Bagaimana Rasanya Berhenti Menggunakan Sosial Media?

Selasa, Maret 19, 2019 abesagara 20 Comments

Ilustrasi Berhenti Menggunakan Sosial Media


Sebenarnya sudah sejak lama saya berpikir untuk berhenti menggunakan sosial media, utamanya seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan teman-temannya.

Setiap bangun tidur pasti yang saya baca adalah timeline sosmed, setiap mau tidur pasti buka sosmed, waktu senggang juga buka sosmed.

Selain mengganggu, sosmed juga membuat saya selalu merasa iri, selalu menginginkan sesuatu yang tidak saya butuhkan. Sosmed membuat saya berusaha menjadi orang lain hanya demi sebuah like dan komentar.

Akhirnya dua minggu lalu saya benar-benar uninstall semua aplikasi sosial media yang ada di handphone saya. Beberapa akun juga saya hapus sementara. Akhirnya saya memberanikan hidup tanpa sosial media sama sekali setelah lebih dari sepuluh tahun lamanya saya menggunakan sosmed.

Apa yang saya rasakan? Tiba-tiba saya merasakan sebuah kesepian yang luar biasa menyelimuti saya. Tidak ada lagi wajah teman-teman di layar handphone yang selama ini selalu menemani setiap hari. Dunia tiba-tiba terasa begitu sepi. 

Disitu saya tersadar bahwa di dunia nyata, tanpa sosial media, saya sebenarnya bukanlah siapa-siapa. Saya adalah orang yang kesepian. Teman-teman yang selama ini selalu menemani saya pada akhirnya hanyalah sebuah ilusi. Mereka tidak nyata, mereka jauh, mereka tidak ada.

Saya kembali ke dunia nyata setelah sekian lama berkelana di dunia maya, sebuah dunia imajiner dimana semuanya terasa begitu dekat, namun nyatanya tidak.

Orang-orang yang selama ini memberi like pada foto saya, melihat update story saya, berkomentar di status saya tiba-tiba hilang, seiring lenyapnya saya dari sosial media. Saya kembali sendirian.

Teman dan sahabat yang selama ini jarang bertemu, dan berkat sosmed membuat kami selalu merasa dekat ternyata itu juga hanyalah ilusi. Apalah arti sahabat bila tidak pernah berjumpa. Benar, jarak itu memisahkan.


Baca juga: Krisis Kepercayaan Akibat Pencitraan Digital Generasi Millenial

Mungkin selama ini dengan sosmed saya menganggap mereka peduli kepada saya. Tetapi yang saya tampilkan di sosmed itu bukanlah keadaan saya yang sebenarnya. Saya hanya menampilkan sesuatu yang mungkin membuat mereka peduli. Jauh berbeda dengan kehidupan nyata.

Berhenti menggunakan sosial media membuat saya tersadar bahwa ada dunia lain yang lebih penting untuk saya pedulikan. Dunia saya yang sebenarnya. Dunia yang bisa saya rasakan seutuhnya.

Kepedulian orang yang benar-benar ada di sekitar saya jauh lebih penting dari pada rasa peduli palsu orang-orang di dalam sosial media.

Komentar dari tetangga sebelah rumah jauh lebih penting dari pada komentar di status.

Rasa suka dari teman ketika saya mentraktirnya secangkir kopi jauh lebih berarti daripada puluhan like di instagram.

Ngobrol lama sampai berlarut-larut di sebuah kedai kopi jauh lebih bermakna ketimbang chat basa basi di sosial media.

Yah, begitulah sementara ini yang saya rasakan ketika berhenti menggunakan sosial media. Mungkin terkesan berlebihan alias. Mungkin karena belum terbiasa. 

Oiya, saya tidak berencana untuk berhenti menggunakan sosial media selamanya. Saya hanya ingin merasakan bagaimana sih rasanya hidup tanpa sosial media seperti jaman dulu lagi ketika orang menunggu sesuatu dengan mengisi TTS, bukan scroll timeline sosmed.

Yang bisa saya pelajari adalah, kita harus bijak dalam menggunakan sosmed. Gunakanlah jika benar-benar sedang dibutuhkan. 


...

Gambar illustrasi oleh Jean Julliene

20 komentar:

  1. Begitu ya mas, rasanya hidup tanpa sosial media. Rasanya sepi saat melihat dunia nyata, bikin saya berpikir harus bisa mengatur pemakaian sosial media agar tidak ketergantungan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali mas, harus bijak dalam menggunakan sosmed

      Hapus
  2. Kalau saya harus "STOP" sosmed sama sekali, wah, berat banget mas...saya jadi ga bsa LIKE, LOVE, COMMENTs idola-idola saya lagi...kasihan kan mas...mereka jadi ga ada penggemar lagi...sepi...hampa....hihihi #Just kidding

    Kalau saya ga melulu ke sosmed mas, tetap yang real lebih utama, ya diatur aja sebijaknya...;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaaaaa jangan-jangan penggemar K-POP sejati iniii

      Hapus
  3. Wahh, sudah mulai start buat menjauh dari sosmed sepertinya. Walaupun sekedar ingin mencoba sensasinya, setidaknya mas sudah bergerak maju selangkah dari saya yang tidak bisa lepas dari sosmed terutama instagram.

    Kadang pingin juga ngerasain apa yg orang rasain waktu hidup tanpa sosmed, secara banyak juga yang bikin challenge buat diri sendiri.

    Kayaknya menyenangkan, dgn pergi dari sosmed, kita bisa melakukan hal-hal lain di dunia nyata yg sepertinya jauh lebih bermanfaat dan penting. Saya akan coba juga sepertinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, alhamdulilah hal ini udah mulai jadi kebiasaan. sekarang saya cuma buka sosmed kalau penting-penting aja. selebihnya banyakin baca berita2 dan artikel2 keren di internet

      Hapus
  4. Saya sudah membunuh facebook hingga mati Kang? Hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduuuh ojo kang, facebook sakjane apik lohh

      Hapus
  5. Memang benar adanya, ilusi yg sungguh menghalusinasi pikiran. Sedih sih sampe ngebentuk kepribadian kita yg seakan mempunyai dua dunia yg berbanding terbalik :(

    Nyatanya kita akan kesepian ketika candu akan sosmed tidaj dipenuhi

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekali mas, sebenarnya kita tu kesepian, pelariannya ya sosmed. candu banget emang

      Hapus
  6. Hwaaaa hebat Kak Abe sudah bisa 'hidup tanpa media sosial' meskipun tidak seterusnya. Saya belum berani menantang diri sendiri untuk hal yang satu ini. Hanya saja, ketika suatu hari saya lupa mengganti mode pesawat dengan wifi, saya memang merasakan ketenangan yang luar biasa hahaha :D Sama pernah lupa HP pas sudah nyampe kantor kok ngerasa sepi-sepi aja ... oalah HPnya lupa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahahaaa, ya berkat coba2 hidup tanpa medsos sekarang jadi agak gak gitu ketergantungan lagi nih mbaaa

      Hapus
  7. waaah,, aku belum pernah nyoba 'puasa' sosmed. walaupun pernah kepikiran juga sih untuk uninstal aplikasi sosmed di hape.

    pernah nyoba nggak liat hape waktu kongkow ama temen, tapi ternyata susyaaah banget. mungkin karena kebiasaan kali ya, walaupun nggak sering-sering liat hape, tetep aja sesekali ambil hape di tas dan cek notif yang masuk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iy petama kali memang susahnya minta ampun tapi lama2 juga terbiasa kok kak,

      Hapus
  8. Setuju sekali, kita harus bijak dalam menggunakan sosial media. Aku pakai sosmed hanya di rumah, saat bekerja dan mingle interaksiku hanya dengan orang-orang "nyata". Yang aku suka dari sosmed, aku sering terinspirasi oleh postingan-postingan yang aku lihat/baca. Bisa dibilang salah satu cara supaya aku tetap kreatif 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mba ada baik dan buruknya, tinggal gimana kitanya aja yah

      Hapus
  9. Kalo menurut saya sih cukup penting, karena gak sedikit juga ada sebuah pelajaran penting atau pengalaman dari para pengguna sosmed yang mereka share di sana. Kita gak perlu setiap saat menggunakan sosmed, hanya ketika dibutuhkan saja. Itu saja sih, gak lebih! Yang salah kalau sosmed kita gunakan untuk share hal negatif, kayak ujaran kebencian, berita hoax, adu domba, iri, mencaci maki dan lainnya.

    Sosmed juga bisa digunakan untuk kebaikan loh dan itu bisa berpahala. So, yang salah bukan si sosmed, tapi manusianya itu sendiri. Jadi saya akan tetap pakai sosmed, sampai waktu yang gak ditentukan...

    Thank you for sharing it Mas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup masss, yang jelas tinggal bagaimana kita menyikapi penggunaan sosmednya aja ya mas agar yang kita pakai ya manfaatnya itu.

      Hapus
  10. Halo mas, salam kenal.
    Ngomongin soal berhenti menggunakan media sosial, saya sendiri masih merasa kesulitan mas, terutama untuk facebook dan twitter. Mungkin karena di Facebook dan Twitter saya banyak mengikuti konten-konten yang lucu-lucu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaaaa akhirnya saya ketemu saudara satu perguruan penggemar joke receh, aku terharu, wkwkwk. salam kenal juga ya mas!

      Hapus