Tetap Produktif Meski Menganggur


Apa yang harus di lakukan ketika menganggur? Sekarang ini saya sedang menganggur. Nganggur seminggu, dua minggu, sampai sebulan masih bisa saya tolerir karena saya masih punya tabungan untuk menghidupi masa-masa pengangguran. Namun, setelah dua bulan, tiga bulan, sampai sekarang tulisan ini terbit, yakni empat bulan, kondisi psikologis mulai dipermainkan 😈. 

Selain lembaran rupiah di rekening yang mulai menipis, yang paling membuat tidak nyaman adalah pandangan sosial yang cenderung negatif terhadap pengangguran. Tidak hanya dari tetangga dan teman-teman, namun juga dari keluarga sendiri. Saya khawatir bila semakin lama menganggur maka pandangan HRD juga ikut negatif sehingga berujung pada penolakan aplikasi lamaran kerja.

Tapi, menurut survey dari sebuah website karir terkemuka careerbuilder.com yang di lakukan secara online oleh Harris Interactive , dari 3.023 manajer rekruitmen dan para profesional HR, mengungkapkan bahwa kebanyakan perusahaan merasa bersimpati kepada para pengangguran yang berusaha mendapatkan pekerjaan. Para HRD tersebut memahami masa resesi pengangguran dan bisa mentoleransinya.

Namun jangan merasa lega dulu, meskipun HRD bersimpati kepada pengangguran, menganggur tanpa melakukan apapun juga merupakan sebuah kesalahan. Masa pengangguran adalah kesempatan dimana kita bisa fokus memperbaiki dan memperkaya kualitas diri kita sendiri dan mencoba hal lain yang belum tentu bisa kita coba saat kita sibuk bekerja.

Lalu apa yang harus dilakukan di saat menganggur supaya kita tetap produktif?

Ambil pekerjaan kontrak atau sementara
Untuk pengangguran yang uang saku nganggurnya sudah habis. Mencari pekerjaan sementara adalah pilihan yang tepat. Sebenarnya kalau mau mencari, banyak sekali pekerjaan kontrak seperti melakukan survey, jadi asisten peneliti, ikut jadi panitia sebuah event, jadi tour guide / tour leader, jadi sopir, atau bahkan pekerjaan kasar seperti jadi tukang bangunan. 

Pekerjaan kontrak ini biasanya hanya berlangsung selama beberapa hari atau beberapa minggu saja, namun dari situ kita bisa membangun relasi dan bukan tidak mungkin relasi tersebut lah yang nantinya akan membantu membukakan pintu rezeki kita.

Lalu dimana mencari pekerjaan ini? Banyak sekali info lowongannya seperti di grup facebook, linkedin atau sosial media lainnya. 

Ikut kursus atau kelas pelatihan
Saya sangat menyarankan ikut kursus atau kelas-kelas pelatihan untuk mengisi waktu selama menganggur. Self improvement selain menambah keahlian juga mampu memperkaya nilai curriculum vitae kita. Kapan lagi kita bisa bebas ikut kursus selain saat menganggur? 

Ikutilah kursus yang menambah skill pekerjaan yang kamu idamkan. Kalau kamu sedang mengincar pekerjaan di bidang media, maka ikutilah kursus yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut, misalnya kelas jurnalistik, kursus desain grafis, kursus videography, dan sebagainya. 

Keuntungan lain ikut kursus adalah bisa memperluas jaringan relasi yang sesuai dengan passion kita.

Volunteer alias jadi sukarelawan
Ini adalah salah satu kegiatan favorit saya. Saat ini banyak sekali program sukarelawan di Indonesia mulai dari yang diselenggarakan oleh organisasi non-profit, oleh pemerintah, atau oleh perorangan. Ada juga beberapa web untuk volunteering seperti indorelawan.org , relawan.id , indonesiamengajar.org , dll. 

Namun sayangnya beberapa kegiatan kesukarelawanan ini nampaknya sudah mulai berbayar. Jadi, kalau kita mau volunteer, kita harus bayar. Ada beberapa penyedia volunteer yang semacam ini, nyari sukarelawan untuk mendapatkan profit pribadi. What a shame

Oh iya, hampir 60% rekruiter menyukai calon karyawan yang punya pengalaman volunteering. Menjadi volunteer menunjukkan bahwa kita punya passion pada hal tertentu dan peduli terhadap orang lain. Perusahaan tidak hanya butuh orang yang mampu bekerja dengan baik, namun perusahaan juga membutuhkan orang yang punya karakter dan integritas. 

Bikin usaha sendiri
Dulu selepas lulus kuliah saya sempat mencoba beberapa usaha, seperti jualan angkringan, jualan barang bekas, jualan motor bekas, namun belum ada yang berhasil.

Saya punya mindset bahwa usaha apapun jika kita tidak punya passion di bidang tersebut maka susah untuk berhasil. Karena mindset tersebut maka saya masih belum menemukan usaha apa yang cocok untuk saya coba. Ditambah lagi kendala tidak adanya modal yang semakin menjauhkan saya dari mencoba berwirausaha. 

| Baca Juga: Bekerja Sesuai Passion, Atau Passion Yang Menyesuaikan Kerja?

Jika kamu saat ini punya hobi atau passion dan juga punya modal. Maka segera jadikan passionmu itu menjadi sebuah usaha. Pelan-pelan saja dulu sambil mencari pekerjaan tetap. Jika suatu saat usahamu berhasil dan mampu menghasilkan profit yang banyak, maka kamu bisa berhenti mencari kerja dan mulai mencari pekerja. 

Jika kamu akhirnya mendapatkan pekerjaan, toh kamu jadi punya skill tambahan yang mungkin akan berguna untuk pekerjaanmu. 

Mulailah membuat blog atau vlog profesional
Membuat blog ataupun vlog tidaklah sulit. yang kita butuhkan cuma laptop, hape, dan internet. Kita bisa melihat kisah sukses beberapa blogger yang sudah berhasil meraup pendapatan puluhan bahkan ratusan juta dari blog mereka, contohnya seperti mas Eka Lesmana. Eka Lesmana hanya seorang tamatan SMP namun sekarang pendapatan dari blognya sudah mencapai ratusan juta perbulan. Hebat bukan?

Menulis blog ataupun membuat konten vlog yang sesuai dengan passion akan menandakan pada rekruiter bahwa kita adalah ahli di bidangnya. Misalnya kamu sedang mencari pekerjaan sebagai programmer. Maka buatlah sebuah blog yang mengulas tentang dunia programming. Dengan membuat blog profesional, kita bisa terus mengasah dan menambah kemampuan profesional kita.

Ikuti info terbaru tentang dunia kerja
Mengikuti info terbaru dan mengetahui apa yang sedang dibutuhkan oleh perusahaan merupakan cara terbaik untuk memotivasi kita agar tetap semangat mencari pekerjaan. 

Saat ini yang sedang banyak dibutuhkan adalah pekerjaan di bidang teknologi informasi, media, teknik, kesehatan, sales, dan customer service. Terus pantau lowongan dan jangan menyerah, rejeki siapa yang tahu. 

Terus asah otak dengan ide-ide baru
Kita bisa berpura-pura sedang jadi seorang pekerja profesional dalam suatu bidang. Asahlah otak kita untuk memunculkan ide-ide baru tentang pekerjaan kita. Misalnya, kita bisa memikirkan tentang sebuah strategi pemasaran yang baru, atau memikirkan tentang konsep-konsep produk baru yang bakal jadi bestseller. 

Walaupun pengangguran, tidak dosa kok untuk berpura-pura sebagai seorang yang profesional. Siapa tau ide-ide tadi akan membuat kagum HRD karena kamu muncul sebagai seorang yang berwawasan dan tahu apa yang harus dilakukan di area keahlianmu. 

Jalin relasi dan buat koneksi
Jangan cuma berdiam diri dirumah, beranjaklah keluar dan temui teman-teman. Saya pasti selalu meluangkan waktu saat weekend untuk berkumpul dengan teman-teman, sekedar ngopi bareng sambil bertukar kabar. Terkadang teman-teman kita akan membawa teman baru yang bisa jadi saat ini perusahaannya sedang membutuhkan karyawan baru.

Selain itu, coba ikutilah beberapa organisasi atau klub yang kamu sukai. Jangan malu untuk bertemu orang baru. Kita tidak tahu kejutan apa yang akan diberikan oleh orang-orang baru kepada kita. 

Satu hal lagi, jangan malu untuk mengatakan bahwa kita sedang mencari pekerjaan karena informasi tidak datang tanpa dicari. Lamaran kerja yang dibawa oleh koneksi langsung antar personal, lebih dipercaya ketimbang lamaran dari orang asing yang tak dikenal. 

Tekuni Hobi
Menurut sebuah penelitian dari Society for Personality and Social Psychology (SPSP), orang yang punya hobi cenderung lebih sehat dan bahagia. Siapa tau dari hobi jadi pundi. Sudah banyak  orang-orang yang sukses dengan menyulap hobi menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan. 

Hobi juga bisa menjadi ajang mencari relasi jika kita menjalin hubungan dengan orang-orang yang menekuni hobi yang sama. Tidak bisa dipungkiri, salah satu faktor yang membuat kita lolos interview pekerjaan adalah adanya ketertarikan personal antara interviewer dengan pelamarnya. Siapa tau interviewermu punya hobi yang sama denganmu. 

Intinya, walaupun seorang pengangguran, bukan berarti kita harus benar-benar menganggur tanpa melakukan apapun. Menganggur hanyalah sebuah kesempatan untuk kita memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Semoga tulisan ini bisa memberi secercah harapan untuk teman-teman pencari kerja. Tetap semangat !

6 komentar:

  1. Wah! Tulisan yang memotivasi sekali.
    Ternyata ada beberapa hal dalam hidup ini yang saya lewatkan. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, terimakasih mas. Yang penting jangan melewatkan ibadah dan teruslah bermimpi! (juga berusaha), ya nggak?

      Hapus
  2. eh sekarang pulang kampung ke purbalingga atau masih tinggal di mana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku sementara lagi pindah tempat nganggur di Batam nih mas, wis kangen mendoan kie, haha

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.