Camping dan Tanam Pohon di Gunung Prau via Patak Banteng


Gunung Prau terletak di Pegunungan Dieng, tepatnya di Desa Patak Banteng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Kalau kita mau ke Dieng dari arah Wonosobo, nanti di kiri jalan sebelum sampai di Dieng akan ada basecamp pendakian Gunung Prau Patak banteng yang terletak tepat di bawah kaki Gunung Prau disebelah masjid yang saya lupa namanya.

Di Gunung Prau ini selain mendaki, saya bersama teman-teman infogunung Jogja juga melakukan kegiatan tanam pohon di sabana Gunung Prau. 

Baca Juga Pendakian Gunung Merapi, Sindoro, dan Lawu

Untuk simaksi / ijin pendakian cukup membayar Rp. 5.000. Mas-mas penjaga basecamp sangat ramah dan asik buat ngobrol. Di basecamp ada warung kelontong, warung makan, dan mas-mas basecampnya juga jualan alat-alat outdoor import loh.

Semacam The North Face, Columbia, Mountain Hardware, Mammuth, dll , tapi kondisi bekas, alias awug-awug. Jangan heran kalau masyarakat disekitar basecamp memakai jaket gunung yang lebih branded dari pada yang kita pakai.


Mulai Pendakian

Pendakian saya diawali dengan menyeberang jalan besar, dan, seperti biasa melewati rumah-rumah penduduk. Setelah rumah penduduk, jalan mulai menanjak melewati ladang-ladang penduduk.

Tiga puluh menit jalanan cukup landai, tapi menit-menit berikutnya tantangannya dimulai. 
Perlahan tapi pasti, saya merangkak pelan menyusuri lereng gunung yang ditumbuhi pepohonan pinus dengan kemiringan minimal lima puluh derajat. Meter demi meter kulalui sampai menemukan undakan berbatu yang amat curam.


Nah, kalau sudah menemukan undakan berbatu yang curam ini, artinya kita hampir sampai. Pendakian normal biasanya memakan waktu 3 - 4 jam perjalanan, kalau kita selow banget bisa sampai 6 jam.

Penanaman pohon oleh infogunung jogja di jalur Gunung Prau
Setelah rintangan terakhir ini, jalan kembali landai dan rata. Semak belukar harus kami sibak satu persatu sampai akhirnya padang rumput yang amat luas terbentang di hadapan kami. 

Puncak Gunung Prau.

Tidak ada pohon di sabana Gunung Prau, kecuali beberapa pohon beringin-beringinan yang terdapat di salah satu sudut sabana.

Bunga-bunga rumput berwarna kuning tersebar merata diseluruh padang. Beberapa nasib bunga-bunga kecil ini tragis terinjak oleh sepatu para pendaki.

Suasana camp di Gunung Prau yang mendadak jadi seperti warung kopi
Kalau di gunung lain biasanya kita akan bingung mau masa tenda dimana, tapi kalau di Gunung Prau hal itu tidak berlaku. Kita bisa pasang tenda sambil jungkir balik!

Ada satu hal yang perlu diwaspadai, usahakan dirikan tenda pada bagian yang rendah, karena jika hujan, petir bisa menyambar sewaktu-waktu. 

Bekas pohon yang tersambar petir di Gunung Prau
Puncak Gunung Perahu ya bukit teletubies itu sendiri. Gunung ini lumayan bagus untuk melihat sunrise. Saat sunrise, gunung ini akan menawarkan pemandangan berupa perbukitan dan gunung-gunung di sekitarnya, juga dataran wonosobo di sekelilingnya yang di balut oleh rangkaian awan-awan tipis dan semburat merah mentari pagi.

Gunung Prau juga bisa di naiki dengan sepeda motor trail lewat jalur Dieng
Tidak ada banyak kayu kering di atas, jadi kalau mau bikin api unggun sebaiknya kumpulkan selama perjalanan dari bawah. Karena padangnya begitu luas, hati-hatilah dengan banyaknya 'ranjau' kotoran manusia dimana-mana, dengan tetap mengikuti jalur tanahnya.

Untuk mengeksplorasi padang rumput ini saya sarankan jangan sendirian dan buatlah jejak penanda, karena luasnya, padang ini sebenarnya cukup menyesatkan.

Masyarakat sekitar juga masih percaya bahwa masih ada harimau jawa yang berkeliaran di gunung ini, so watch out!

Mendaki gunung itu menambah saudara

Tips Membuat Itinerary Atau Rencana Perjalanan


Rencana perjalanan atau disebut juga itinerary merupakan satu hal yang penting dalam traveling. Bayangkan saja jika kamu bepergian tanpa ada rencana yang jelas, bisa-bisa waktu anda terbuang percuma hanya untuk ubek-ubek kebingungan mencari dan memikirkan sebuah destinasi.

Terkadang itinerary itu tidak begitu penting bagi beberapa traveler profesional. Namun merencanakan itinerary sebaiknya dilakukan bagi para pemula.

Informasi tentang daerah tujuan juga dapat diperoleh dari portal-portal wisata yang tersebar luas di seantero penjuru internet, tinggal surfing saja. Berikut ada beberapa tips dalam menyusun itinerary :

1. Pastikan dulu berapa lama kita akan bepergian. Kapan berangkat dan kapan harus pulang. Dengan kepastian lamanya perjalanan, maka akan memudahkan kita dalam perencanaan selanjutnya.

2. Apa tujuan melakukan perjalanan tersebut. Tujuan bisa bermacam-macam, seperti hanya berwisata, kunjungan kerja, study tour, mengamati kehidupan masyarakat setempat, menikmati alam, mengamati budaya, dll. Dari tujuan kita, maka nantinya dapat diprioritaskan objek-objek utama yang akan kita kunjungi.

3. Pastikan dimana akan tinggal. Akankah kita tinggal di hostel, tempat teman, atau bahkan menggelandang. Tempat kita tinggal untuk sementara menjadi acuan penting dalam penentuan jam-jam kunjungan kita. 

Dengan kepastian dimana akomodasi kita, kita dapat menyesuaikan kapan waktu istirahat. Jadi kita bisa menentukan di mana saja kita akan berteduh.

4. Cari tahu segala informasi mengenai daerah tujuan. Yang paling utama adalah informasi mengenai fasilitas publik, transportasi, destinasi, dan akomodasi.

5. Perlu diingat, ada objek wisata yang hanya bisa dinikmati pada waktu-waktu tertentu. Selalu ada destinasi yang hanya bisa di kunjungi pada saat malam hari, atau pagi hari. Masing-masing destinasi akan memunculkan pesonanya pada waktu-waktu tertentu.

Contohnya, sunset, sunrise, tempat nongkrong, jam kerja masyarakat (untuk pengamatak kegiatan masyarakat). Hal ini harus selalu diingat, terutama bagi backpacker dengan tujuan hunting travel photography. Jadi cek lagi apakah susunannya sudah benar.

6. Usahakan jadwal kunjungan dilakukan secara sambung-menyambung antara satu objek dengan objek lainnya dengan orientasi jarak.

7. terakhir, cara menulis itinerary yang baik adalah dengan sudah memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan terkecil (biasanya kemungkinan buruk) yang siap menghadang ditengah-tengah kunjungan kita.

Jadi siapkanlah Plan B. Karena mungkin saja cuaca tidak mendukung, atau barangkali kita kehilangan sesuatu, tertinggal kereta, dll. Dengan adanya Plan B, maka kita masih punya cadangan rencana yang sudah diperkirakan sebelumnya.


Sekarang, buatlah rencana perjalananmu, namun jangan terlalu terpaku kepada rencana perjalanan. Biarkanlah petualanganmu mengalir secara fleksibel. Rencana perjalanan hanya sebagai fokus saja. Selamat mengeksplor!

Hati-hati juga dengan barang-barang yang kamu bawa didalam ranselmu, simak tips Mengamankan Ransel Saat Bepergian, biar aman!

Tips Mengamankan Tas Ransel Saat Traveling

image wildcanvas-outdoor
Backpacker identik dengan ransel besar dan berat yang selalu dibawa kemana-mana. di dalam tas tersebut pastilah berisi barang-barang yang digunakan untuk menunjang kehidupan para backpacker sekalian selama dalam perjalanan.


Misalnya saja didalamnya pasti terdapat baju-baju, surat-surat berharga, barang-barang elektronik seperti laptop, kamera, gadget, gps, dll.

Nah barang-barang tersebut sangat rawan bila hanya dimasukan ke dalam ransel. Apalagi bila si pengguna ransel tersebut memiliki kepribadian yang sedikit ceroboh.

Selain itu, keamanan di daerah tempat kita melakukan perjalanan juga menjadi salah satu faktor hilangnya ransel/backpack. Terutama di negara-negara terbelakang atau berkembang dimana mereka sangat antusias melihat turis-turis asing masuk ke dalam negeri mereka.

Mereka mengira turis itu pastilah mempunyai uang yang banyak, sehingga sekali saja anda lengah, maka say goodbye saja kepada ransel anda.

Seperti yang pernah dialami oleh Agustinus Wibowo saat hendak mengeksplor mongolia, "baru saja sepuluh menit sampai, kamera sudah raib!" katanya.

Maka simaklah beberapa tips agar terhindar dari kehilangan ransel beserta isinya :

1. pastikan ransel selalu tertutup. Terutama saat sedang berada di tempat umum. Sekali saja kita lengah, maka akan memberikan kesempatan bagi tangan-tangan jahil untuk menyusupkan tangannya kedalam ransel.


Misalnya kita sedang naik kereta dan duduk berdesak-desakan, eh ternyata kita tidak sadar kalau ternyata ranselnya terbuka. Hal demikian merupakan kesempatan empuk bagi si pencuri.

2. Belilah gembok / kunci untuk ransel yang biasa di kuncikan pada resleting. Belilah gembok ransel tipe kode pengaman, jangan yang memakai kunci. Sekarang banyak tersedia gembok-gembok untuk traveler dengan ukuran kecil, ringan dan harga terjangkau. Hal ini cara mengamankan tas ransel yang paling rekomended.

3. Usahakan isi didalam ransel berada pada titik minimum, namun efisien dan efektif. Jika ransel berat, maka kita akan sering meletakkannya. Jika lengah, maka bukan tidak mungkin ransel kita akan kecolongan.

4. Hati-hati dengan tanda atau label pengenal yang kita pasang di ransel. Logo semacam 'Apple' atau 'Canon' memberi sinyal bahwa mungkin ada peralatan elektronik yang mahal di dalam ransel. Contohnya bila kita menggunakan ransel hadiah dari produsen elektronik, atau tas tas laptop dan kamera.

5. Waktu melakukan packing, letakkan barang-barang berharga di bagian tengah ransel dan melapisinya atau membungkusnya dengan pakaian. Jika seandainya pencuri merobek ransel dengan pisau atau silet ketika kita sedang berada di tempat yang ramai, diharapkan mereka hanya mendapatkan pakaiannya saja.

6. Pastikan tali ransel dibalut atau diikatkan pada bahu atau kaki jika memungkinkan. Merupakan hal yang umum di beberapa negara modus operandinya adalah pencuri naik sepeda motor sambil merampok ransel dan langsung kabur (terutama negara yang banyak sepeda motornya, seperti di asia Tenggara).

7. Buatlah label identitas yang berisi segala sesuatu tentang identitas kita seperti nama, alamat, email, akun fb, twitter, dll. Kemudian pasangkan di ransel, tujuannya adalah, bila ada orang "baik hati" yang menemukan ransel kita, diharapkan dapat segera menghubungi kita.

8.  Ketika naik bis yang makan waktu lama, duduklah pada sisi yang sama dengan bagasi di mana ransel kita disimpan, sehingga tiap saat bis berhenti, dengan mudah kita bisa mengawasi dan memastikan ransel Anda tidak diturunkan.

Kehilangan ransel saat sedang melakukan perjalanan bukanlah suatu hal yang kecil. hal ini berdampak besar pada kelangsungan perjalanan anda. 

Kehilangan barang-barang bawaan bisa terjadi dalam waktu yang amat singkat, bahkan tanpa sepengatuhan kita. Jadi tetaplah dan selalu waspada!

Mungkin kamu juga butuh panduan membuat rencana perjalanan?

Soal Cita-Cita Manusia Yang Tenggelam Dalam Realita


Kita semua dulu pasti pernah ditanyakan soal cita-cita oleh seseorang ketika kita masih kecil dan imut-imut. Biasanya si penanya ngomong seperti ini "adek kecil, besok kalo udah gede cita-citanya mau jadi apa?". lalu sebagian dari kita ada yang menjawab "jadi tentara om!" "jadi dikter om!" "jadi guru om", dan jadi-jadian yang lainnya. 

Lalu kenapa dulu kita menjawab cita-cita kita seperti itu? Mungkin waktu kecil kita ingin melindungi negara ini, maka cita-citanya jadi tentara. Mungkin kita ingin mengobati orang sakit makanya cita-citanya jadi dokter. Harapan tersebut agaknya memang indah dan sesuai dengan tujuan apa yang harus dilakukan oleh profesi tersebut.

Namun seiring berjalannya waktu dan semakin bertambahnya usia, kita akan berpikir lebih jauh. Kita sudah berpikir lebih dewasa dan pikiran kita lebih realistis. Kita sudah memikirkan tentang bagaimana caranya untuk menyambung hidup ini. Kita berpikir tentang cinta dan pendamping hidup. Kita berpikir tentang gengsi atau prestige.

Lalu apa yang terjadi dengan cita-cita kita untuk mengobati orang sakit dengan menjadi dokter? Terganti oleh realitas kehidupan. Kita tidak lagi menjunjung tinggi komitmen dari tujuan profesi kita tersebut.

Jangan memunafikkan diri sendiri. Kita tahu sebagian besar orang memilih suatu pekerjaan pastilah karena dua faktor utama, yaitu Uang/ Honor/ Gaji/ Royalti, dan Kebanggaan atau Prestige. 

Kita tidak lagi bertujuan menjadi dokter untuk mengobati orang sakit. Tidak lagi berpikir untuk menjadi polisi demi menegakkan hukum. Tidak lagi pusing-pusing menjadi anggota dewan untuk menyejahterakan rakyat. Kita semua berpikir secara serempak bahwa profesi yang kita ambil akan menentukan kualitas hidup kita dan gengsi atau kedudukan kita dimata orang lain. 

Sekarang orientasi profesionalisme sebuah pekerjaan sudah berubah drastis. Bahkan sangat drastis dari tujuan kita semula waktu masih anak-anak tadi. Orientasi kita berubah jadi setumpuk uang dan kedudukan belaka.

Inilah kemerosotan moril manusia. Kemerosotan profesionalisme suatu profesi. Yang mengakibatkan bertambahnya kesengsaraan.

Realitas

Ambillah contoh, sekarang sebagian polisi bekerja demi gajinya yang tinggi, status sosial yang tinggi, dan mudahnya mencari pasangan hidup. Hal ini menjadi salah satu faktor pencetus banyaknya tindakan pungli (pungutan liar), pemerasan, dan lain sebagainya dari oknum-oknum yang tak bertanggung jawab.

Jika dokter-dokter sekarang masih menjaga profesionalisme dan kode etik mereka dengan sebaik-baiknya, maka tidak akan ada rakyat miskin yang tidak diterima oleh suatu rumah sakit karena kekurangan biaya. Wajarnya, dokter yang gajinya sudah tinggi bisa membantu biaya pengobatan pasien yang tidak mampu tersebut. Entah berbentuk iuran antar dokter atau menggunakan dana pribadi.

Contoh lain yang tidak beda jauh dari penyelewangan profesi tersebut adalah profesi pendidik. Guru dan staf sekolah sekarang dituntut harus profesional, dengan dikeluarkannya sertifikasi tunjangan untuk guru-guru yang profesional, namun apa hasilnya? masih banyak anak-anak yang putus sekolah gara-gara tidak memenuhi biaya sekolah. Masih banyak siswa yang tidak lulus dalam ujian nasional.

Wajarnya saja sebagai guru profesional otomatis sistem pendidikannya juga harus profesional, namun mereka semata-mata hanya mengejar sertifikasi agar memperoleh penghasilan yang melimpah, dan dapat naik mobil mewah. Indonesia sekarang membutuhkan sosok seperti Oemar Bakrie yang tulus ikhlas dengan segenap tenaga memajukan pendidikan negeri ini.

Profesi lainnya yang lebih-lebih sangat tidak profesional adalah para anggota dewan, mereka berjuang keras agar terpilih dalam pemilihan umum semata-mata bukan demi rakyat namun demi perut mereka. hasilnya? kita dapat lihat sendiri, kemiskinan di Negara ini amat banyak, korupsi dimana-mana, bahkan tiada hari tanpa berita korupsi, korupsi semakin menjadi hal yang amat sangat wajar di Negeri ini, Negeriku tercinta.

Masih banyak lagi profesi-profesi lain yang kodrat profesinya melenceng dari pikiran polos cita-cita anak kecil. Hanya segelintir orang saja yang menjalankan profesinya dengan kesadaran penuh akan tujuan dan amanat dari profesi yang diajalaninya. Hanya segelintir.

Kesimpulannya, profesi yang ada didunia ini seharusnya dijalankan sesuai dengan tujuan dan amanat dari profesi tersebut dengan mengesampingkan rayuan si penghasut, yaitu materi dan prestige. (2012)


Sumber gambar feature: makeuseof.com

Definisi, Sejarah, dan Jenis Backpacker


Backpacker dalam kamus besar bahasa inggris berarti "a hiker who wears a backpack". Namun semakin kedepan definisi tersebut semakin bertambah luas, tidak hanya difungsikan untuk "a hiker" saja, tapi juga untuk wisatawan, traveler, eksplorer yang melakukan kunjungan wisatanya dengan menggunakan ransel besar/backpack dengan tujuan supaya mudah dalam mobilitasnya.

Logikanya adalah, penggunaan backpack berarti si pengguna mempunyai mobilitas yang tinggi dalam setiap kunjungannya.

Nah, mobilitas yang tinggi berarti si backpacker selalu berpindah-pindah tempat, tidak hanya pada satu tempat saja. Mungkin karena selalu naik transportasi umum, kemudian karena barang bawaannya juga banyak. 

Jadi kesimpulannya adalah Backpacker merupakan seseorang yang bepergian ke suatu tempat dengan tujuan tertentu dengan budget yang minim, serta perbekalan yang seadanya yang dapat digunakan untuk menunjang kehidupannya.

Definisi Backpacker


Backpacker adalah istilah yang secara historis telah digunakan untuk menunjukkan suatu bentuk perjalanan nasional/internasional independen yang murah. 

Faktor-faktor yang secara garis besar membedakan backpacker dengan bentuk pariwisata lainnya ada pada beberapa hal berikut: penggunaan angkutan umum sebagai sarana perjalanan, preferensi penginapan yang murah atau bahkan sampai tinggal di rumah-rumah penduduk, perjalanan yang dihabiskan memakan banyak waktu, penggunaan ransel.

Definisi backpacker telah berevolusi. Penelitian terakhir mengemukakan bahwa backpacker merupakan kegiatan oleh  sekelompok orang dengan beragam alasan dan tujuan yang melekat pada pengalaman perjalanan yang mereka lakukan.

Mereka juga ditampilkan sebagai sebuah komitmen bersama untuk suatu bentuk perjalanan yang non-institusional, yang pusat identifikasi diri mereka adalah sebagai backpackers. 

Backpacker sebagai gaya hidup dan sebagai sebuah bisnis telah berkembang cukup pesat dalam era tahun 2000-an.

Perkembangan tersebut dapat terlihat dari banyaknya maskapai penerbangan bertarif rendah, hotel atau akomodasi dengan biaya yang murah di banyak bagian dunia, dan berbagai bentuk komunikasi digital, kemudian juga dalam membuat perencanaan dan pelaksanaan perjalanan Backpacking jangka panjang lebih mudah dibandingkan sebelumnya.

Sejarah Backpacker


Backpacker di Asia Tenggara pada tahun 70an (sumber: southeastasiabackpacker.com)
Meskipun tidak ada jawaban pasti mengenai dari mana tepatnya asal backpacker ini, namun akar-akarnya dapat dilacak, setidaknya sebagian

Sekarang mari kita lihat kembali ke jalur Hippie tahun 1960-an, dan '70 yang mengikuti bagian-bagian dari Jalan Sutera tua. Bahkan, beberapa Backpackers saat ini mulai menghidupkan kembali jalur hippie tersebut (jalur sutra kuno), meskipun dengan cara yang lebih nyaman, dengan tujuan mengkampanyekan gerakan "Go Green". 

Perjalanan backpacking oleh para hippie dengan "Hippie Trailnya" sejak tahun 1980an sudah mengalami ke-vakumannya dikarenakan kerusuhan-kerusuhan yang terjadi di Afghanistan, Irak dan Iran yang terus berlangsung sampai sekarang, karena itu jalur backpacking sekarang ini telah diperluas ke sebagian besar wilayah di dunia.


Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan jumlah maskapai penerbangan dengan biaya rendah telah memberikan kontribusi dalam ekspansi jalur para backpacker ini.

Pada saat ini, "Hippie Trail" baru hampir meliputi wilayah-wilayah di Afrika Utara, di tempat-tempat seperti Maroko dan Tunisia, dan juga tujuan lainnya yang bisa dicapai oleh penerbangan murah.


Jalur 'Hippie Trail' yang legendaris.
Perubahan teknologi dan perbaikan situasi di setiap negara juga memberikan kontribusi terhadap perubahan gaya Backpacking.

Backpacker tradisional tidak bepergian dengan peralatan elektronik mahal seperti komputer laptop, kamera digital dan PDA karena kekhawatiran terhadap pencurian, kerusakan, dan biaya bagasi tambahan. 

Keinginan untuk dapat menjelajah selalu bertambah, ditambah lagi dengan peralatan-peralatan elektronik yang semakin ringan untuk dibawa.

Hal ini memunculkan adanya trend flashpacking, yang telah mengalami evolusi terus menerus dalam beberapa tahun terakhir. 

Pemahaman


Yang paling penting dalam kegiatan seorang backpacker adalah rasa "keaslian" atau the smell of origin. Backpacking tidak hanya sekedar liburan semata, namun juga sebuah pembelajaran. 

Backpackers selalu ingin merasakan pengalaman yang dialaminya sendiri, merasakan suka-dukanya sendiri dalam perjalanannya, tidak seperti paket-paket tur yang di berikan oleh para agen perjalanan belakang ini yang apa-apanya sudah diatur semua. 


Hal ini telah menstigmenkan bahwa backpacker itu anti-turis. Ada juga semacam perasaan mengendap-endap dan menyaksikan sendiri seperti apa kehidupan warga lokal ditempat destinasinya.


Jenis Backpacker


Backpacker terbagi lagi menjadi beberapa kategori tergantung dengan caranya melakukan peralanan.

1. Flashpacker

Flashpacker alias backpacker berduit (foto siteminder.com)
Flashpacker adalah kata baru yang digunakan untuk merujuk ke pada backpacker yang sedikit lebih makmur dalam hal finansialnya. Sedangkan Backpacking secara tradisional dikaitkan dengan anggaran dan tujuan perjalanan yang relatif murah.

Flashpacking di definisikan hanya sebagai Backpacking dengan anggaran yang lebih besar.


Perbedaan flashpacker dengan backpacker :


Flashpacker adalah kaum penggemar jalan-jalan yang memposisikan diri di tengah-tengah dua ekstrem, yakni Backpacker dan Turis.

Perbedaan antara Flashpacker dengan Turis : Turis adalah kaum penggemar jalan-jalan yang tidak mau repot-repot mengurus tetek bengek perjalanannya dan menyerahkan semuanya kepada biro perjalanan dengan konsekuensi harus terikat jadwal dan agenda tur yang kaku.


Flashpacker lebih memilih untuk merencanakan jadwal dan agenda perjalanannya serta mengurus sendiri semua kebutuhan perjalanannya supaya dapat mendalami dan memahami suatu destinasi dengan lebih baik dan dalam waktu perjalanan yang lebih fleksibel.

Perbedaan antara Flashpacker dengan Backpacker : Backpacker adalah kaum penggemar jalan-jalan yang mencintai kebebasan waktu tetapi sangat berorientasi kepada anggaran (budget oriented). 


Flashpacker juga mencintai kebebasan waktu tetapi lebih berorientasi kepada pengalaman (experience oriented) serta lebih menghargai kemudahan dan kenyamanan (convenience & comfort) sehingga lebih fleksibel dan moderat dalam hal pengaturan anggaran.

Sebagai kaum penggemar jalan-jalan yang berorientasi kepada pengalaman (experience oriented), maka biasanya Flashpacker bersikap sangat time conscious atau berusaha bijaksana dalam memanfaatkan waktu perjalanannya supaya tidak terbuang percuma untuk hal-hal yang tidak sejalan dengan tujuan perjalanan atau pengalaman yang hendak didapatkan, sekalipun berarti harus mengeluarkan dana ekstra.

2. Gap-packer


'Gap-packer' adalah kata baru yang digunakan biasanya untuk merujuk kepada orang-orang yang backpacking ke beberapa negara dalam waktu singkat. Biasanya pada tahun kesenjangan antara sekolah dan universitas, atau antara universitas dan pekerjaan pertama mereka. Bisa disebut juga part time backpacker.

3. Megaloping


Megaloping adalah kata baru untuk menyebut Backpacking yang hanya menggunakan angkutan umum.

Tidak usah pusing karena memikirkan berbagai definisi diatas. Lebih baik segera kemasi barangmu, angkat ranselmu dan pergilah menjelajah!



Sumber gambar feature: abodebooking.com

Featured post

Menuju Pedalaman Sumatera Selatan - Bermula di Muara Dua

"Ke pedalaman Sumatera!? Memangnya mau ngapain? Nanti diterkam macan loh! " Tanya eyang dengan polosnya saat saya menelepon be...

Paling Banyak Dibaca