk membeli tiket pesawat kelas Executive itu cuman berasa seperti jajan di pinggir jalan lho!gak percaya? Coba saja mulai dari sekarang kamu kerja lebih giat dan nabung yang banyak. Setelah uangnya terkumpul banyak maka mulailah membuka usah dan berinvestasi. Setelah itu uang bakal mengalir dengan indah kedalam rekening bank kamu. Keren kan?

8. Booking Sekarang!
Kalau kamu tidak sabar menunggu jadi miliarder hanya untuk beli tiket pesawat maka jangan mendunda-nunda rencana bepergianmu . 

Jalan-Jalan Sore di Desa Wisata Limbasari Purbalingga


Masih saja belum habis wisata yang ada di Purbalingga. Purbalingga mempunyai banyak sekali obyek wisata, dari wahana wisata buatan, beberapa spot untuk rafting, puluhan air terjun, dan puluhan lokasi tracking bukit yang menyuguhkan pemandangan alam yang indah. Tidak mengherankan, karena Purbalingga mempunyai letak geografis pegunungan terutama di daerah utara.

Mumpung lagi mudik, saya coba-coba nyari hestek Instagram dan hasilnya waoww…banyak sekali tempat yang ajiib yang harus dikunjungi di Purbalingga. Kemarin sore saya sempatkan waktu untuk mengunjungi Desa Limbasari di Kecamatan Bobotsari Purbalingga. Desa Limbasari menyuguhkan Panorama Perbukitan yang berjejer dan juga sungai klawing dengan batu-batu besar yang eksotis. 

Perjalanan dari kota Purbalingga menuju Limbasari ditempuh dengan waktu 30 menit mengendarai supra butut saya. Cara menuju kesana cukup mudah. Jadi kalau dari arah Purbalingga terus ikuti jalan utama menuju Bobotsari. Sesampainya di Bobotsari ikuti jalan menuju Kec. Karangreja / Pemalang. Sekitar 10 menit nanti di kanan jalan ada plang DESA WISATA LIMBASARI. Dari situ masuk masih sekitar 10 menit. Kalau bingung tanya saja dengan penduduk sekitar.


Memasuki Limbasari saya disuguhi pemandangan perbukitan berkabut yang eksotis. Saya sempatkan foto-foto dulu sebelum cahaya mentari meredup. Karena sendirian jadi harus menggunakan tripod dan timer untuk memotret diri sendiri, alhasil saya jadi pusat perhatian warga sekitar yang lalu lalang di sepanjang jalan. 

Ada papan petunjuk yang menjelaskan atraksi wisata di Desa Wisata Limbasari namun tidak jelas sama sekali arah dan tujuannya. Hanya sebuah papan bertuliskan list atraksi wisata saja, tanpa petunjuk arah maupun kontak telepon yang bisa dihubungi. Hasilnya sayapun kebingungan dan harus tanya sana-sini.


Sayang sekali sesampainya di Sungai Klawing kondisi tidak seperti yang saya bayangkan saat melihat di Instagram, air sungai membludak berwarna coklat sampai menutupi batu-batu besar tersebut dikarenakan habis hujan deras. Yah saya hanya bisa gigit jari dan merenungi nasib karena belum berkesempatan melihat sungai berbatu nan eksotis itu.

River Tubing di Sungai Klawing (Gambar limbasaripatrawisapbg.blogspot.co.id)
Dengan kecewa saya balik dan menuju destinasi selanjutnya yaitu Curug Sumba yang menurut perkiraan saya juga airnya membludak kecoklatan, tapi tidak apa, itung-itung survey lokasi. Curug Sumba berlokasi tidak jauh dari Desa Wisata Limbasari yakni di Desa Tlahab Kidul.Tepatnya  sekitar 500m sebelum plang Desa Wisata Limbasari. 

Jalan menuju curug berada tepat di pinggir jalan Bobotsari-Karangreja diapit persawahan dan berupa jalan kecil berbatu yang hanya muat untuk satu mobil saja. Motor saya parkirkan disebelah jembatan dan saya haru berjalan kaki menuruni pematang sawah sekitar 5 menit. 

Curug Sumba ini terkenal dengan airnya yang jernih dan memantulkan warna hijau-biru. Namun seperti yang sudah diduga, sungainya banjir. Setelah mendokumentasikannya, saya pun pulang dengan galau..hahaha. Mungkin besok lagi jika cuaca tidak hujan saya akan kesini lagi untuk menagih janji. Akhirnya saya berhasil menuju curug Sumba ketika surut / tidak banjir! ceritanay ada disini Air terjun Eksotis Curug Sumba Purbalingga




Berikut merupakan Foto Jika Kondisi cerah dan tidak hujan, keren loh!

Kali klawing di Desa Limbasari jika debit air kecil (photo credit : @sexsoii )

Pantai Menganti, Melihat Laut Lepas Dari Atas Bukit


Haloo om..tante, balik lagi karo nyong, Abeng Sagara. Sapa sih sing ora ngerti kebuman? kae lho jalur ngidul sing arep ming jogja nek koe sekang arah kulon...lah sori gaes saya kebablasan pake bahasa daerah sendiri.

Yup, Kalau kamu dari arah barat ( Jawa Barat so on) mau wisata ke Jogja lewat jalur darat bagian selatan pasti akan melewati kota Kebumen. Kota yang dibesarkan oleh para sopir truk, bus, angkot, dll, dikarenakan Kebumen merupakan kota yang dilewati oleh jalur utama Jalan Nasional dari arah barat menuju timur.

Nah, liburan lalu saya mendapat kesempatan mengunjungi Kebumen dengan metode dadakan. Kebetulan waktu itu saya sedang mudik ke kampung halaman di Purbalingga. Baru saja saya sampai dirumah, langsung ada panggilan masuk "woy, ko wis nengumah? melu yuh! aku karo bocahan arep ming kebumen kie, arep ming Menganti, jerene apik!" Langsung saja saya mengiyakannya dengan antusias, saya pun mengajak bojo A.k.A pacar tercinta. 

Pagi pukul 06.00 WIB saya berangkat dari Purbalingga menuju Menganti, salah satu pantai yang sedang naik daun di jalur selatan. Tanpa sarapan!

Perjalanan menuju menganti ternyata tidak seperti yang saya bayangkan. Biasanya pantai-pantai di Kebumen jalannya lurus to the point langsung pantai. Beda dengan Menganti, Pantai ini harus melewati bukit curam dengan jalan yang sempit karena lokasinya berada di balik bukit. Perjalanan ditempuh dengan waktu 2,5 jam dan dengan adrenalin yang terpacu karena kondisi jalan yang cukup ekstrim. 


Jalannya sudah aspalt dalam kondisi yang bagus karena sepertinya baru saja di perbaharui. Yang membuat jantung hampir copot adalah jalan yang sempit dengan tanjakan yang cukup curam dihiasi pemandangan jurang di kanan-kirinya. Pos retribusi terlewati dengan membayar retribusi per orang Rp. 5000 sedangkan retribusi kendaraan Rp. 10.000 untuk mobil dan Rp.5000 untuk motor.


Dari pos retribusi jalan masih naik lagi. Baru saat ada turunan, terlihatlah hamparan permadani biru nan berkerlap-kerlip di sepanjang sisi kanan kami dengan ornamen pasir putih sebagai penghias tepinya (dan juga botol plastik yang berserakan). 


Semakin mendekati lokasi parkir semakin banyak terlihat kapal-kapal nelayan yang tengah berlabuh di tepian pantai dengan warna-warninya yang semakin menambah indah pantai tersebut.

Banyak warung-warung di lokasi parkiran yang rata-rata menjual es kelapa muda dan juga mendoan monster yang besarnya se-taplak meja. sempat tergiur untuk mampir sebentar di warung namun kami putuskan untuk mampir pas pulangnya saja.

Untuk menuju tebingingnya kami harus berjalan sekitar 15 menit naik turun bukit dengan pemandangan pohon cemara yang seakan-akan dengan pelitnya menghalangi pandangan kami untuk melihat laut lepas.

Selang 15 menit, di balik bukit terlihatlah segerombolan gazebo yang sayup-sayup terdengar suara musik dangdut koplo yang di putar keras-keras oleh pemilik warung disitu. Dengan semangat membara kami turuni bukit dan berlari menuju gazebo yang paling besar dan merebahkan diri sambil meneguk air mineral yang kami bawa. 


Sambil menikmati angin semilir dan memandangi lautan lepas dengan pemandangan pantai pasir putih, perahu nelayan dan tebing-tebing di kanan-kiri dari atas bukit, tanpa disadari ternyata didalam gazebo ada tulisan "Sewa Gazebo Rp.10.000". Yahh..gak jadi gratis.

Saya kira gazebo ini adalah fasilitas publik yang disediakan memang sebagai penunjang pariwisata, tapi ternyata masih bayar juga. Tak apalah walau berbayar, hitung-hitung sebagai tambahan pendapatan warga sekitar dan berharap juga untuk dialokasikan sebagai dana pengembangan obyek wisata Pantai Menganti.


Sesi foto-pun dimulai (terutama untuk the ladies). Pose sana, pose sini, lompat kesana kemari sampai jungkir balik. Semakin siang semakin banyak pengunjung yang berdatangan dengan kaos hitam MTMA-nya. Karena cuaca makin panas dengan tempat berteduh yang minim kami putuskan untuk menyudahi sesi di atas bukit dan kembali turun menuju parkiran dimana pusat lokalisasi perut berada. 

Kami menghampiri sebuah warung berwarna biru bertingkat dua dengan tempat duduknya yang menghadap laut. Si ibu empunya warung mendatangi kami dengan senyum ramahnya seraya menyodorkan menunya.

Es kelapa muda dan mendoan monster-pun datang. Mendoan ini menggunakan bumbu kuning khas daerah ngapak timur dengan ukuran yang super jumbo, mungkin empat kali lebih besar dari mendoan banyumasan reguler. Bumbu kunir dan rempah-rempah meresap dalam ke daging-daging tempenya, membuat rasa mendonya gurih, ditambah dengan sambel cabe semakin menambah perut dan lidah ternodai kesuciannya. 


Kenyang sudah, segar sudah, saatnya melanjutkan ke pantai di balik bukit sebelah barat pantai menganti yaitu Pantai Karang Agung yang untuk mencapainya kita perlu tracking menuruni bukit dan hutan sekitar setengah jam. Untuk episode Karang Agung nantikan di artikel saya berikutnya yang tidak tahu kapan akan saya tulis, tergantung mood, hehehe, dadah, salam asoy!

Photo Gallery :


Featured post

Menuju Pedalaman Sumatera Selatan - Bermula di Muara Dua

"Ke pedalaman Sumatera!? Memangnya mau ngapain? Nanti diterkam macan loh! " Tanya eyang dengan polosnya saat saya menelepon be...

Paling Banyak Dibaca