Foto-Foto Malam hari di Purbalingga


Malam minggu, daripada saya tidak ada pekerjaaan dan bengong di rumah, mendingan keluar sambil iseng-iseng latihan njeperet foto. Ternyata susah juga motret di malam hari, maklum pemula. Alhasil fotonya acak-acakan tak keruan. Inilah foto purbalingga di malam hari, terimalah seadanya ya. Peace...



 Genk motor di depan taman Ustman Djanatin.


Tongkrongan atau mau ngerampok bank ya?



Warna-warni pemikat anak-anak



Becak neon-pun berlalu...



Menunggu ibu jualan.



Sabar ya nak...


Bulan cuma 2 meter tingginya.


Sungai Klawing bukan sungai Ciliwung!  


Lha kok air mancurnya mati?


Tugu hutan kota Wasesa masih sama seperti dulu.


Suasana klasik di perpustakaan kota.


Kediaman sang Raja, dingin sedingin yang tinggal didalamnya (:-P)


 Knalpote rika ora dadi-dadi apa kang??

Demikian saja foto-foto seadanya dari saya, semoga berkenan, terimakasih, wassalam. Hidup Purbalingga!

Tips Mengambil Gambar Foto Saat Malam Hari


Night Photography, atau Fotografi Malam Hari merupakan salah satu cabang fotografi dimana foto yang dihasilkan mempunyai karakteristik warna yang dalam.

Dalam traveling, fotografi malam sangat diperlukan untuk mengabadikan suasana malam hari di tempat traveling kita. Supaya foto malam hari kita lebih ciamik, berikut ada beberapa tips oleh Mr. Robin Ryan :


Apa saja alat yang diperlukan?


1. Tripod. walaupun tidak harus, sebuah tripod akan memberikan fleksibilitas paling tinggi supaya bisa mendapatkan angle yang kita inginkan dan juga menjaga kamera dari goyangan di saat menggunakan teknik long exposures.


2. Wideangle lens / Lensa lebar. Ini merupakan pilihan personal, tergantung kebutuhan kita, tapi hasilnya memuaskan. Robin menggunakan Canon 10-22mm f/3.5-4.5 , atau yang lebih bagus Canon 16-35mm f/2.8L II. Jika keduanya harganya terlalu mahal – jangan khawatir, gunakanlah apa saja yang kita punya. Karena yang membatasi hasil karya kita hanya imajinasi saja.


3. Sebuah lens hood / tudung lensa. untuk meminimalisir suar cahaya yang masuk ke dalam sudut-sudut luar pada foto kita.


4. Flashlight / senter terang. Kadang-kadang kita akan membutuhkannya untuk mencahayai bagian penting dari objek yang terlalu gelap.


5. Imajinasi kita. Sebuah alat yang selalu kita bawa untuk membantu kita dalam melakukan setiap pekerjaan. Imajinasi adalah inti dari semua karya masterpiece fotografi.

Komposisi di siang hari juga dipakai pada fotografi malam hari, kecuali pada malam hari kita mempunyai long exposures sebagai keuntungannya. Berikut ini beberapa karya dari Mr. Robin beserta caranya :
Old World New World 
Bagian depan Perpustakaan Umum Vancouver yang bergaris-garis ini membuatnya menjadi sebuah bangunan yang fotogenik baik siang maupun malam. Cahaya yang redup dan tampilannya yang lembut pada malam hari membuatnya sungguh atraktif. Perhatikan suar cahaya lampu yang kehijauan di kiri atas – ini dapat dihindari dengan menyingkirkan filter atau menggunakan kecepatan shutter yang lebih cepat. Exposure 30s f/22.
Vancouver in the night
Air adalah partner kita di malam hari, air merembeskan dan memperlembut warna serta membuat cahaya menjadi tampak lebih menawan. 10 seconds at f/11.
Lion’s Gate Bridge
Lihat bagaimana air memberi cahaya lebih pada gambar kita. Tidak ada spesial efek, hanya waktu dan ketepatan. 25 seconds at f/22.
Times Square
Dunia penuh dengan permukaan yang datar yang dapat digunakan sebagai pengganti tripod (jika tidak membawa tripod). Pastikan gunakanlah timer (getaran saat kita menekan shutter akan menggoyangkan kamera) dan, jika kita menemptkan kamera pada sebuah tempat yang datar, jaga kecepatannya relatif cepat(1/8 dari 2 sampai 2 detik). Foto diatas dengan 2.5 seconds at f/22.

Terakhir, Jika kamera kita mempunyai fitur live view, gunakanlah. Live view sangat diperlukan supaya fokus menjadi lebih baik. Sebuah tripod akan sangat membantu. Sederhananya, setel live view-nya, pindah lensa anda ke manual fokus, dan atur fokusnya sampai anda memperoleh fokus yang sempurna.


Seluruh foto oleh : Robin Ryan, merupakan fotografer profesional yang tengah berkeliling dunia. Beberapa negara yang pernah diabadikannya adalah Argentina, Brazil, Bolivia, Kanada, Chile, Ekuador, Guatemala, Mexico, Peru, Korea Selatan, dll.

Featured post

Menuju Pedalaman Sumatera Selatan - Bermula di Muara Dua

"Ke pedalaman Sumatera!? Memangnya mau ngapain? Nanti diterkam macan loh! " Tanya eyang dengan polosnya saat saya menelepon be...

Paling Banyak Dibaca