Februari 17, 2015


Wisata belanja? aduh..sepertinya bukan passion saya. Tapi berhubung saya lagi berada di Singapore mau ngga mau saya harus berkunjung kesini karena katanya wajib dikunjungi. Naik bus dari daerah Toa Payoh menggunakan Bus nomer 143 dan berhenti tepat di Orchard Road. Sebenarnya jarak dari tempat saya menginap ke Orchard cukup dekat, hanya sekitar 6 km, tapi jalannya tu loh yang muter-muter membutuhkan waktu sekitar setengah jam.



Sesampainya di Orchard Road saya mendadak seperti anak yang ditinggal emaknya belanja, tidak tau mau kemana dan emmm...nothing interesting sih buat saya. semua-muanya hanya toko-toko branded dengan harga yang nggilani. Tapi saya akui untuk orang yang hobinya shoping, terutama untuk emak-emak sosialita, Orchard ini surga mereka banget. Dimana-mana, di kanan, di kiri, di seberang, di atas, dibawah itu semuanya tempat belanja. 

Saya menyusuri dari ujung ke ujung. Jajan es seharga limapuluh ribu rupiah (matiii). Sesekali berhenti di smoking area untuk sebat (sebatang) dulu bareng pemuda-pemudi dengan style parlente. Disitulah saya sadar bahwa saya nampaknya salah kostum. Celana pendek, kaos hitam kucel, sendal gunung, dan ransel menjadi kostum saya waktu itu. Yang menjadi hiburan saya di Orchard adalah para pengamen yang keren-keren. Mereka malah seperti bukan pengamen karena skill bermusik mereka patut diacungi jempol! oya disini juga ada pengemis lho, tapi ga sembarangan bisa mengemis karena pengemisnya harus mendapatkan sertifikat dulu. 


Karena ini bukan dunia saya jadi saya langsung mencari halte untuk menuju tempat shoping yang agak terjangkau yaitu Bugis Street, yang letaknya juga paling cuman 20 menit naik bus. Di Orchard Road banyak banget wisatawan dari Indonesia, dari embak-embak sampai emak-emak, saya serasa berada di negeri sendiri. Waktu yang paling bagus untuk mengunjung Orchard Road adalah sore - malam hari dimana lampu-lampu ynag indah mulai dinyalakan dan menunjukan kemewahan jalan ini.


Post a Comment: